Kamis07312014

Last update12:00:00 AM

Back News Nasional Kantor KNPI Pusat Diduduki Massa

Kantor KNPI Pusat Diduduki Massa

JAKARTA (HK)-- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bergolak. Gedung Pusat KNPI di kawasan Kuningan Jakarta, yang sebelumnya dikuasai pengurus KNPI pimpinan Taufan E N Rotorasiko kini diduduki Ketua Umum KNPI lainnya Akbar Zulfakar, Senin (22/10). Saat bersamaan, kepengurusan KNPI di bawah kepemimpinan Taufan mengadakan Rakernas di NTB pada 22-24 Oktober mendatang..

Awalnya massa dari pengurus versi Akbar Zulfakar kesulitan membuka pintu gedung karena tidak mendapat izin dari penjaga. Namun selang beberapa menit kemudian mereka diizinkan masuk ke dalam gedung.

Ketika masuk, sebuah spanduk besar yang memajang foto Taufan dilepas oleh para pengurus KNPI versi Akbar Zulfakar. Mereka kemudian menggelar rapat di dalam gedung membahas sejumlah hal terutama rencana menggelar Rakernas KNPI Tandingan di Porong Sidoarjo, Jawa Timur pada bulan Desember mendatang.

"Mulai hari ini (kemarin) kita berkantor di sini," kata Ahmad Fauzan, Ketua DPP KNPI versi Akbar Zulfakar.

"Kami adalah KNPI yang sah. Yang sedang mengadakan Rakernas di NTB adalah KNPI ilegal. KNPI yang mendapat beking dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng itu ilegal," kata Ahmad.

Menurut dia KNPI versi Taufan yang diterima oleh Presiden SBY Minggu (21/10) sore di Kantor Presiden adalah KNPI ilegal dan tidak berhak mengatasnamakan KNPI.

"Menpora di belakang mereka dan menggunakan KNPI untuk tutupi kasus Hambalang," kata Ahmad.

Sebelumnya, Minggu sore, SBY secara khusus menerima jajaran pengurus KNPI di bawah kepemimpinan Taufan, terkait  Rakernas KNPI versi Fauzan yang dimulai hari ini (kemarin) di NTB.

Ahmad,  Wakil Ketua Umum Ormas Gema Keadilan menegaskan, KNPI di bawah kepemimpinan Taufan tidak sesuai AD/ART organisasi.

"Kehadiran kami di sini (Gedung KNPI) sebagai pengurus KNPI yang sah," ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum GPI (Gerakan Pemuda Islam) Ahmad Kardi memaparkan, persoalan di tubuh KNPI belum selesai, meski KNPI di bawah Fauzan telah menganugerahi Presiden SBY sebagai Bapak Demokrasi Indonesia.

"Itu tidak perlu dilakukan KNPI. Seolah banyak hal di KNPI ditutup-tutupi dan berusaha dihilangkan," ujarnya.

Seperti di ketahui, terjadinya dualisme kepemimpinan KNPI berawal dari sejumlah anggota KNPI menggelar kongres XIII yang diklaim sebagai penyempurnaan. Kongres digelar di Hotel Blue Sky Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat pada Maret lalu.

Kongres yang dihadiri oleh 40 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 8 DPD KNPI provinsi itu menetapkan Akbar Zulfakar sebagai Ketua Umum KNPI.

Hal itu pun langsung menimbulkan dualisme kepemimpinan di tubuh KNPI. Sebab saat ini Ketua Umum DPP KNPI dipegang oleh Taufan Eko Nugroho Rotorasiko.

Kongres XIII itu pun berjalan alot dan sempat diwarnai kericuhan diantara peserta. Sidang juga sempat diskros kurang lebih 20 menit. Lantaran menunggu kandidat ketua umum KNPI lainnya. Setelah menunggu sekian lama akhirnya sidang kembali diteruskan lantaran calon ketua umum yang lain tidak hadir dalam kongres.

Sebelumnya, dikabarkan akan ada 10 bakal calon ketua umum KNPI yang hadir yaitu, Ahmad Doli Kurnia, Shohim Haris, Sahrin Hamid, A Ridho Sabana, Arif Mustopa, Nusron Zhoher, SJ Arifin, Cupli Risman dan Taufan EN Rotorasiko. Namun, yang hadir dalam Kongres hanya Akbar Zulfakar.

Setelah menunggu sekira 20 menit akhirnya pimpinan sidang menetapkan Akbar Zulfakar yang saat ini menjabat anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai ketua umum KNPI secara aklamasi.

Sementara itu Ketua Umum Generasi Warga Jaya yang merupakan OKP dari KNPI mengatakan  Kongres KNPI di Hotel Blue Sky tersebut ilegal dan tidak sah. Menurutnya, saat ini  Ketua Umum DPP KNPI dipegang oleh Taufan Eko Nugroho Rotorasiko

“Jelas tidak sah, karena Kongres ini tidak dihadiri oleh kandidat bakal calon ketua umum KNPI yang lain. Kongres ini hanya akal-akalan dan tidak memenuhi qourum," ujarnya.

Dijelaskan  Yayan, seharusnya Kongres KNPI  dihadiri oleh 147 OKP yang terdiri dari 114 OKP dan 33 DPD KNPI Provinsi.  “Saya tegaskan lagi, Kongres itu hanya akal-akalan segelintir orang yang akan memecah belah keutuhan KNPI,” tegasnya. (oke/net)

Share

Fokus

"AlQur'an Obat Segala Keresahan"

Kamis, 17 July 2014

Batam (HK) – "Allah SWT menurunkan obat bagi kegelisahan dan permasalahan manusi...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...