Jumat10312014

Last update12:00:00 AM

Back Opini | Remaja Menyambut Ramadhan

Remaja Menyambut Ramadhan

Afrizal Kh, S.IP, M.Si, Ketua Wilayah Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Provinsi Kepulauan Riau

Alhamdulillah tanpa terasa bulan suci Ramadhan telah diambang pintu. Bulan mulia yang ditunggu umat muslim sedunia. Para sahabat dan salafus sholeh mempersiapkan diri jauh hari sebelum ramadhan itu datang, mereka telah berdoa ketika masuk bulan sya’ban dengan do’a Allahumma Bariklana Fii Rajaba Wa Sya’ban Waballighna Ramadhan (ya Allah berkatilah kami dibulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan ramadhan). Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan merupakan yang paling istimewa dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Kebahagian dan kegembiraan menyambut bulan Ramadhan telah sampai ke lingkungan kita, dimana kita menyaksikan banyaknya atribut-atribut yang menandakan akan segera datang Ramadhan, kita melihat rumah tangga muslim yang menyiapkan segala macam kebutuhan-kebutuhan sehari-hari untuk selama Ramadhan, masyarakat di lingkungan yang bergotong royong membersihkan dan memperindah masjid ,  program-proram televisi dan sebagainya telah menyiapkan program khusus selama ramadhan bahkan seluruh umat manusiapun tanpa memandang agama ikut terlibat dalam bulan Ramadhan yang datang setahun sekali tersebut. Mudah-mudahan bagi umat Islam semua upaya yang dilakukan tersebut dihitung pahala oleh Allah SWT.

Bagaimana dengan remaja menyambut Ramadhan? Apakah beda atau sama dengan orang dewasa pada umumnya menyambut dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan?. Menurut penulis remaja harus menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Islam Indonesia pada khususnya, remaja harus memainkan peran yang besar dalam menyambut dan mengisi bulan yang mulia ini. Mengapa? Remaja merupakan usia dimana seorang manusia mencari jati diri dan karakter diri guna menjadi pondasi untuk mengisi kehidupan masa depan. Masa depan  manusia  sangat ditentukan dan tergantung menjadi apa mereka saat usia remaja, jika pada usia remajanya dihiasi dengan kebaikan dan  kontribusi positif bagi dirinya serta masyarakat, jauh dari perbuatan-perbuatan yang menyimpang maka dibisa ditebak akan seperti apa mereka ketika menjadi manusia dewasa. Begitu juga sebaliknya jika pada usia muda dan remaja dihiasi dengan perbuatan maksiat dan amoral maka tidak akan jauh beda pada usia dewasanya.

Oleh karena itu saat pembentukan kepribadian perlu ditanamkan pada diri remaja akan pemahaman ajaran Islam yang baik dan benar, pengalaman yang berkesan dan tertanam dalam dirinya akan pentingnya agama dalam kehidupan ini. Remaja harus dibiasakan  untuk melakukan tindakan-tindakan yang benar dimulai dari hal yang paling sederhana sekalipun, karena penerus estafet kepemipinan manusia dimasa depan adalah remaja pada masa kini. Jika remaja pada masa kini dihiasi dengan kemaksiatan maka buruklah masa depan mereka.

Ramadhan merupakan momen yang baik bagi remaja untuk mengisi dan beraktifitas positif dalam melatih diri dengan menanamkan pendidikan Islam yang benar, jangan sampai pada usia muda remaja sangat gampang terpengaruh untuk melakukan hal-hal negative dengan melakukan pembenaran bahwa masa muda merupakan masa untuk berfoya-foya, bertaubat jika sudah menginjak usia tua. Seorang ulama tabi’in Hafsah Binti Sirrin memberikan nasehat kepada pemuda “Wahai anak muda! Pergunakanlah masa muda kalian untuk beramal. Menurutku alangkah baiknya jika masa muda itu digunakan untuk beramal”.

