Sabtu04192014

Last update12:00:00 AM

Back News Meranti Jalan Suak Nipah Memprihatinkan

Jalan Suak Nipah Memprihatinkan

Jalan Suak Nipah, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Meranti, kondisinya sangat memperihatinkan. Hal ini butuh perhatian serius Pemkab Meranti. Foto diambil Jumat (1/6). (Amir/Haluan Kepri)SELATPANJANG (HK) - Jalan Suak Nipah, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain kontruksi jalan yang terbuat dari kayu, kondisi jalan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut rawan kecelakaan.


Pantauan langsung Haluan Kepri di lokasi, Jumat (1/6). Kondisi jalan jerambah tersebut sudah miring,  karena beberapa tiang penyangganya sudah miring akibat tak mampu menahan beban. Tidak hanya itu, sebagian papannya sudah bolong, sehingga mengkhawatirkan warga yang melalui kawasan tersebut oleh penggunakan kendaraan roda dua.

" Pelan-pelan Pak, jembatannya sudah miring dan banyak papannya sudah bolong, tapi masih bisa kok dilalui," ujar salah seorang warga yang akrab disapa Ahui.

Menurut pria paruh baya ini, bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama rusak dan bahkan pernah ada pengendara motor yang jatuh ke sungai karena roda motornya menginjak papan jerambah yang sudah bolong. Namun demikian, hingga kini belum ada juga perhatian dari pemerintah.

"Bupati tidak pernah lewat kemari, coba kalau mereka lewat sini, mungkin dia ada perhatian sehingga bisa secepatnya diperbaiki," katanya.

Yang lebih parahnya lagi, ujar Pak Tua ini, kondisi jalan jerambah tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah. Sehingga kalau ada kayunya yang rusak, biasanya ditambal-sulam oleh masyarakat setempat.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Abi, masyarakat asli di jalan tersebut, bahwa mereka sudah lama mendambakan jalan jerambah depan rumah mereka dibangun, karena kondisi jalan di tempat tersebut sudah tidak pantas lagi dibiarkan jerambah. Apalagi sebagian jalan dari arah pasar ikan menuju tempat tersebut sudah dibangun dengan jalan beton.

"Kita juga bingun kenapa jalan betonnya tidak sampai kemari (sambil menunjuk jalan depan rumahnya, red) padahal jalan-jalan lain sudah dibangun dengan kontruksi beton," pungkasnya. ***(Amir, Selatpanjang)

 

Share

Fokus

Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Sabtu, 15 March 2014
Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Cinderamata Tanjungpinang

TANJUNGPINANG(HK)-- Kota Tanjungpinang yang merupakan d...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...