Jumat11282014

Last update12:00:00 AM

Back News Tanjungpinang Disperindag Kepri Sidak Swalayan

Disperindag Kepri Sidak Swalayan

SIDAK SWALAYAN -- Petugas dari Disperindag dan Perekonomian Provinsi Kepri melakukan pengecekan terhadap produk makanan dan minuman dari luar di swalayan Pinang Lestari Tanjungpinang, Kamis (2/8).sutana/haluan kepriTANJUNGPINANG (HK)- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar dan swalayan di Tanjungpinang. Dalam sidak tersebut, ditemukan beredarnya minuman tanpa bertuliskan merk luar yang dijual di salah satu swalayan di Bintan Center.

Temuan tersebut langsung dieksekusi dan dimusnahkan di tempat, disaksikan aparat kepolisian dan BPOM yang ikut dalam sidak tersebut. Sementara sebelumnya di Pasar Bintan Center, tim terpadu yang dipimpin Kepala Disperindag Kepri, Syed M Taufik juga melakukan pemantauan harga-harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Dari pantauan tersebut, tim menyimpulkan belum ada lonjakan harga yang cukup berarti di pasaran.

Syed M Taufik menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Disperindag terutama dalam memantau ketersediaan berbagai kebutuhan pokok di pasaran, terutama menjelang Idul Fitri. Disamping itu, juga untuk mengantisipasi masuknya berbagai produk luar yang belum mempunyai izin untuk beredar di Indonesia.

"Seperti minuman jenis Carnation cair yang kita temukan di Swalayan Pinang Lestari tadi, produk tersebut buatan Thailand yang belum dilengkapi tulisan merk luar sebagai syarat bolehnya produk beredar di Indonesia. Temuan yang berjumlah sembilan kes  itu langsung kita musnahkan di tempat, agar tidak diedarkan lagi," kata Syed, Kamis (2/8).

Hasria, pengawas lapangan Swalayan Pinang Lestari yang dimintai tanggapannya mengenai susu kaleng itu, ia tidak mengetahui banyak. Sebab untuk jalur keluar masuk barang, ada bagiannya tersendiri. Pihaknya juga tidak bisa mengecek secara detail satu persatu makanan luar yang masuk. "Kalau kerugian setelah dimusnahkan kami belum tahu dan belum menghitungnya. Yang jelas, kami mau mengikuti aturan saja," imbuhnya.

Sebelum dari Swalayan Pinang Lestari, Tim Terpadu yang terdiri dari Disperindag Kepri, BPOM, Dinkes Tanjungpinang, dan Badan Ketahanan Pangan sempat meninjau dan sidak ke Pasar Bestari, Tanjungpinang. Setelah itu dilanjutkan ke swalayan, dan diakhiri di peneraan alat atau pompa di SPBU Batu 10 Tanjungpinang.

Disejumlah SPBU, tim mengecek takaran yang diberlakukan dalam penjualan pada masyarakat. Dan sejauh ini, takaran tersebut masih dalam tahap normal atau bisa dikatakan sesuai takaran semestinya.

"Kalau volume takaran sebenarnya tidak ada masalah, tapi kebanyakan timbangan yang digunakan pedagang masih bersegel Vietnam. Seharusnya, hal ini tidak dibenarkan karena segel takaran (tera) harus dari tim metrologi Disperindag,"tandasnya.(rul)

Share

Fokus

Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

Minggu, 23 November 2014
Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

TANJUNGPINANG (HK)-- Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BB...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...