Wahai remaja mari pergunakan waktu muda ini untuk menanamkan karakter dan pondasi dengan mematapkan pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran Islam yang agung ini. Makmurkan masjid dengan shalat berjamaah lima waktu dan tarawih, perbanyak tadarrus Al Quran. Ajaklah sahabat-sahabat yang lain untuk aktif diremaja masjid, ikutilah pesantren kilat yang diadakan oleh lembaga-lembaga atau pengurus masjid setempat. Jangan terpancing untuk melakukan hal-hal yang negatif terutama dibulan ramadhan dan jangan rusak bulan yang mulia ini dengan perbuatan maksiat. Jangan terpancing dengan jargon tidak gaul dan sebagainya ketika seseorang menunjukkan kesolehan dirinya. Mari kita balikkan jargion tersebut “ hari gini masih gak ke Masjid?”.

Kepada para orang tua, tidak cukup untuk memperbaiki generasi muda tanpa campur tangan dari para orang tua. Usia remaja butuh panutan dan tokoh yang bisa membimbing dan mengajak mereka untuk melakukan hal-hal yang positif. Tidak ada artinya jika kita berharap remaja yang sholeh tetapi tidak didukung dari dalam keluarganya yang merupakan sekolah pertama bagi mereka untuk mendapatkan ilmu dan ketauladanan. Oleh karena itu perlu perhatian yang luas bagi orang tua untuk anak-anaknya. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka melakukan tindakan-tindakan yang bermanfaat terutama pada Ramadhan yang agung ini.

Peran orang tua sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Oleh karena itu ada beberapa tindakan yang harus dilakukan oleh orang tua jika mereka ingin anak-anaknya memiliki kepribadian yang Qurani : pertama orang tua harus menjadi qudwah, yakni menjadi pemimpin yang memberikan keteladanan. Kedua, jadikanlah rumah kita rumah yang dihiasi dengan zikir dan keimanan. Ketiga, Ikatkanlah anak-anak kita dengan Al Quran mulai dari membaca, menghafal dan mengamalkan kandungan Al Quran. Keempat, jagalah mereka agar terhindar dari pergaulan yang merusak. Kelima, berilah motivasi kepada mereka agar  mencintai Alquran dan akhlak yang baik. Keenam, perhatikan pakaian mereka jangan sampai memakai pakaian-pakaian yang dilarang dalam Islam. Ketujuh, berdoalah untuk mereka agar manjadi anak yang sholeh bermanfaat bagi agama dan bangsa.

Ramadhan memiliki arti penting bagi remaja jika ramadhan diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat selain melaksanakan ibadah-ibadah khusus yang dianjurkan selama bulan ramadahan. Kegiatan positif tersebut bisa seperti pesanren kilat, perbanyak silaturahim, bersedekah dan sebagainya. Dengan harapan bisa memberikan kekuatan kepada mental remaja untuk menghadapi tantangan zaman. Remaja yang memiliki mental dan jiwa yang kuat secara spiritual akan mewarnai tindakan dan cara bersikap ketika menghadapi suatu masalah. Ketika remaja Indonesia dan Kepulauan Riau pada khususnya bisa memaksimalkan dan memanfaatkan bulan yang mulia ini dengan kegiatan-kegiatan  positif dan bermanfaat sebenarnya bangsa Indonesia lagi mempersiapkan calon generasi rabbani yang mereka hanya takut kepada Allah SWT, mereka hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhkan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Oleh karena itu wahai kepada remaja mari kita persiapkan diri dalam menyambut Ramadhan yang mulia ini dengan menyiapkan diri untuk memperbanyak tilawah Alquran, membaca buku yang berhubungan dengan puasa agar kita lebih memahami hakikat dan tata cara berpuasa, menata kembali rumah kita dengan melakukan gotong royong keluarga untuk menyambut Ramadhan, tunjukkan kecintaan kita kepada keluarga saling menyayangi dan saling membantu dalam pencapaian target ramadhan, silaturahim kepada tetangga dan kerabat serta optimalkan doa kita semoga Allah SWT menyampaikan usia kita ke Ramadhan tahun ini dan bisa menyempurnakan hingga akhir Ramadhan.

Dengan persiapan yang maksimal  mudah-mudahan para remaja secara mental siap untuk menyongsong dan menyambut ramadhan, ramadhan akan member arti bagi remaja. Insya Allah selesai ramadhan kita semua keluar dengan prediket hamba yang muttaqin. Amin. Wallahu Alam.

Share