Sabtu10252014

Last update12:00:00 AM

Back News Luar Negeri Polisi Bebaskan 471 Demonstran

Polisi Bebaskan 471 Demonstran

Terlibat Kericuhan di Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR- Polisi Malaysia melepaskan 471 orang yang sempat ditahan dalam unjuk rasa yang berujung ricuh pada, Sabtu (27/9). Para demonstran sebelumnya menuntut pemilu yang bebas dan jujur.

"Kami telah membebaskan mereka semua," kata juru bicara kepala kepolisian nasional Ramli Yoosof seperti dilansir AFP, Minggu (29/4).

Dalam rombongan demonstran yang dibebaskan itu, terdapat anggota parlemen bernama Tian Chua dari Partai Keadilan yang dipimpin Anwar Ibrahim.

Sebelumnya diberitakan, polisi Malaysia terpaksa menembakkan gas air mata dan air pada Sabtu ke arah ribuan pemrotes yang menyerukan pemilihan bersih setelah beberapa orang melakukan pelanggaran masuk ke Taman Merdeka, yang dinyatakan sebagai lokasi terlarang bagi para pengunjuk rasa. Protes dilakukan di ibu kota Kuala Lumpur oleh koalisi Bersih.

Dalam aksi protes itu, sekelompok warga yang mengamuk, menyerang sebuah kendaraan patroli polisi yang melintas di lapangan Dataran Merdeka, di jantung kota Kuala Lumpur. Sembari berteriak-teriak, massa memukuli mobil patroli tersebut.Tidak ada laporan korban luka-luka dalam insiden ini.

Dalam aksi demo ini, para pengunjuk rasa menginginkan perubahan dalam sistem pemilu, yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan-kecurangan. Warga menginginkan pemilu yang adil dan bersih.

Kepolisian Malaysia pada Jumat (27/4) telah mendapatkan perintah pengadilan untuk melarang demo yang dipelopori para aktivis kelompok Bersih tersebut. Para demonstran ini sebagian besar mengenakan pakaian berwarna kuning, simbol warna untuk gerakan Bersih.

Aksi demo besar-besaran seperti ini pernah terjadi pada Juli 2011 lalu. Saat itu, dalam aksi yang juga dipelopori gerakan Bersih itu, 1.600 orang ditangkap.

Kecam Polisi Jiran

Sementara itu Forum Asia untuk Hak Asasi Manusia dan Pembangunan (FORUM-ASIA) mengecam keras kebrutalan polisi anti huru-hara Malaysia pada demonstran BERSIH 3.0 Sabtu pekan lalu.

FORUM-ASIA mendesak pemerintah Malaysia untuk menghargai demokrasi dan memperbolehkan penyampaian aspirasi melalui demonstrasi.

Pernyataan FORUM-ASIA, Senin (30/4) dikeluarkan menyusul bentrokan antara kepolisian Malaysia dan puluhan ribu demonstran BERSIH 3.0. Dalam insiden tersebut, demonstrasi yang berlangsung damai mendadak ricuh saat polisi membubarkan paksa massa dengan menembakkan gas air mata dan meriam air.

Menurut media Malaysia, lebih dari 470 demonstran yang menuntut pemilu bersih dan bebas kecurangan ditahan dalam peristiwa tersebut, kesemuanya telah dibebaskan. Namun, FORUM-ASIA mencatat, sekitar 572 orang yang ditahan polisi. Sebanyak sembilan orang jurnalis juga dilaporkan menjadi korban kebrutalan Kepolisian Diraja Malaysia.

"Sekali lagi, pemerintah Malaysia telah menunjukkan penghinaan mereka terhadap standar HAM internasional mengenai perkumpulan damai. FORUM-ASIA mengecam keras penggunaan kekerasan yang tidak perlu, termasuk penembakan meriam air dan gas air mata, dan penangkapan massal pada demonstrasi BERSIH 3.0," ujar Yap Swee Seng, Direktur Eksekutif FORUM-ASIA.(dtc/vvn)

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...