Minggu07272014

Last update12:00:00 AM

Back News Bintan Pejabat Bintan Dilaporkan

Pejabat Bintan Dilaporkan

Diduga Gelapkan Dana Kegiatan

BINTAN- Ir Hendrik Suhendra Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan, Ir Hendrik Suhendra dilaporkan ke Polsek Tanjungpinang Kota oleh salah seorang penyedia barang Atek, atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Atek telah melaporkan pejabat Bintan ini dengan tuduhan melakukan penipuan pembayaran barang salah satu kegiatan yang ada di DKP Bintan. Saat itu Hendrik dipercaya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab terhadap pengadaan barang tersebut.

Pada tahun 2011 lalu, Hendrik melakukan kegiatan pengadaan 5 unit pompong ukuran 5 GT, 375 buah bubu ikan, 125 set alat pancing, 10 unit boat fiber dan 5 buah fish vender. Kegiatan ini menggunakan APBD Bintan dengan nilai total sekitar Rp700 juta yang dimenangkan oleh CV Anugrah Pratama.

Atek ditemui Jumat (16/3) mengungkapkan, kronologis dari penipuan tersebut yakni, saat kegiatan pengadaan dilaksanakan dirinya waktu itu sebagai penyedia barang.

Dia menuturkan, saat menang tender pihak CV Anugrah Pratama, Hendrik  menemui dirinya untuk mempertanyakan kesanggupan dalam pengadaan barang tersebut.

"Ketika itu saya bilang sanggup menyediakan barangnya dan akhirnya seiring waktu berjalan sesuai dengan komitmen bersama, setiap barang yang diminta harus dibayar," beber Atek.

Awalnya kata dia, pengambilan barang yang disertai dengan pembayaran lancar dan terkahir saat kegiatan sudah mau berakhir pihak perusahaan datang kepadanya untuk mengambil barang. Namun mereka tidak membayarkan karena meminta kepada dirinya untuk dibayar belakangan.

Atek tidak terima, karena imbuhnya, kalau ada uang maka barang bisa diberikan dan saat itu dia tidak mau memberikannya.

Akhirnya lanjut Atek, Hendrik datang kepadanya dengan membujuk agar barang tersebut diberikan. Namun ia tidak mau karena barang yang disediakan bukan miliknya, melainkan dipesan ke toko lain.

"Waktu itu, datang Hendrik ke rumah saya dengan membujuk agar memberikan barang itu, karena dia berjanji akan dibayar secepatnya. Barang tersebut saya kasih kepadanya dan lama kelamaan timbul masalah, setelah ditunggu satu minggu, dua minggu sampai dengan 3 bulan, Hendrik tidak ada kabar," kata Atek.

Saat itu Atek mangaku menunggak utang sebesar Rp260 juta untuk menanggulanginya, karena barang yang diambil dipesan dari toko lain. Atek mengatakan, ia juga pernah bertemu dengan Hendrik dan saat ditanya malah yang bersangkutan mengatakan bahwa dia sudah memberikannya kepada perusahaan.

"Saya tidak terima dengan ulah seperti itu, karena saya berurusan dengan Hendrik, bukan dengan perusahaan. Kasus ini sudah saya laporkan sekitar sebulan lalu dan rencananya juga akan dilapor ke bagian Inspektorat Kabupaten Bintan.

Pihak penyidik Polsek Tanjungpinang Kota lanjut Atek juga sudah sempat memanggil Hendrik dan dirinya untuk dimintai keterangan. Namun Hendrik juga tetap mengatakan bahwa uangnya sudah dibayarkan dengan pihak perusahaan.

Akibat dari keterlambatan pembayaran barang tersebut,  Atek sudah terlilit utang sekitar Rp260 juta lebih dan kebingungan mau mengadu kemana lagi. Atek juga menduga bahwa proyek tersebut telah diselewengkan dan terjadi konspirasi atau kong kalikong antara panitia dengan perusahaan.

"Saya bingung mau mengadu kemana lagi, karena saat ini saya sudah dikejar-kejar utang. Saya berharap agar bapak Bupati Bintan dan Sekda Bintan agar segera bertindak karena yang bersangkutan sering tidak ada di kantor saat dicari dan selalu menghindar," kata Atek.

Menurut sumber yang layak dipercaya, sebelum barang tersebut diserahterimakan, dana kegiatan ini sudah dicairkan sebesar 100 persen.  

Hendrik saat dihubungi HPnya tidak aktif, berkali-kali dihubungi terdengar nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Saat di SMS tidak ada balasan, begitu juga dengan Kepala DKP Kabupaten Bintan Tatang Suwenda saat dihubungi tidak aktif. (eza)

Share

Fokus

"AlQur'an Obat Segala Keresahan"

Kamis, 17 July 2014

Batam (HK) – "Allah SWT menurunkan obat bagi kegelisahan dan permasalahan manusi...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...