“Terhitung dari Januari 2012 kemaren, Pertamina menyetop pengiriman BBM minyak tanah untuk Kabupaten Kepulauan Meranti. Akibatnya stock minyak tanah di berbagai pelosok pedesaan terus menipis dan ahirnya terjadi kelangkaan seperti sekarang ini” ungkap Syamsuar.
Penyetopan pengiriman kuota BBM minyak tanah untuk Meranti ini lanjut Syamsuar, memang tidak sekali gus. Tahap awal pihak pertamina menyetop pengiriman minyak tanah sebesar 50 persen dari total kuota mitan 285 kilo liter perbulannya. Kemudian, bulan berikutnya porsentase penyetopan pengiriman di tambah menjadi 75 persen hingga total tidak lagi dikirimkan.
Kebijakan ini dilakukan pihak pertamina seiring dengan aturan pemerintah untuk mengurangi pengguanan bahan baker migas pasca konversi pengguna bahan bakar mitan ke gas elpiji ukuran tiga kiologram.
“Kita sudah upayakan untuk meminta pengiriman kembali dari pihak Pertamina Pekanbaru, tapi nihil. Sampai hari ini tidak ada upaya pengiriman minyak tanah ke Meranti sesuai dengan kuota. Terus terang kita prihatin dengan kondisi masyarakat. Soalnya, bagi warga desa minyak tanah tidak hanya untuk bahan bakar memasak,tapi juga untuk bahan bakar lampu patromak bagi desa yang rural jaringan listrik” beber Kadisprindag Meranti tersebut.
Terkait suplai untuk bahan bakar solar dan bensin, Syamsuar Ramli mengaku tidak ada persoalan. Sampai hari ini, pihak pertamina Pekanbaru masih rutin sesuai jadual kedua jenis bahan bakar tersebut sesuai kuota. Kalaupun ada kelangkaan, barangkali karena keterlambatan saja. Namun soal adanya keluhan warga terkait melambung naiknya harga solar di Rangsang Barat sebesar Rp. 8000/liter ataupun 12.000 kg, itu jelas diluar HET resmi pemda Meranti sebesar Rp. 5000/liter.
“Untuk bensin dan solar, suplai dari Pertamina masih lancar sesuai kuota. Namun soal HET minyak solar tetap Rp. 5000/liter. Dan terkait melambungnya harga solar di Rangsang Barat, kita segera turunkan tim ke sana untuk mengecek” imbuh Syamsuar Ramli. (Rus)Share
Newer news items:
- 2013 Listrik Masuk Desa Mengkikip
- Bangun 2 Pelabuhan Butuh Rp105 M
- Ribuan Nelayan Mengeluh
- Pulau Rangsang Harus Diselamatkan
Older news items:
- 2015 Seluruh Desa Terang Benderang
- Dewan Meranti Akan Panggil PMD
- Pusat Alokasikan Rp3,5 M Untuk Program Ketahanan Pangan
- Perdagangan Kelapa Lintas Batas Tak Menguntungkan



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

