Jumat10242014

Last update12:00:00 AM

Back News Nasional SBY Lakukan Serangan Balik

SBY Lakukan Serangan Balik

Tersudut Kasus Korupsi

JAKARTA- Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhonoyo (SBY) tampaknya mulai gerah menyusul gencarnya pemberitaan kasus korupsi Nazaruddin yang notabenenya mantan Bendahara DPP PD. Dalam forum pertemuan pendiri SBY pun mencoba membela diri dan terkesan menyerang balik opini yang menyudurkan partainya.

Dalam kesempatan itu, SBY berkilah tidak hanya partainya yang terlibat kasus korupsi. Ia mengatakan korupsi yang dilakukan PD terhitung kecil jika dibandingkan dengan partai politik lainnya.

Menurut SBY, dari sumber-sumber yang sah, pada kasus korupsi DPRD provinsi tahun 2004-2012, ada 3.9 persen oknum PD yang melakukan tindakan korupsi.

Angka ini menempati peringkat kelima dengan presentase empat partai lainnya, peringkat pertama 34.6 persen, 24.6 persen, 9.2 persen dan, 5.3 persen.

"Total angka mereka (parpol) berempat 75 persen. Bandingkan dengan Demokrat  3.9 persen meski hal itu tidak bisa ditolerir," ujarnya saat membuka Silaturahim Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (13/6) malam.

Tak Pantas
Menanggapi sikap ini, anggoya Dewan Penasehat Partai Golkar, Siswono Yudhohusodo SBY tidak pantas membeberkan kasus korupsi partai lain. SBY yang juga menjabat sebagai presiden seharusnya tidak banyak bicara, tapi menuntaskan kasus-kasus korupsi tersebut.

"Seharusnya presiden tidak mengatakan hal seperti itu. Tidak mengatakan partai mana yang melakukan korupsi lebih banyak. Tindak saja semua koruptor. Tidak peduli dari partai mana," ujarnya

"Dan sebetulnya, presiden sekarang adalah presidennya rakyat Indonesia, karena dipilih secara langsung. Karena itu jangan terlalu kuat warna dewan pembina partai Demokratnya," lanjut anggota BK DPR ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDIP, Pranomo Anung, menyatakan pemberantasan korupsi harus menjadi sikap bersama seluruh masyarakat, termasuk partai politik. Namun, menurut dia, tidak perlu ada pemeringkatan partai-partai yang korup.

“Kalau memang ada anggota partai yang korupsi, tidak perlu kemudian dibuat ranking partai mana yang terkorup. Mari kita lawan korupsi itu bersama-sama,” kata Pramono Anung.

Wasekjen Partai Golkar, Tantowi Yahya merasa pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengganggu ketenangan dan kerukunan partai. Setidaknya, partai yang ada di Sekretariat Gabungan (Setgab).

"Saya tidak mengerti kenapa teman di Demokrat itu ketika diminta pendapatnya tentang kekisruhan yang ada di internal mereka selalu menyinggung dan menarik partai lain," sindirnya.

Menurut Tantowi, meskipun tak menyebut langsung partai mana, namun masyarakat sudah tahu ke mana arah pernyataan itu. Makanya, ia menilai kalau pernyataan itu berpotensi menyulut polemik yang tidak perlu.

Ia pun mengaku menyesalkan adanya pernyataan tersebut. Pasalnya, pernyataan itu dinilai telah melanggar asas berpolitik yang selama ini diungkapkan ke publik. Yaitu, berpolitik dengan santun dan bersih. (dtk/ro/vv/bs)

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...