Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Olahraga Sport Timnas Tekuk Thailand 2-1

Timnas Tekuk Thailand 2-1

timnas menangFinal Pertama Piala AFF 2016

BOGOR (HK)— Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Thailand pada pertandingan pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (14/12). Rizky Pora dan Hansamu Yama menjadi pahlawan tim Garuda.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi pertandingan kedua pada 17 Desember nanti di Stadion Rajamangala, Bangkok.

Pasukan Alfred Riedl hanya perlu meraih hasil imbang untuk mencatat sejarah merengkuh trofi turnamen dua tahunan antar negara Asia Tenggara tersebut. Sejak mengenal final kandang-tandang, tim pemenang final pertama selalu menjadi juara turnamen.

Indonesia sempat tertinggal 0-1 di babak pertama. Tetapi di babak kedua berhasil membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1. Dua gol tersebut disumbangkan oleh Rizky Ripora dan Hansamu Yama. Kemenangan laga pertama ini akan menjadi modal sebelum tim asuhan Alfred Riedl menjalani laga kedua babak final Piala AFF di kandang Thailand.

Pelatih kiper tim nasional Indonesia, Gatot Prasetyo, menilai semangat juang yang tinggi dari Boaz Solossa dan kawan-kawan menjadi kunci dalam mengalahkan Thailand. "Alhamdullilah yah. Memang belum bisa clean sheet sampai hari ini. Minimal langkah kami tidak terlalu sulit. Kami syukuri hasil ini. Luar biasa yah pertandingan," kata Gatot seusai laga.

Gatot bahkan mengaku sempat tidak percaya Indonesia bisa meraih kemenangan. Indonesia sempat tertinggal pada babak pertama oleh gol Teerasil Dangda pada menit ke-33. Namun, Indonesia mampu bangkit pada babak kedua dan memastikan kemenangan.

Gawang Thailand yang dikawal Kawin Thamsatchanan berhasil dibobol Rizky Pora (65') dan Hansamu Yama (70'). "Semua awalnya tidak percaya. Ketinggalan 0-1. Tapi kami punya semangat juang untuk membalikan keadaan," ujar Gatot.

Dengan hasil ini, Indonesia hanya perlu meraih hasil imbang pada leg kedua untuk mengunci gelar Piala AFF. Pertandingan kedua akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12). Sejauh ini, Indonesia belum pernah meraih gelar Piala AFF. Pencapaian terbaik Garuda adalah runner-up sebanyak 4 kali.

Pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang mengakui dua gol balasan Indonesia murni merupakan kesalahan lini belakangnya. Hal ini tentu menjadi pil pahit bagi Thailand yang sejatinya menguasai jalannya pertandingan dalam 90 menit laga. 60 persen penguasaan bola menjadi milik Thailand, sisanya menjadi milik Indonesia.

"Selamat untuk Indonesia atas kemenangan ini. Dua gol yang tercipta dari tendangan jarak jauh dan gol kedua melalui sepak pojok adalah kesalahan kami," jelas pelatih yang seringkali disapa Zico ini, seusai pertandingan, Rabu (14/12).

Terkait mentalitas para pemainnya yang akhirnya menelan kekalahan pertama selama Piala AFF 2016 berlangsung, Kiatisuk tidak mau berkomentar banyak. Namun, pelatih 43 tahun menegaskan ia tidak ingin mencari alasan atas kekalahan tim asuhannya.

"Kekalahan adalah kekalahan, kita tidak ingin mencari alasan apapun," tutupnya. Kedua tim akan kembali bertemu di Bangkok, 17 Desember mendatang.

Alfred Riedl mengakui kalau Thailand tampil bagus. Meski Indonesia menang, laga leg pertama final AFF Suzuki Cup 2016 disebut Riedl sangat sulit untuk timnya. "Ini pertandingan yang sangat sulit untuk Indonesia melawan tim yang lebih baik, terutama di babak pertama," ujar Riedl usai pertandingan.

"Thailand menunjukkan diri merupakan tim terbaik di Asia Tenggara, sangat jelas di babak pertama. Mereka bermain sangat bagus dengan kualitas operan yang bagus."

"Saya pikir bahwa Indonesia bisa berada selevel dengan Thailand jika kita terus membangun timnas sama seperti saat ini. Saya percaya itu. Indonesia butuh waktu untuk lebih baik lagi," lanjut Riedl.

"Kami mempunyai gaya seperti Thailand di saat ini. Tapi kami butuh waktu," katanya.

Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada tim nasional Indonesia yang berhasil mengalahkan Thailand 2-1 dalam laga pertama final Piala AFF 2016, Rabu malam. "Selamat...selamat...selamat.. Untuk Tim Nasional Indonesia," cuit Jokowi di akun Twitternya, @jokowi, Rabu (14/12).

Dalam cuitannya itu, Jokowi juga menyertakan sebuah foto dirinya yang mengenakan kemeja putih, sedang duduk sambil menonton pertandingan Indonesia melawan Thailand di laptop. Dengan tangan kanannya yang menempel di pipi, Jokowi terlihat sedang tersenyum di foto itu.

Jokowi tak bisa menyaksikan langsung pertandingan seperti saat Indonesia mengalahkan Vietnam 2-1 pada laga pertama babak semifinal, 7 Desember 2016. Saat ini, Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja ke Iran. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menggantikan Jokowi ke Stadion Pakansari, Bogor, untuk menonton laga final.

Terlibat Bentrok

Hingga Rabu (14/12) malam, ribuan suporter timnas Indonesia terus memenuhi Stadion Pakansari untuk menyaksikan final Piala AFF antara Indonesia melawan Thailand.

Namun, kebanyakan dari mereka tidak dapat memasuki stadion karena tak memiliki tiket. Aparat kepolisian dan panitia penyelenggara pun disibukkan dengan memeriksa tiket para suporter yang datang. Lebih dari 30.000 penonton diperkirakan hadir mendukung tim Garuda. Kondisi itu lantas sempat membuat suasana tegang.

Sejumlah suporter memaksa masuk dengan mendorong pintu gerbang stadion. Sempat terjadi aksi saling dorong yang menyulut emosi antara aparat kepolisian dengan para suporter. Aksi saling pukul tak terelakkan. Salah satu suporter menjadi bulan-bulanan petugas.

Sementara itu, di pintu 11, sejumlah suporter masih tertahan. Mereka tak bisa masuk lantaran di dalam stadion sudah penuh. Alhasil, mereka kecewa dan mencaci maki panitia dan petugas kepolisian yang berada di sana.

"Kita udah beli tiket, tapi nggak bisa masuk. Kita udah ngantre dari pagi. Nggak profesional," kata salah satu suporter. Hingga kemarin malam, suasana di luar stadion terus disesaki penonton yang tak bisa masuk ke stadion meski pertandingan sudah berjalan. (kcm/tmp/mi)

 

Share