Selasa09022014

Last update01:31:19 AM

Back News Politik Ada Undangan Pemilih Palsu

Ada Undangan Pemilih Palsu

TANJUNGPINANG (HK)- Dugaan kecurangan dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Tanjungpinang muncul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 050, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Rabu (31/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Di TPS tersebut, petugas panitia pemungutan suara (KPPS) mengamankan seorang wanita, Asmawati alias Wati karena menggunakan kartu pemilih dan surat undangan atas nama orang lain (palsu).

Bersama Wati, wanita janda beranak dua tersebut, petugas juga mengamankan Ismail, seorang warga yang diduga sebagai otak pelaku untuk menyuruh dan memberikan kartu pemilih dan surat undangan palsu kepada Wati. Padahal undangan itu atas nama Mira Indah Sari sebagai pemilih secara sah dan terdaftar di TPS tersebut.

Peristiwa ini sempat membuat ricuh, karena  dari sejumlah warga dan saksi pendukung salah satu kandidat Pilwako Tanjungpinang tidak terima dengan tindakan yang dilakukan kedua pelaku tersebut.

Meski demikian keributan tersebut tidak berlangsung lama. Polisi yang berada di lokasi langsung mengamankan sementara kedua tersangka  ke Mapolsek Tanjungpinang Barat. Keduanya lalu diserahkan ke Panwaslu kemudian dibawa ke Mapolres Tanjungpinang untuk dimintai keterangan.

Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Mas Furkon mengatakan Asmiwati mengaku mendapati kartu dan surat undangan tersebut dari suruhan Ismail, pengurus RT/3 RW/7, Kelurahan Bukit Cermin.

"Kepada wanita ini, Ismail juga memintanya untuk mencoblos nomor urut 1. Disamping itu, Ismail juga mengaku bukan orang partai maupun tim sukses dari salah satu calon Pilwako tersebut," ungkap Furkon.

Kata Furkom, Asmawti dan Ismail merupakan tetangga. Keduanya tinggal di Kelurahan Bukit Cermin. Ismail ditugaskan untuk membagikan surat undangan, kendatipun ia bukan petugas KPPS. Sedangkan Wati sendiri mengaku tidak mendapatkan kartu pemilih dan surat undangan untuk mencoblos di TPS tersebut  

"Tindakan kedua pelaku tersebut dapat dijerat dengan pasal 115 ayat (3) UU Nomor 12 tahun 2008, tentang perubahan UU Nomor 32 tahun 2004, menyangkut pemerintahan daerah dengan ancaman minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan, atau denda minimal Rp36 juta dan maksimal Rp73 juta," ucap Furkon.

Sementara kedua tersangka  saat dikonfirmasi terkait permasalahaan tersebut enggan memberikan keterangan.

Lima Pelanggaran

Menjelang pencoblosan pasangan calon walikota dan wakilnya, Panwaslu menemukan lima pelanggaran yang diduga dilakukan oleh tim sukses salah satu pasangan calon.

Kelima pelanggaran itu di antaranya dalam bentuk pembagian sembako kepada masyarakat sebanyak tiga kali, penempelan nomor urut salah satu pasangan cawako pada bilik dan kotak surat suara, termasuk satu pelanggaran menyangkut pemilih palsu.

"Kode etiknya kita belum bisa menyebutkan dari tim sukses pasangan Pilwako mana yang melakukan pelanggar tersebut. Namun semua data atas pelanggaran tersebut sudah ada di tangan kita untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Furkon.

Dikatakannya,selain kelima pelanggaran tersebut, pihak Panwaslu Tanjungpinang juga tengah menyelidiki dan memproses dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang dalam bentuk dugaan pemberian jawaban dalam aipet pasangan nomor urut 1, pada acara debat Pilwako di Hotel Bintan Beath Resort (BBR) baru-baru ini.

"Semua itu tengah kita lakukan proses untuk secepatnya," ucap Furkon.

Hal lain, Furkon juga sempat menyampaikan rasa kekesalannya, menyangkut penertiban atribut partai milik salah satu pasangan calon yang tidak mau mencabut atributnya yang di pasang di jalan umum.

"Berbagai anjuran dan himbauan telah kita sampaikan kepada masing-masing tim sukses maupun salah satu kandidat pasangan Cawako tersebut. Namun di lapangan, kita masih temukan sejumlah bendera maupun gambar dari partai maupun kandidat salah satu pasangan Cawako tersebut," katanya.

PPS Buka Kotak Suara Tanpa Saksi

Anggota Panitia Pemungutan Suara Kelurahan Tanjung Unggat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau membuka kotak suara yang sudah disegel sesaat setelah tiba di kantor kelurahan, Rabu petang. Aksi ini menimbulkan protes dari sejumlah saksi dan pengawas yang tidak diberi tahu.

Aksi yang dilakukan anggota PPS, Widodo tersebut dipergoki oleh seorang saksi pasangan calon Lis Darmansyah-Syahrul yang kebetulan baru datang dari tempat pemungutan suara (TPS).

"Saya kebetulan datang dan melihat anggota PPS membuka amplop kunci gembok, kemudian membuka gembok kotak suara yang tersegel tanpa disaksikan saksi pasangan calon dan pihak Panwaslu," kata saksi Pontas Parulian.

Pontas mengatakan, pihaknya sempat mendokumentasikan kejadian tersebut sebelum melaporkan kepada pihak kepolisian dan saksi lainnya.

"Yang dibuka itu TPS 343," ujarnya.

Akibat dibukanya kotak suara tanpa prosedur dan diduga sudah direncanakan tersebut sempat membuat suasana gaduh, beruntung pihak kepolisian segera mengantisipasi.

Kemarahan sejumlah tim sukses pasangan calon wali kota sempat memuncak ketika ditemukan amplop kunci gembok yang sudah diganti dengan amplop baru sesuai asli yang diduga sudah digandakan.

Widodo mengaku disuruh Ketua PPS Hery Wijaya karena berita acara dari KPPS terkunci di dalam kotak suara.

"Saya membukanya karena disuruh Ketua PPS dengan alasan formulir berita acara penyerahan dari KPPS terkunci di dalam kotak suara," kata Widodo.

Dia mengaku tidak ada niat apa-apa membuka kotak suara yang sudah tersegel tersebut.

"Tidak ada maksud apa-apa," ujarnya.

Sementara Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Mas Furqon, mengatakan kejadian tersebut merupakan tindakan salah yang bisa dipidanakan.

"Jelas salah dan ini kelalaian dari anggota PPS tersebut membuka kotak suara tanpa sepengetahuan saksi dan panwas," ujarnya.

Sementara hasil penghitungan suara di TPS 343 yang dibuka tersebut adalah pasangan nomor 1 Maya Suryanti-Tengku Dahlan memperoleh 62 suara, pasangan nomor 2 Lis Darmansyah-Syahrul 69 suara, pasangan nomor 3 Hendry Frankim-Yusrizal memperoleh 16 suara, dan pasangan nomor 4 Husnizar Hood-Rudy Chua sebesar 29 suara.(nel)

Share

Fokus

Bulan Agustus Panen Narkoba

Sabtu, 30 August 2014
Bulan Agustus Panen Narkoba

WILAYAH Kepri menjadi tempat transit bagi para tersangka narkoba. Terbukti selam...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...