Sabtu11292014

Last update12:00:00 AM

Back News Lingga Warga Tebang Hutan untuk Pertanian

Warga Tebang Hutan untuk Pertanian

LINGGA- Kawasan hutan lindung di sepanjang jalan raya Daik-Kelumu kerap ditebang warga untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Jika tidak segera diatasi, hutan yang ditebas di sekitar kaki dan lereng bukit tersebut dapat menimbulkan erosi.  

Pantauan Haluan Kepril, rata-rata luas hutan yang mereka tebas minimal satu sampai dua hektar. Kegiatan tersebut tidak pernah ada larangan, baik dari polisi kehutanan atau aparat pemerintah setempat.

Salah seorang warga yang baru saja membuka lahan baru di perbatasan Desa Kelumu dengan dusun Setajam, Bab, mengaku sengaja membuka lahan di kawasna tersebut untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

" Lahan ini baru saya beli, jadi saya membuka lahan di sini hendak menanam lada atau sahang," ujarnya.

Ia juga mengaku tak terlalu khawatir akan terjadi erosi di lahan yang baru dibukanya, karena di sekitar lahan masih banyak pohon-pohon besar yang masih berdiri menjulang.

Untuk membuka lahan itu ia mengaku sudah mengeluarkan banyak uang. Di mana lahan yangbaru ia beli dari salah seorang warga Daik tersebut,  sudah pernah ditanami jagung, dan ada lahan baru yang baru dibersihkan sekitar dua hektar.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Abdul Rahim, menilai bahwa apa yang dilakukan warga tersebut tidak terlalu berbahaya, sepanjang lahan itu tersebut pertanian tak masalah.  "Malah selama ini kita berusaha di Lingga mempunyai lahan pertanian," ujarnya.

Ia menyebutkan, justru yang jadi masalah itu jika lahan yang dibuka tersebut tidak ditanami kembali. Karena itu, Rahim mengharapkan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pertanian untuk melakukan pembinaan dan bimbingan kepada warga tersebut.

" Kita harapkan kepada dinas terkait untuk melakukan penyuluhan terhadap warga yang membuka lahan baru pertanian tersebut," imbuhnya. (cw60)

Share

Fokus

Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

Minggu, 23 November 2014
Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

TANJUNGPINANG (HK)-- Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BB...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...