Jumat12192014

Last update12:00:00 AM

Back News Meranti Pertamina Hentikan Kuota Minyak Tanah

Pertamina Hentikan Kuota Minyak Tanah

SELATPANJANG  (HK) – Kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Kepualuan Meranti terus meluas ke seluruh pelosok pedesaan di delapan kecamatan.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Syuamsuar  Ramli mengungkapkan hal ini kepada Haluan Kepri, Kamis  (26/7).

“Terhitung dari Januari 2012 kemaren, Pertamina menyetop pengiriman BBM minyak tanah untuk Kabupaten Kepulauan Meranti. Akibatnya  stock minyak tanah di berbagai pelosok pedesaan terus menipis dan ahirnya terjadi kelangkaan seperti sekarang ini” ungkap Syamsuar.

Penyetopan pengiriman kuota BBM minyak tanah untuk Meranti ini lanjut     Syamsuar, memang tidak sekali gus.  Tahap awal  pihak pertamina menyetop pengiriman minyak tanah sebesar 50 persen dari total kuota mitan  285 kilo liter perbulannya.  Kemudian, bulan berikutnya porsentase penyetopan pengiriman di tambah menjadi 75 persen hingga total tidak lagi dikirimkan.

Kebijakan ini dilakukan pihak pertamina seiring dengan aturan pemerintah untuk mengurangi pengguanan bahan baker migas pasca konversi pengguna bahan bakar mitan ke gas elpiji ukuran tiga kiologram.

“Kita sudah upayakan untuk meminta pengiriman kembali dari pihak Pertamina  Pekanbaru, tapi nihil. Sampai hari ini tidak ada upaya pengiriman minyak tanah ke Meranti sesuai dengan kuota. Terus terang kita prihatin dengan kondisi masyarakat. Soalnya, bagi warga desa minyak tanah tidak hanya untuk bahan bakar memasak,tapi juga untuk bahan bakar lampu patromak bagi desa yang rural jaringan listrik” beber Kadisprindag Meranti tersebut.

Terkait suplai untuk bahan bakar solar dan bensin,  Syamsuar Ramli mengaku tidak ada persoalan. Sampai hari ini, pihak pertamina Pekanbaru masih rutin sesuai jadual kedua jenis bahan bakar tersebut sesuai kuota. Kalaupun ada kelangkaan, barangkali karena keterlambatan saja. Namun soal adanya keluhan warga terkait melambung naiknya harga solar di Rangsang Barat sebesar Rp. 8000/liter ataupun 12.000 kg, itu jelas diluar HET resmi pemda Meranti sebesar Rp. 5000/liter.

“Untuk bensin dan solar, suplai dari Pertamina masih lancar sesuai kuota. Namun soal HET minyak solar tetap Rp. 5000/liter. Dan terkait melambungnya harga solar di Rangsang Barat, kita segera turunkan tim ke sana untuk mengecek” imbuh Syamsuar Ramli. (Rus)

Share

Fokus

Batam Kembangkan Wisata Bahari

Minggu, 14 December 2014
Batam Kembangkan Wisata Bahari

KOTA Batam tidak hanya terkenal dengan wisata belanjanya tetapi juga dengan kein...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...