Selasa01162018

Last update05:00:00 AM

Back News Tanjungpinang Para TKI Diperlakukan Tak Manusiawi

Para TKI Diperlakukan Tak Manusiawi

Anggota DPR Kunjungi Penampungan Sementara

TANJUNGPINANG- Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran mengunjungi tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI) sementara di Jalan Transito, Tanjungpinang, Minggu (31/7). Anggota DPR dari dapil Kepri ini banyak menerima keluhan daripara TKI yang dideportasi pemerintah Malaysia itu.

Dalam kunjungan itu, Herlini didampingi anggota Komisi III DPRD Tanjungpinang M Arif dan Sekretaris Komisi I Ismiyati. Para anggota Dewan ini, selama di penampungan banyak menerima keluhan dari para TKI. Mulai dari penyiksaan yang mereka terima selama bekerja di Malaysia, sampai hal-hal lain menyangkut perlakuan yang mereka terima.  

Herlini dan rombongan sempat berdialog dengan salah seorang anak TKI yang lahir di Malaysia, dan sempat sekolah di sana.
Kepada Herlini, Miftakul menuturkan bahwa saat dia ditangkap umurnya baru memasuki usia 14 tahun atau sekolah setingkat SMP. Bapak dan ibu Miftakul merupakan TKI yang sudah lama bekerja di Malaysia. Orang tuanya sudah diberi izin tinggal dan menetap di Malaysia.

"Setelah ditangkap, kami dipisahkan dan dipindahkan ke penjara lain dengan alasan penahanan tidak memiliki dokumen lengkap. Saya dipenjara selama  empat bulan dan setelah keluar saya mencoba menghubungi orang tua, namun HPnya sudah tidak aktif lagi," ujar Miftakul Huda.

usai mendengar keluhan Miftakul, Herlini mengaku prihatin. Katanya, perlakuan seperti ini cukup sering terjadi dan dialami oleh pahlawan devisa negara ini.

"Ini harus diekspos secara luas, agar pemerintah pusat lebih serius memperhatikan para TKI yuang dideportasi," katanya.

Dalam kunjungan itu, Herlini juga mendengar keluhan dari TKI lainnya, Indra. Kejadian yang menimpa Indra justru lebih memprihatinkan. Indra dan temannya ditangkap polisi Malaysia, karena izin tinggalnya sudah habis.  

"Setelah kami ditangkap dan diadili di mahkamah Malaysia, para TKI di penjara dan mendapat siksaan yang tidak sewajarnya. Selama dipenjara, kami sering dirotan dalam keadaan telanjang. Kami diperlakukan seperti binatang," cerita Indra.

Di hadapan para TKI, Herlini mengaku prihatin.  Ia berjanji akan melaporkan persoalan ini ke Komisi IX DPR untuk dibahas. "Termasuk kondisi penampungan yang sudah tidak layak ini, nanti akan saya laporkan juga kepada pemerintah," janjinya. (eza)

Share