Masyarakat yang hadir mulai dari kalangan, anak-anak, remaja sampai orang tua itu antusias mengikuti berbagai permainan yang disuguhkan. Pihak panitia menyediakan 17 jenis permainan rakyat.
Alisa (21) warga Kecamatan Bunguran Tengah ini mengaku sudah berada di Pantai Kencana sedak pukul 07.00 WIB. Ia bersama keluarganya sengaja datang ke Pantai Kencana untuk menyaksikan permainan rakyat yang seyogyanya selama ini jarang muncul dan diselenggarakan.
"Permainan yang ditampilkan, banyak permainan yang jarang muncul atau dimainkan di lingkungan masyarakat kita, seperti permainan gigit koin dalam jeruk, sepeda lambat, bakiak dan engrang. Beberapa permainan ini sangat menarik sekali saat dimainkan," ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Natuna, Syamsul Hilal, permainan rakyat ini digelar dalam rangka membangkitkan atau menghidupkan kembali permainan-permainan masyarakat yang lama tidak muncul kepermukaan. Arena ini juga ajang menginventarisir permainan-permainan yang sempat musnah di tengah kehidupan masyarakat.
"Melalui iven ini, kita bisa melihat permainan rakyat merupakan wahana penting bagi kehidupan masyarakat. Setidaknya kehadiran acara festival ini bisa memberikan atau mengobati kerinduan masyarakat terhadap permainan-permainan yang selama ini hilang ditelan zaman," tukasnya.(leh)Share
Newer news items:
- STAI Menuju Universitas Islam
- Pemekaran, Komisi I Cek ke Lapangan
- Bupati Geram sama Kepala SKPD Yang Bersikap Tertutup
- Mahasiswa Pertanyakan Dana Bantuan Rp5,2 M
Older news items:
- Banyak Investor Batal Ke Natuna
- Duet Ilyas-Imalko Retak
- Festival Permainan Rakyat
- Pemekaran Bisa Gaet Dana



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

