Jumat08012014

Last update12:00:00 AM

Back News Meranti Pulau Rangsang Harus Diselamatkan

Pulau Rangsang Harus Diselamatkan

SELATPANJANG (HK) – Pemerintah pusat harus mendukung program penyelamatan pulau terluar Rangsang yang digagas Pemerintah Kabupaten  Kepulauan Meranti. Hal ini diungkapkan Anggota DPR RI asal Riau,  H Wan Abu Bakar, SH  kepada Haluan Kepri, Kamis (26/7) melalui telepon selulernya di Jakarta.

“Dengan panjang baris pantai sebesar 51.095 meter yang hilang, ini ancaman serius bagi NKRI. Luas wilayah Republik ini dititik pulau terluar Meranti, berarti sudah bergeser dan untungkan Malaysia. Untuk itu, pusat harus segera alokasikan anggaran untuk penyelamatan pulau Rangsang. Kalau tidak bisa sekaligus karena terlalu besar, minimal bertahap setiap tahun anggaran APBN” tegas Wan Abu Bakar.

Gagasan Meranti untuk mendapatkan dukungan pusat menurut Wan Abu Bakar memang sangat rasional. Sebagai kabupaten yang baru mekar, jelas kemampuan APBD Meranti tidak akan mampu menutupi seluruh program kegiatan penyelamatan bagian utara Pulau Rangsang tersebut. Apalagi total anggarannya mencapai triliunan rupiah. Berbagai program pembangunan infrastruktur, sosial, listrik yang digesa pemda Meranti di Pulau Rangsang melalui dana APBD dalam tiga tahun terahir ini, sudah cukup menjadi bukti kalau Meranti serius menyelamatkan Pulau Rangsang. Tinggal pusat segera menurunkan tim untuk melakuan studi kelayakan berbagai kegiatan  penyelamatan Pulau Rangsang.

“Kita inginnya ada sinergi yang jelas. Untuk kegiatan yang relatif kecil alokasi anggarannya dari APBD Meranti dan Provinsi. Dan kegiatan program yang menyedot anggaran  besar, ini menjadi porsi tanggung jawab APBN. Dan ini harus segera direalisasikan tahun 2013 ini, masalahnya abrasi terus berjalan dan bibir tebing pantai terus tergerus. Kalau lambat, kita cemas pulau ini akan terbelah dua,” ujawr Mantan Gubernur Riau ini.

Wakil Gubernur Riau,  Mambang Mit kepada Haluan Riau, Kamis (26/7) juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Mambang, penyelamatan Pulau Rangsang tidak boleh ditunda-tunda lagi. Kalau terus ditunda dan dibiarkan, dampaknya akan terlalu konmpleks dan mahal. Persoalannya, tidak hanya harus menghentikan abrasi dengan membangun batu pemecah ombak di sejumlah titik rawan abarsi. Abrasi ini berdampak luas pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

“Kita yakin, masyarakat di bagian utara Pulau Rangsang tidak hanya kehilangan mata pencaharian akibat kebun atau berubahnya baris pantai yang menjadi estuaria bagi biota pantai. Tidak terutup kemungkinan, ada rumah penduduk  yang terpaksa dipindah karena takut terjun kelaut. Belum lagi posisi jalan lingkar pulau Rangsang yang juga makin dekat ke titik abrasi. Untuk itu,     Meranti harus bersinergi dengan pemerintah Riau dan Pusat untuk menyelamatkan Pulau Rangsang” ungkap Wagubri Raja Mambang Mit. (rus)

Share

Fokus

"AlQur'an Obat Segala Keresahan"

Kamis, 17 July 2014

Batam (HK) – "Allah SWT menurunkan obat bagi kegelisahan dan permasalahan manusi...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...