Minggu04202014

Last update12:00:00 AM

Back Opini | KNPI dan Kepemimpinan Pemuda

KNPI dan Kepemimpinan Pemuda

Umar Natuna, Ketua STAI Natuna dan Mantan Aktivitas KNPI

Desakan sejumlah Pengurus  DPD KNPI Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri, agar DPD KNPI Provinsi Kepri segera melakukan Musda (Musyawarah Daerah) adalah tepat dan strategis. Sebab sebagai organisasi kader, KNPI adalah wadah berhimpun para pimpinan pemuda dari berbagai kalangan seperti OKP dan unsur kepemudaan lain. Sebagai organisasi kader ia mestinya memberi contoh yang baik dalam menjalan roda organisasi. Sehingga, para organisasi pemuda dan OKP dapat menjadikan KNPI sebagai baromoter dalam pelaksanaan tata organisasi kepemudaan.

Karena itu, keterlambatan DPD KNPI Provinsi Kepri melaksanakan Musda sebagai amanat Organisasi tentu akan berimpilikasi serius baik terhadap eksistensi KNPI itu sendiri maupun proses pengkaderan kepemimpinan pemuda itu sendiri. Dalam konteks internal KNPI tentu akan menimbulkan berbagai pelanggaran norma dan aturan organisasi-yang kemudian melahirkan berbagai priksi dan gejolak. Priksi dan gejolak tersebut  bila tidak bisa dikelola dengan baik akan merugikan citra dan eksistensi KNPI itu sendiri. Sedangkan secara eksternal, keterlambatan pelaksanaan Musda akan tersumbat mekanisme rotasi dan regenerasi kepemudaan itu sendiri.
Kehilangan Orientasi

Keterlambatan DPD KNPI Provinsi Kepri dalam melaksanakan Musda yang merupakan amanat organisasi adalah gambaran betapa KNPI telah kehilangan orientasi dalam menempatkan KNPI sebagai wadah berhimpun dalam proses pengkaderan kepemimpinan pemuda. Sebagai organisasi kader, KNPI adalah wadah berhimpun berbagai potensi kepemudaaan yang kemudian ditempa dan dibina agar menjadi calon-calon pemimpin organisasi pemuda, politik dan bahkan pemerintahan. Karena itu, tidak heran jika banyak kaum muda yang sangat berharap dapat masuk dan berhimpun dalam wadah KNPI. Melalui wadah KNPI-lah berbagai potensi ditempa, dibina dan dikembangkan yang kemudian melahirkan calon-calon  pemimpinan masa depan bangsa.

Namun realitas kini jauh berbeda. KNPI selama ini tak lebih  hanya ditempatkan sebagai organisasi “ batu loncatan” untuk memperoleh akses status sosial dan kekuasaan politik. Sehingga proses rekrutmen dan menempatan personil kepengurusannya tidak lagi mengacu pada norma, aturan dan proses pengkaderan yang baik. Melainkan, lebih merupakan stempel atau pesanan dari berbagai kepentingan politik, kekuasaan dan status qua lainnya. Karenanya, tidak heran, jika seseorang setelah menduduki Ketua KNPI akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya walaupun pun dengan cara melanggaran aturan Organisasi misalnya. Hal ini disebabkan, motivasi, tujuan dan orientasi untuk berhimpun dalam KNPI bukan lagi sebagai pengkaderan, melainkan lebih berorientasi melanggengkan kekuasaan itu sendiri.

Makanya, berlarut-larutnya berdebatan tentang pelaksanaan Musda KNPI Provinsi Kepri, yang kemudian melahirkan berbagai desakan baik dari internal KNPI maupun ekstern KNPI merupakan bagian dari perubahan orientasi KNPI itu sendiri. Mestinya, Musda dilakukan sesuai dengan waktu atau priodesasi kepengurusan. Bukan malah diulur atau sengaja diambangkan, sehingga berbagai aturan dan proses pengkadera menjadi mandeg.
Revitalisasi

Dalam konteks ini Musda bukan hanya penting sebagai instrumen untuk melakukan evaluasi dan proses rotasi kepengurusan dalam KNPI, melainkan jauh lebih penting adalah untuk melakukan reorientasi dan revitalisasi organisasi itu sendiri. Revitalisasi KNPI menjadi penting. Pertama, agar KNPI tidak terus menerus terjebak sebagai batu loncatan bagi seseorang untuk memperoleh kedudukan dan kekuasaan semata. Atau sebagai wadah bagi kepentingan politik tertentu-yang ujungnya untuk melanggengkan kekuasaan atau kepentingan politik tertentu.

