Sabtu12272014

Last update12:00:00 AM

Back News Bintan Reboisasi Lahan eks Tambang Belum Menyeluruh

Reboisasi Lahan eks Tambang Belum Menyeluruh

Foto aerial memperlihatkan kondisi kawasan di Bintan yang rusak parah setelah ditinggalkan oleh penambang bauksit. TUNDRA/HALUAN KEPRIBINTAN- Dari sekitar 2.000 hektar lahan bekas tambang bauksit di Kabupaten Bintan baru setengahnya atau 1.000 hektar yang sudah dilakukan penanaman atau rebosisasi. Sisanya masih dalam proses penataan dan perataan tanah oleh pihak perusahaan.


Pihak Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bintan menegaskan akan terus mengawasi pelaksanaan reboisasi tersebut.

"Baru 1.000 hektar yang sudah ditanami dan sisanya 500 hektar ada yang masih proses penataan, dan 500 hektar lagi dalam proses perataan tanah," kata Kepala Distamben Bintan, Wan Rudi, Jumat (4/5).

Rudi mengaku pihaknya pun tidak main-main dalam hal reboisasi ini. Penghentian kegiatan atau operasioanl tambang adalah sanksi bagi perusahaan yang tidak mau melaksanakannya.

Satu perusahaan tambang bauksit yakni PT Lobindo katanya sempat mendapat sanksi dan tidak diberi izin tambang selama 3 minggu.

"Kita pernah memnghentikan kegiatan PT Lobindo selama 3 minggu karena mereka tidak melaksanakan reboisasi," kata Wan serius.

Lantas dari mana sumber pendanaan reboisasi tersebut? Dana reboisasi katanya diambil dari dana jaminan yang disetorkan perusahaan kepada Distamben. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Bupati Bintan.

"Pihak perusahaan akan menalangi dulu dana kegiatan reboisasi. Setelah kita evaluasi ada kemajuan atau progres dalam pelaksanaan reboisasi tersebut, barulah dana itu dapat diklaim oleh perusahaan," paparnya Wan.

Kata dia, saat ini pemkab akan melaksanakan penanaman secara besar-besaran tanaman singkong di lahan bekas pertambangan bauksit. Tanaman singkong diyakini dapat mengembalikan kesuburan tanah. Sedangkan produk singkong nantinya akan digunakan sebagai bahan baku bagi pabrik gas bioetanol yang segera dibangun.  

Terkait pelarangan ekspor bahan mentah hasil tambang yang dikeluarkan pusat terhitung tanggal 7 Mei nanti, Wan Rudi mengatakan bahwa sesuai informasi yang didapatnya, pemerintah pusat akan mendata kembali perusahaan tambang yang ada saat ini.

Pemkab Bintan sendiri katanya merencanakan akan membangun pabrik pengolahan biji logam di Kalang Batang Kecamatan Gunung Kijang, yang saat ini masih dalam proses penjajakan investor.

Wan Rudi juga menyebut, meski dana bagi hasil dari kegiatan ekspor bauksit akan hilang namun masih berharap mendapat pemasukan kas daerah dari pabrik pengolahan biji logam itu nantinya.(edy)

 

Share

Fokus

Ini Kesempatan Kami Memperbaiki Kapal

Minggu, 21 December 2014
Ini Kesempatan Kami Memperbaiki Kapal

Batam (HK)-- Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kepri, m...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...