Sabtu10252014

Last update12:00:00 AM

Back News Karimun Petani Padi Panen Raya

Petani Padi Panen Raya

KARIMUN (HK)-Program swasembada beras digalakkan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kabupaten Karimun di Kecamatan Kundur Utara seluas 110 hektar mulai menuai hasilnya.

Bila tak ada aral melintang, para petani di daerah ini akan melakukan panen raya, Senin (18/6) ini. Pesta panen raya tersebut juga diikuti Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq.

"Iya benar, menurut rencananya besok (hari ini,red) petani akan melakukan panen raya, Pak Wabup juga hadir dalam pesta panen tersebut. Saat ini saya sudah berada di Kundur Utara dan bergabung dengan para petani. Mudah-mudahan cuaca besok cerah dan panen padi secara bersama-sama ini akan berjalan lancar," Ujar Kepala Distanhut Karimun AMran Syahidid, Minggu (17/6) kemarin.

Amran menjelaskan, lahan pertanian padi seluas 110 hektar  masih milik Pemerintah Kabupaten Karimun dan dikerjakan 17 kelompok tani (keltan) atau sekitar 177 petani.

Meski lahan tersebut milik PemKab Karimun, namun hasil panen raya itu akan sepenuh menjadi milik petani atau murni pendapatan para petani. Secara keseluruhan jumlah lahan seluas 110 hektar, namun setiap satu hektar akan menghasilkan 4,5 ton padi.  Sebenarnya dengan hasil 4,5 ton per hektarnya itu belum sesuai dengan target yang diharapkan. Penyebabnya, lahan pertanian di daerahnya itu sempat diterjang banjir beberapa waktu lalu sehingga beberapa hektar lahan jadi rusak.

Selama ini kata Amran, pemerintah hanya menyediakan lahan untuk digarap para petani. Begitu juga sebagian dari bibit adalah  bantuan dari pemerintah pusat melalui dana APBN dan sebagian lainnya merupakan swadaya petani itu sendiri.     

"Panen raya padi ini merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun terhadap program kejar 10 juta ton surplus padi yang dicanangkan pemerintah pusat. Secara keseluruhan, Pemkab  akan mencanangkan pertanian padalahan seluas ratusan hektar. Lahan pertanian padi selain di Kecamatan Kundur Utara, juga dicanangkan di Kecamatan Moro dan Kecamatan Buru 100 hektar serta Kecamatan Moro sekitar 300 hektar,"jelasAmran. (Ilham)



Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...