Sabtu10252014

Last update12:00:00 AM

Back News Karimun Jembatan Tanjung Susup Telan Korban

Jembatan Tanjung Susup Telan Korban

KUNDUR - Jembatan penghubung dari kampung Tanjung Susup menuju Kebun Pinang di Kecamatan Kundur ambruk dan telah menelan korban seorang pemuda dari Desa Gading.

Ketua RT.003 RW 015 Tanjung Susup, Maryono mengaku, kondisi jembatan yang menghubungkan wilayahnya dengan Kebun Pinang sangat rawan kecelakaan pada malam hari. Ditambah tidak adanya lampu penerangan di sekitar jembatan itu sehingga siapapun yang melintas dipastikan akan jatuh ke dalam lubang yang menganga.

"Kalau kita menghindar dilubang yang kanan pasti kena lubang yang kiri. Makanya serba salah. Yang jelas untuk kendaraan roda empat sudah tidak bisa lewat. Kalau sepeda motor yang membawa hasil panen juga ragu mau lewat jembatan itu, karena struktur jembatannya sudah tidak kokoh," jelasnya, Sabtu kemarin (16/6).

Keberadaan jembatan yang amblas itu didirikan sekitar tahun 1993, dimana bantalan jembatan sebelum ditimbus tanah uruk, hanya diletakkan batang kelapa. Sehingga kekokohan jembatan sudah tidak terjamin, karena bantalannya sudah lapuk.

Bahkan menurut Maryono, sudah puluhan korban yang jatuh dijembatan yang terdapat lubangnya itu. Dan terakhir sekitar empat bulan kemarin satu korban dari Desa Gading atas nama Al.

"Ini sudah sangat membahayakan. Warga yang mengangkut hasil panenan lewat kampung Fajar Baru demi menjaga keselamatan jiwa.

Mewakili warga, Maryonoberharap agar jembatan tersebut segera dibangun lebih kokoh dan tidak lagi menggunakan cincin sumur sebagai gorong-gorong saluran air seperti sebelumnya hingga menyebabkan jembatan ambruk.

Camat Kundur, Raja Azli ketika dikonfirmasi mengatakan, keberadaan jembatan di kampung Tanjung Susup memang sangat memprihatinkan. Ia mengaku saat ini telah masuk dalam usulan pembangunan.

"Memang disana sudah banyak makan korban dan ada juga yang meninggal karena terjatuh. Dan kondisi itu sudah kita jelaskan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU)  Kabupaten Karimun,"ujarnya.

Ia mengaku di wilayahnya ada dua jembatan dengan kondisi sangat memprihatinkan yakni jembatan  Tanjung Susup dan jembatan di Sungai Selangat tepatnya Jalan Sungai Ungar menuju Kecamatan Kundur Utara.

Azli berharap agar usulan pembangunan dua jembatan itu segera direalisasikan. pasalnya jembatan naas tersebut sangat urgen bagi aktivitas warga sehari-hari dan menghindari korban jiwa bertambah.(gan)

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...