Jumat10242014

Last update12:00:00 AM

Back News Natuna Bupati Ajak SKPD Buat Kearifan Lokal

Bupati Ajak SKPD Buat Kearifan Lokal

RANAI - Bupati Natuna Ilyas Sabli mengajak seluruh SKPD Kaputen Natuna untuk membuat kearifan untuk menyelamatkan masyarakat Natuna yang belum mengerti hukum. Ini penting untuk menghindari tindakan masyarakat yang suka melakukan hal-hal yang bersinggungan dengan hukum.

" Saya menilai perlu adanya kebijakan lokal di daerah ini. Karena itu, saya minta kepada seluruh anggota SKPD dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama berdiskusi membuat kearifan lokal, " kata Ilyas di Restoran Basisir saat mengahdiri acara serah terima jabatan Ketua Pengadilan Negeri Ranai, belum lama ini.

Ilyas menyebutkan, kearifan lokal dianggap penting karena masih banyaknya masyarakat Natuna yang belum mengerti hukum. Akibatnya masyarakat terkadang sering melakukan hal-hal yang besinggungan dengan hukum itu sendiri.

Menurut bupati, banyak hal yang membuat warganya sering melanggar hukum. Tidak hanya karena ketidaktahuannya akan hukum, tetapi juga karena faktor ekonomi yang masih sangat rendah.

Ia mencontohkan jika masyarakat tidak mengambil kayu di hutan maka mereka tidak bisa membuat rumah, sementara mereka tidak mampu untuk membeli baja ringan untuk mebangun rumahnya, sementara perbuatanya mengambil kayu itu sudah jelas ilegal.

" Pertimbangan saya yang kedua adalah faktor ekonomi masyarakat yang masih sangat lemah. Contoh saja ya, jika mereka tidak mengambil kayu di hutan, mereka  tidak bisa membangun rumah, sementara tidakan mengambil kayu di hutan lindung itu sudah jelas melanggar hukum. Kalau itu dipaksakan kepada masyarakat maka mereka pasti tidak memiliki tempat tinggal," ungakpnya.

Dia pun tidak bermaksud untuk membuat kearifan lokal itu kelak dijadikan sebagai landasan hukum, yang mana hukum tetap hukum, hukum harus tetap berlaku, namun ia pun menganggap penting suatu kearifan lokal sebagai solusi atas permsalahan yang ada di Natuna, baik masalah hukum, ekonomi dan dan sosial kemasyarakatan.

" Saya tidak bermaksud kearifan lokal ini nantinya sebagi landasan hukum yang sudah ada, namun saya mengharapkan agar kearifan lokal itu nantinya bisa menjadi jalan keluar bagi permasalahan yang ada sekarang ini, entah itu masalah hukum, ekonomi maupun sosial kemasyakatan kita. " ujarnya.

Dia juga menyebutkan tidak pahamnya masyarakat akan hukum yang berlaku karena pihaknya kurang sosialisasi soal hukum ke  masyarakat. "Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa kita juga jarang mensosialisalikan hukum ke masayarakat, sehingga masyarakat kurang memahami hukum yang ada. " pungkasnya. (cw61).

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...