Kamis04242014

Last update12:00:00 AM

Back News Karimun TNI Perketat Pengamanan Perbatasan

TNI Perketat Pengamanan Perbatasan

KARIMUN (HK)- Nelayan di Kabupaten Karimun mengeluhkan sering mendapat perlakuan tak manusiawi dari Police Marine (polisi laut Malaysia) ketika mereka menangkap ikan di perairan Internasional.

Perlakuan tak manusiawi dialami nelayan itu bukan hanya sekedar kekerasaan fisik, melainkan juga kapal dibakar.  "Kami (nelayan Karimun) sering diperlakukan tak manusiawi oleh Police Marine.  Mereka mendekati lalu menghajar nelayan bahkan kapal juga dibakar," ujar  Samin, salah seorang nelayan Karimun yang juga sebagai Ketua Nelayan Tebing, saat sosialisasi tentang batas maritim dan udara Indonesia di Gedung Nasional, Kamis (12/7).

Tindak kekerasan terhadap nelayan di Karimun itu merupakan sekelumit cerita duka yang dialami nelayan Indonesia ketika melaut di sekitar perairan perbatasan Indonesia-Malaysia. Menurut Samin masih banyak kasus-kasus lain yang tidak mencuat ke permukaan, dan  didiamkan saja karena mereka tidak tahu harus mengadu kemana.

Kasubdit Perbatasan Laut dan Udara Direktorat Wilayah Pertahanan Kolonel (KH) Haris Djoko ketika menjawab pertanyaan nelayan itu mengatakan, jika terjadi pelanggaran di wilayah perbatasan seperti nelayan asing yang memasuki wilayah perbatasan suatu negara maka nelayan itu hanya diusir saja kembali ke negaranya.

Hari mengatakan, apabila  ada indikasi pidana maka  nelayan harus melapor ke Bakorkamla.  Bila laporan itu masuk ke Bakorkamla maka akan segera ditindaklanjuti. Sebagai negara maritim yang banyak berbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, India, Australia, Papua Nugini dan Republik Palau, maka Indonesia sudah menetapkan pengembangan wilayah perbatasan negara sesuai dengan salah satu program prioritas pembangunan nasional jangka menengah melalui UU Nomor 43 tahun 2008 serta Perpres Nomor 7 Tahun 2005 tentang wilayah perbatasan negara.

"Dalam merumuskan dan menyelesaikan perundingan dengan negara-negara tetangga terkait perbatasan, pemerintah pusat telah membentuk tim nasional perbatasan. Saya termasuk salah satu tim itu, dan hingga saat ini terus aktif dan intens menggelar perundingan negara-negara tetangga terkait," beber Haris.

Diakuinya, dari beberappa negara tetangga, hanya Malaysia yang kerap merugikan Indonesia soal batas wilayah perbatasan. Namun, karena alasan politis Indonesia selalu saja mengalah. Namun, sikap itu malah makin membuat negara tetangga itu semakin menjadi-jadi.(ham)

Share

Fokus

Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Sabtu, 15 March 2014
Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Cinderamata Tanjungpinang

TANJUNGPINANG(HK)-- Kota Tanjungpinang yang merupakan d...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...