Jumat07252014

Last update12:00:00 AM

Back Olahraga Sport Melatih Fisik dengan Ilmu Bela Diri

Melatih Fisik dengan Ilmu Bela Diri

BANYAK kegiatan positif yang bisa dilakukan remaja. Salah satunya dengan mengikuti kelas bela diri. Belajar bela diri mendatangkan manfaat yang besar, minimal untuk memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani.


Johni F. Liputan Batam

Bela diri tidak selalu digunakan untuk menjaga diri dalam suatu perkelahian, karena di jaman sekarang tidak semua orang suka berkelahi. Akan tetapi beladiri silat berguna pula untuk hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari di rumah.

Contohnya, Apabila kamu menguasai karate, kamu tidak akan terjatuh dengan parah bila terpeleset. Mungkin saja kamu terjatuh tetapi karena refleks hasil latihan sehari-hari, kamu mampu menolong diri sendiri pada saat yang tepat.

Latihan bela diri juga merupakan bagian dari olahraga yang berguna untuk memelihara kesehatan jasmani. Karate atau Silat misalnya, memiliki memiliki cara-cara khusus dalam membina kesehatan jasmani. Dengan melakukan teknik tertentu, selain gerakan pemanasan pada umumnya yang ada pada tiap cabang olahraga, bela diri ini juga melatih otot-otot.

Biasanya, seseorang yang sudah mengikuti latihan bela diri, bakal menjadi lebih peka pendengaran dan lebih awas penglihatannya, bila dibanding dengan cabang olah raga lain. Selanjutnya, dengan gerakan dan teknik-teknik tertentu pula kamu bisa melatih otot-otot leher serta persendiran tubuh.

Untuk menguatkan alat-alat dalam tubuh, termasuk bagaimana cara menambah kesehatan jantung dan paru-paru, saat mengikuti latihan bela diri kamu akan dilatih bagaimana teknik pernafasan yang baik. Jadi, khusus
bagi alat-alat tubuh bagian dalam, bukan hanya gerakan tubuh yang menguatkannya, melainkan latihan bernapas khusus yang baik. Tentu saja hal ini dilatih secara bertahap, tetapi semakin meningkat.

Sebagian besar remaja berpendapat, olah raga bela diri diperlukan untuk membekali diri dari hal-hal yang buruk. "Kalau dipikir rasanya memang perlu belajar ilmu beladiri. Bukan untuk sok jagoan  tapi murni untuk membela diri," ujar Feready yang telah lama menekuni bela diri silat.

Menurut alumni SMA 1 Tanjungpinang ini,kemampuan bela diri ini diperlukan sekali terutama jika berada di dalam suatu kondisi, dimana tidak ada lagi kesempatan untuk lari menyelamatkan diri. "Saya pernah berkelahi karena diolek-olok oleh teman. Dengan kemampuan bela diri silat yang saya pelajari saya bisa mengatasi teman tersebut," kata remaja kelahiran, Jakarta 19 Januari 1991 ini.

Feready juga menuturkan, dirinya tertarik mengikuti bela diri silat karena untuk menyalurkan hobi sekaligus melestarikan budaya asli Indonesia. Menurutnya silat berbeda dengan bela diri lainnya karena gerakannya ada seninya.  Berkat keseriusan dirinya menggeluti hobi bela diri ini, Feready pernah meraih juara I cabang pencak silat tingkat Provinsi Kepri dalam ajarang O2SN tahun 2010 lalu.

"Saya juga pernah mewakili Kepri di tingkat nasional namun tidak mendapatkan juara hanya masuk lima besar," kata cowok yang juga hobi modeling ini.

Baginya mengikuti olah raga bela diri bukan berarti ketinggalan zaman atau trend justru sebaliknya, bela diri melatih mental dan fisik agar siap menghadapi rintangan dalam hidup. "Selain dulu berlatih di sekolah dengan guru olah raga saya juga tergabung dalam Persatuan Setia Hati Terate di Tanjungpinang," ujar pemegang sabuk putih ini.

Remaja lain yang juga menekuni bela diri adalah Dinda Permata Sari. Siswi kelas 1 SMA 14 ini lebih tertarik mengikuti latihan karate. Meski seorang Cewek, Dinda tidak risih harus melakukan gerakan-gerakan bela diri yang biasa banyak dilakukan pria.

"Saya memandang cewek juga perlu membekali dengan bela diri sebagai pegangan dari gangguan orang jahat. Di samping itu juga sebagai sarana menunjukan bakat," kata cewek kelahiran Batam, 2 Desember 1995 ini.