Kedua, sejak reformasi, berbagai organisasi kepemudaan, profesi dan LSM tumbuh bagaikan jamur. Masing-masing berdiri, bergerak dan beraktivitas seolah-olah tanpa arah dan tujuan untuk kepentingan bangsa. Semua bergerak untuk tujuan jangka pendek seperti kepentingan ekonomi, dan politik yang sama sekali tidak bersentuhan dengan kepentingan bangsa yang lebih luas. Hal dapat kita rasakan, banyak organisasi pemuda, profesi dan LSM, namun perhatian terhadap proses pengkaderan kepemimpinan pemuda masa depan tetap saja terabaikan. Krisis kepemimpinan dalam organisasi pemuda terus saja menguat.

Ketiga, bahwa bangsa ini memerlukan dukungan organisasi pemuda yang kuat, agar bangsa ini tidak mengalami bangsa yang gagal. Berbagai persoalan bangsa seperti kemiskinan, ketertinggalan dan keterjajahan ekonomi dan budaya oleh bangsa lain dewasa ini memerlukan para pemimpin yang visioner, berani dan kuat. KNPI haruslah menjadi wadah untuk mengkader para pemimpin yang visioner, berani dan kuat kedepan.

Untuk kepentingan jangka pendek dan prbadi yang menggunakan atribut organisasi mestinya ditinggalkan jauh-jauh oleh para aktivitas pemuda yang tergabung dalam KNPI.

Keempat, revitalisasi KNPI Kepri menjadi kian mendesa agar, proses pembangunan di Kepri menjadi lebih adil, seimbang dan berpihak pada daerah yang lemah. Kritikan sejumlah daerah seperti Natuna dan Anambas atas ketidakberpihakan Provinsi Kepri terhadap percepatan pembangunan di daerah tersebut. KNPI Kepri, dalam konteks ini harus mampu mengakomodir kepemudaan dari masing-masing Kabupaten/ Kota, terutama Kabupaten daerah perbatasan dan mengakomodir kritikan daerah tersebut, sehingga proses pembangunan di Kepri dapat sesuai dengan tujuan berdirinya Provinsi Kepri itu sendiri.

Kepemimpinan yang Mandiri

Oleh sebab itu, Musda KNPI Provinsi Kepri yang akan digelar selain untuk menjalan roda organisasi adalah untuk melakukan revitalisasi yang ujungya adalah untuk melahirkan kepemimpinan pemuda Kepri yang mandiri.  Kepemimpinan kepemudaan Kepri yang mandiri diperlukan oleh KNPI Kepri kedepan, agar dengan modal itulah, KNPI Kepri akan mampu menempatkan diri sebagai organisasi kader dan wadah untuk melakukan bargaining posision terhadap pemerintah dan kekuatan global. Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi KNPI Provinsi Kepri, selain segara melakukan Musda, juga harus melahirkan pemimpin pemuda yang mandiri.

Akankah Musda KNPI Provinsi Kepri akan digelar atau dibiarkan status qua? Dan akankah dengan dilaksanakan  Musda nantinya akan melahirkan kepemimpinan pemuda yang mandiri, visioner dan kuat? Atau ia hanya sekedar ritual organisasi tanpa melahirkan harapan apapun? Hal ini amat tergantung pada niat, motivasi dan orientasi para pemuda yang kini tengah getolnya mengusung agar Musda cepat terlaksana. Dan para pemimpin KNPI yang kini tengah memegang “kekuasaan” DPD KNPI Provinsi Kepri itu sendiri. Wallahualam Bisyawab.***

Share