Manager PT Pelni Cabang Tanjung Balai Karimun, Masrul Khalimi ST mengatakan, penambahan armada tersebut baru dimulai pada H min 2 atau dua hari menjelang lebaran Idul Fitri.
Masrul mengatakan, Pelni sudah menyiapkan satu armada dengan nama KM Ciremai, yang akan membantu arus mudik lebaran dan arus balik. Sedangkan KM Kelud masih tetap berlayar dengan rute seperti biasanya. Namun jadwalnya akan berubah sejak H- 3 (tiga hari jelang lebaran). Perubahan ini menyusul dalam satu minggu akan ada dua kali pelayaran.
"Puncak arus mudik menuju Jakarta diprediksi akan terjadi sekitar H-6 atau pada 13 Agustus. Sedangkan dari Jakarta ke Karimun sudah akan terlihat sejak H-10 atau sekitar 10 Agustus," jelas Masrul, Senin (30/7).
Masrul mengatakan, calon penumpang tidak perlu khuatir kehabisan tiket. Karena dalam setiap keberangkatan akan dikonfirmasikan ke tujuan berikutnya. Sehingga bagi penumpang yang turun masih bisa diisi oleh penumpang lain dari lokasi penurunan penumpang pertama.
Masrul mencontohkan, jika ada penumpang dari Tanjung Priok-Jakarta yang akan turun ke Batam, maka seat yang kosong itu akan disi oleh calon penumpang dari Batam menuju Karimun maupun Belawan (Medan-Sumut). Demikian pula sebaliknya untuk penumpang dari Karimun menuju Tanjung Priok-Jakarta, akan dikonfirmasikan kepada kantor cabang di Belawan, berapa penumpang yang akan turun di Karimun, maka seat yang kosong akan diisi untuk pelayaran menuju Jakarta.
Sehingga demikian, dipastikan tiket penumpang tidak akan habis. Selain itu pula, sejak beberapa tahun belakangan, untuk kelas III Wisata sudah ditiadakan dan dijarikan sebagai kelas ekonomi, sehingga jatah seat ekonomi akan bertambah banyak. Dan kesempatan masyarakat atau calon penumpang untuk mendapatkannya akan lebih besar.
Mengenai harga tiket lanjut Masrul, dipastikan tidak akan terjadi kenaikan. Adapun jenis-jenis harga berdasarkan usia dan kelas yang antara lain yakni, kelas ekonomi usia dewasa tujuan Tanjung Priok seharga Rp262.000, anak-anak Rp200.000 danbayi Rp40.000. Tujuan Batam untuk dewasa Rp48.000, anak-anak Rp39.000 dan bayi Rp17.000. Sedangkan tujuan Belawan (Medan-Sumut) untuk dewasa seharga Rp185.000, anak-anak Rp140.000 dan bayi Rp30.000.
Selain itu, harga tiket untuk kelas II B tujuan Tanjung Priok khusus dewasa seharga Rp517.000, anak-anak Rp391.000 dan bayi Rp68.000. Tujuan Batam untuk dewasa Rp78.000, anak-anak Rp62.000 dan bayi Rp20.000. Rute Belawan (Medan-Sumut) untuk dewasa seharga Rp359.000, anak-anak Rp272.000 dan bayi Rp48.000.
Harga tiket kelas II A tujuan Tanjung Priok khusus dewasa Rp517.000, anak-anak Rp391.000 dan bayi Rp64.000. Sedangkan tujuan Batam khusus dewasa Rp78.000, anak-anak Rp62.000 dan bayi Rp20.000. Tujuan Belawan khusus dewasa Rp388.000, anak-anak Rp294.000 dan bayi Rp51.000.
Harga tiket kelas I B tujuan Tanjung Priok khusus dewasa Rp817.000, anak-anak Rp616.000 dan bayi Rp94.000. Sedangkan tujuan Batam khusus dewasa Rp113.000, anak-anak Rp88.000 dan bayi Rp23.000. Tujuan Belawan khusus dewasa Rp563.000, anak-anak Rp426.000 dan bayi Rp68.000.
Harga tiket kelas I A tujuan Tanjung Priok khusus dewasa Rp998.000, anak-anak Rp725.000 dan bayi Rp112.000. Sedangkan tujuan Batam khusus dewasa Rp134.000, anak-anak Rp104.000 dan bayi Rp25.000. Tujuan Belawan khusus dewasa Rp687.000, anak-anak Rp519.000 dan bayi Rp81.000.
Bebas Calo
Masrul Khalimi menjamin calo tidak berkeliaran karena Karimun merupakan kota kecil, yang sudah tentu masyarakat mengetahui dimana saja letak travel penjual tiket Pelni.
"Di Karimun saja ada delapan travel yang menjual tiket Pelni. Dan posisinya juga mudah diketahui oleh masyarakat. Sehingga demikian, saya pikir calo tiket disini tidak akan ada, lain halnya kalau di kota besar seperti di Batam dan kota besar lainnya," ujar Masrul.
Masyarakat di kota besar seperti Batam lanjut dia, taunya cuma Kantor Cabang Pelni di Sekupang. Sedangkan Travel kemungkinan posisinya jauh dan sulit dijangkau, makanya percaloan banyak ditemui.
Disamping itu pula lanjut Masrul, menyiagakan loket khusus penjualan tiket di pelabuhan. Maksud dari loket tersebut jika ada calon penumpang yang terburu-buru berangkat dan belum sempat membeli tiket, padahal kapal sudah akan berangkat beberapa menit lagi, maka bisa langsung beli di loket yang disediakan di pelabuhan.
Kendati demikian, jumlah masyarakat yang akan berangkat mendadak semakin sedikit. Dan ketersedian loket di pelabuhan pun seakan sudah tak diperlukan lagi, rata-rata masyarakat sudah membeli di agen maupun di Kantor Cabang Pelni.(gan)
- Kundur Belum Layak Jadi Kabupaten
- Kundur Dapat Tambahan Kuota Premium
- Harga Tiket Kapal Tidak Naik
- Polres Tak Serius Tindak PT Timah
- PT Saipem Kantongi Izin Usaha Tambang Granit
- SPBU Belum Layak, Harapan Warga Kundur Sirna
- Ekonomi Karimun Masih Stagnan
- Kapal Barang Tenggelam



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