Dinda yang belajar karate sejak duduk di bangku Sekolah Dasar saat ini masih aktif berlatif dalam perkumpulan Kusien R- Karatedo Indonesia (KKI) dan telah memegang sabuk coklat. "Saya tertarik dengan ilmu bela diri karate sejak masih SD dan sampai sekarang tetap latihan di sela-sela kesibukan sekolah," kata cewek yang pernah meraih juara I Walikota CUP tahun 2009 lalu. ***

 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Dokter Dewi Metta Spa Mkes - Dokter Anak RS. Awal Bros Batam

Menjiwai Pekerjaan dan Mencintai Anak

Tak peduli apa pun karir yang kita miliki, kita harus memandang penting moral  dan dengan serius dan mengikuti standar tinggi dalam beretika, karena itu adalah nilai dasar sebagai manusia.

Begitu juga sebagai seorang yang guru harus mengikuti etika seorang guru, seorang pengusaha harus mengikuti etika berbisnis, seorang dokter harus mengikuti etika medis, seorang pejabat harus mengikuti kode etik yang ada.

Sperti dokter spesialis anak yang bertugas di RS awal bros Batam ini. Ia terbilang banyak diminati para ibu, terutama ibu-ibu yang ingin mengkonsultasikan permasalahan anak mereka. Dokter lulusan Universitas Padjajaran ini, sangat memperhatikan jalinan hubungan dokter dengan pasien. Hampir setiap hari praktek di RS Awal Bros Batam, ia sangat disukai ibu-ibu yang memiliki anak-anak sebagai pasiennya.

Metta, begitu panggilam akrab doker anak yang tinggal di perumahan Sukajadi ini. Baginya menjadi seorang dokter anak adalah profesi yang sangat menyenangkan. “ Hari-hari bertemu anak-anak dan bisa mengetahui perkembangan anak adalah suatu kebahagiaan bagi saya,” ujar Metta.

Ibu dua anak ini memang sangat teliti dengan tiap pasiennya, hampir setiap pasien yang datang berobat Metta mengenal dan mengingat nama pasiennya.

” Karena saya memang mencintai anak kecil, jadi tiap pasien yang berobat saya perhatikan betul riwayatnya, dengan begitu saya tepat dalam mendiagnosa pasien saya,” jelasnya.

Pekerjaan seorang dokter bukan saja sebuah profesi baginya, tetapi memang ia menjiwai pekerjaan tersebut.

“Sebenarnya profesi apapun yang kita geluti memang harus kita sukai, dengan begitu kita bisa melakukan yang maksimal untuk prodesi kita,” jelasnya.

Yang menarik bagi dokter anak yang satu ini adalah cara ia membuat nyaman pasiennya saat imunisasi. Bayi pada umumnya selalu menangis saat dilakukan imunisasi, berbeda dengan Metta, ia punya cara sendiri sebelum akhirnya melakukan imunisasi kepada pasiennya.

“ Sebenarnya sama saja setiap anak, kalau sudah di imunisasi pasti nengis kena jarum suntik, Cuma paling tidak kita berikan dulu dia rasa nyaman, sehingga bayi tidak panik waktu di suntik. Kalau bayi panik bisa berbahaya waktu dilakukan imunisasi,” jelasnya.

Dokter Metta sudah bertugas sejak tahun 2005 di Rs Awal Bros. Dokter berdarah Sunda ini ternyata tidak saja menjadi favorit pasien anak di RS Awal Bros, tetapi juga tenaga medis yang bertugas di RS. Ia dikenak enak diajak ngbrol apa aja, apalagi kalau sudah selesai jam praktek, banyak hal yang bisa untuk berbagi dengan dokter yang cantik dan ramah ini

Kedekatannya dengan pasien dan ketelitiannya dalam melayani pasien yang datang saat imuniasi misalnya, memang diakui oleh beberapa orang tua pasien. Sebut saja mama Hana, orangtua pasien anak yang saat datang untuk imunisasi bayinya. Kalau dengan dokter Metta, kata mama Hanna, anaknya mau di ajak kerumah sakit. “Tapi saya pernah dibawa ke dokter yang lain, kita baru sampai di lobi rumah sakit saja sudah minta pulang,” katanya.(*)

Biodata

Nama : Dr. Dewi Metta Spa Mkes

Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 25 mei 1968

Pendidikan : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung.

Pekerjaan : Dokter Anak RS Awal Bros

Alamat : Perumahan Sukajadi Batam

Share

Fokus

"AlQur'an Obat Segala Keresahan"

Kamis, 17 July 2014

Batam (HK) – "Allah SWT menurunkan obat bagi kegelisahan dan permasalahan manusi...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...