Senin09222014

Last update12:00:00 AM

Back Olahraga Analisis Selangkah Lagi, Robben

Selangkah Lagi, Robben

Hardimen Koto, Pengamat Sepakbola

Jika rakyat Belanda tengah dimabuk kepayang, baiklah jangan ada seorang pun yang mengganggu. Biarkan mereka seperti itu, sebab selangkah lagi dunia akan jadi milik mereka. Di Piala Dunia 2010, Belanda tampil menawan yang membuat kita berdecak kagum. Setelah melabrak Brasil 2-1 di babak delapan besar, Oranje menggebuk Uruguay di semifinal 3-2. Dan kini, Oranje tinggal memainkan satu lagi, yakni final.

Belanda punya segudang pemain top. Salah satu pemain yang tak pernah lepas dari pengamatan saya adalah Arjen Robben. Subjektifitas saya mengatakan, sukses yang direngkuh Oranje saat ini tak lepas dari peran Robben. Penyerang kelahiran Bedum, 23 Januari 1984, merupakan ‘roh’ Belanda. Tak hanya sebagai jiwa, Robben, menurut saya, juga inspirator sekaligus motivator serangan.
Saya sangat setuju dengan pelatih Bert van Marwijk yang mengatakan,” Kemampuaan Robben dalam menggiring bola dan melewati pemain lawan masih yang terbaik di tim kami saat ini. Dia tak hanya membuat lini belakang lawan berantakan, tapi bisa menjelma sebagai seorang eksekutor ulung”.

Marwijk sedang tak menghamburkan kata-kata kosong. Jutaan pasang mata menyaksikan betapa luar biasanya Robben. Tak berlebihan kiranya, jika majalah olahraga kenamaan Jerman, Der Spiegel, mendapuk Robben sebagai pesepakbola tercepat kedua setelah Cristiano Ronaldo, bomber Portugal. Kecepatan Robben 32,9 kilometer per jam, sedangkan Ronaldo 33,6 kilometer per jam. Kecepatan Robben kerap merepotkan pemain-pemain belakang lawan. Maka dari itulah, dibutuhkan dua atau tiga orang untuk menghentikan laju Robben.

Inilah yang kemudian membuat van Marwijk bahkan rekan-rekan setim was-was, mengingat Robben rentan cedera lantaran tebasan pemain lawan. Namun, banyak yang melayangkan kritik kepada Robben. Dia dituding berpura-pura jatuh lalu meronta kesakitan. Aksi Robben sempat memantik emosi Robinho, striker Brasil, kala keduanya bertemu di babak delapan besar.
Van Marwijk tak sependapat. Robben, kata dia, bukan tipe pemain cengeng yang doyan mencari belas kasihan wasit dengan cara berpura-pura jatuh. “Dia bukan tipe pemain seperti itu. Dia melakukannya murni karena pelanggaran, jadi bukan lantaran disengaja,” kata van Marwijk.

Terlepas dari semua itu, Robben adalah bagian penting dari tim Belanda kini. Afrika Selatan merupakan Piala Dunia kedua bagi Robben setelah Piala Dunia yang berlangsung di Jerman empat tahun lalu. Dia juga ikut membela panji-panji Oranje di ajang Piala Eropa 2004.

Robben bukan pemain baru bagi saya. Dia mencolong perhatian saya kala dia mengawali karier sepak bola profesionalnya bersama Groningen,  musim kompetisi 1999-2000. Tak sampai dua tahun, Robben selanjutnya direkrut PSV. Di PSV dia bermain dari 2002-2003 sebelum akhirnya berlabuh di klub raksasa Inggris, Chelsea. Penampilannya yang cemerlang memaksa Real Madrid untuk meminangnya. Terhitung dari 22 Agustus 2007, Robben yang kini bermain untuk Bayern Munich, merumput bersama El Real.

Seberapa besarkah peluang Belanda untuk jadi Juara Dunia 2010? Jawabannya bergantung kepada Robben. “Jika ada Robben, pertandingan terasa lebih mudah. Umpan-umpannya sangat matang, sehingga memudahkan kami untuk mencetak gol. Keuntungan lain, Robben pasti dijaga dua atau tiga pemain yang membuat kami bebas bergerak di daerah pertahanan lawan,” Rafael van der Vaart.
Sekali lagi, saya mengamini Rafael van der Vaart. Belanda menaruh harapan besar kepada Robben. Dia adalah lokomotif serangan. Serbuan dan gempuran ala Robben menentukan sejarah sepak bola Negara Kincir Angin di kemudian hari. Belanda belum pernah sekalipun merengkuh puncak prestasi selama keikutsertaannya di Piala Dunia. Oranje dua kali gagal di final yang memaksa mereka untuk puas sebagai runner up, Piala Dunia 1974 dan 1978.

Robben selangkah lagi mewujudkan mimpi rakyat Belanda. Keyakinannya kian berlipat ganda, walau Robben juga tak mau takabur. “Masih ada satu pertandingan lagi dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkannya. Ini adalah Piala Dunia kedua bagiku dan aku ingin memberikan yang terbaik buat Belanda”, katanya.

Share

Fokus

Apakah Oknum Aparat Terlibat ?

Minggu, 07 September 2014
Apakah Oknum Aparat Terlibat ?

Pelangsir BBM di Batam

NONGSA(HK) -- Dugaan keterlibatan oknum polisi semakin ku...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...