Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Pendidikan

Siswa Diminta Tidak Konvoi

Saat Rayakan Kelulusan UN SMA/SMK pada 2 Mei Mendatang

BATAM (HK)  - Sejumlah kepala Sekolah (Kepsek) sejak jauh-jauh hari telah melarang siswa kelas akhir tingkat SMA/SMK melakukan konvoi atau corat-coret saat merayakan kelulusan ujian nasional (UN) yang akan diumumkan pada 2 Mei mendatang.

Terapkan Standar Kelulusan Siswa

SMPN 10 Batam Inginkan Siswa Lebih Berkualitas

BATAM (HK) -Kepala Sekolah SMPN 10 Batam, Rahip SPd menegaskan, bahwa untuk meluluskan siswa itu tidak hanya berpatokan pada nilai yang bagus semata, melainkan harus disertai dengan prilaku atau budi pekerti siswa yang baik. Maka dari itu kata Rahip, SMPN 10 Batam telah menerapkan standar penilaian kelulusan siswa mencakup nilai rata-rata minimum harus 70 atau setiap mata pelajaran minumum harus 65, serta siswa memiliki prilaku yang terpuji.

Gelar UNBK Butuh 7 Lab dan 140 Unit Komputer

Sekolah Berharap Dapat Bantuan Sarana dari Pemerintah

BATAM (HK) - Tahun ini SMPN 10 Batam belum siap menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal ini lebih dikarenakan sarana dan prasarana dimiliki sangat terbatas, serta jumlah siswa peserta ujian nasional cukup banyak mencapai 445 siswa. Setidaknya, sekolah minimal membutuhakan 140 unit komputer, serta 7 ruang Lab.

184 Siswa Ikut UNBK Susulan

BATAM (HK) - Sebanyak 184 siswa tingkat SMK di Batam sejak 18 April hingga 19 April kemarin mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) susulan. Ke 184 siswa ini dikarenakaan saat UNBK utama, mengalami permasalahan komputer soal yang mereka kerjakan tidak muncul. Meski demikian, saat ikut UNBK susulan para siswa nampak tenang dan berjalan lancar, begitu pula akses server cukup lancar.

Siswa Pusing Banyak Ujian

Satu Tahun Bisa 6 Kali Ujiam

BATAM (HK) - Siswa SMP dan SMA/SMK yang duduk di kelas akhir mengaku pusing sekolah banyak menggelar ujian. Satu tahun bisa enam kali ujian, diantaranya, ujian MID pertengahan semester ganjil, ujian semester ganjil, ujian  try out bisa tga hingga empat kali digelar, belum lagi US, USBN, dan terakhir Ujian Nasional (UN).  "Pusing sudah kelas tiga ini banyak ujian kita lakukan, jadi kita tidak bisa banyak waktu bermain, belajr dan belajar terus. Habis kalau tidak belajar nilai bisa meresot," ujar Nieky siswa kelas IX SMP usai mengikuti USBN hari terakhir, Rabu (19/4).

Target Raih Nilai UN Tertinggi

SMPN 9 Batam Lakukan Berbagai Stategi Hadapi UN

BATAM (HK)- Kepala Sekolah SMPN 9 Batam Dra. Eny Murtiyastuti, M.Si merasa optimis bila siswa-siswi kelas IX pada UN tahun ini bisa meraih nilai terbaik. Maka dari itu, ia menargetkan salah satu siswanya bisa masuk 10 besar perolehan nilai UN tertinggi se Kepri. "Optimis saja siswa kita bisa meraih lebih bagus,  dan masuk 10 besar perolehan nilai UN tertinggi se Kepri. Karena pada UN tahun lalu, ada salah satu siswa kita yang masuk 7 besar peraih nilai UN tertingi se Kota Batam dengan rata-rata diatas 9" ujarnya kepada Haluan Kepri, Senin (17/4).

Tumbuhkan Kesadaran Sosial Dikalangan Siswa

Tagana Goes To School Diluncurkan di SMKN 4 Batam

BATAM (HK) -  Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri  meluncurkan gerakan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Goes To School bertempat di SMKN 4 Batam, Sabtu (15/4). Peluncuran gerakan ini dilakukan  Bunda Tagana Kepri, Noor Lizah Nurdin yang merupakan istri Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, didampingi Kepala Dinas Sosial Kepri Doli Boniara, pejabat Dinsos Kota Batam, dan Kepala Sekolah SMKN 4 Batam ,Ahmad Tahir, serta sejumlah Satgas Tagana.

SMKN 4 Batam Terapkan Wajar 4 Tahun

Khusus Jurusan Kimia pada Tahun Ajaran Baru

BATAM (HK)- Mulai tahun ajaran baru 2018 mendatang. SMKN 4 Batam akan menerapkan program sistem kelulusan siswa wajib belajar (wajar) 4 tahun. Program ini  diterapkan untuk jurusan Kimia yang dipola hanya satu kelas diisi 24 siswaan. Sebelumnya program ini pernah diterapkan  di SMKN 1 Batam dengan uji coba pada  Teknik Mekatronika.

Berharap Nilai Siswa Meningkat

SMPN 25 Batam

BATAM (HK) - Kepala Sekolah SMPN 25 Batam, Bulkaini SPd berharap pada ujian nasional (UN) tahun ini nilai diraih siswanya lebih meningkat. Bulkaini tidak menargetkan nilai terlalu tinggi dalam UN ini, karena ia sadar akan kemampuan siswanya yang masih rata-rata. "Target maunya siswa kita masuk 10 besar perolehan nilai tertinggi, tapi kita juga mengukur kemampuan siswa yang rata-rata. Hal ini lebih disebabkan karena input siswa yang masuk ke sekolah ini, nilainya banyak yang rendah," ujar Bulkaini kepada Haluan Kepri, Selasa (11/4).

Ratusan Siswa harus UNBK Susulan

unbk smkServer Macet Soal Produktif Tak Muncuk

BATAM (HK) - Ratusan siswa SMK peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan metode Computer Based Test (CBT) di Provinsi Kepri, harus mengikuti ujian susulan. Hal ini dikarenakan saat mereka mengikuti ujian teori kejuruan/produktif, Kamis (6/4), tiba-tiba server pusat mecet tak bisa di akses oleh server lokal, sehingga soal tidak muncul di layar komputer.

UNBK SMK Tanpa Kecurangan

Pelaksanaan dari Hari Pertama hingga Terakhir Berjalan Lancar

BATAM (HK) - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Batam berjalan lancar. Bahkan peserta mengerjakan soal Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan, hingga hari terakhir pelaksanaan UNBK, Kamis (6/4) tak ada laporan mengenai kebocoran naskah soal dan kunci jawaban seperti yang terjadi pada pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akhir bulan lalu.

Siswa Mengaku, UNBK Sulit 'Ngontek'

Dari Hari Pertama, Kedua, dan Ketiga Berjalan lancar   

BATAM (HK) - Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mengaku sulit untuk mencontek jawaban soal dari rekan lainnya. Karena selain soal yang berbeda satu sama lain, pengawasan cukup ketat dilakukan terhadap seluruh peserta dilakukan oleh guru dari luar. Hal ini untuk mempersempit kecurangan peserta, bahkan pengawas juga menyita seluruh alat komunikasi siswa baik ponsel dan tas.

Kepsek Ingatkan Orang Tua Murid Waspadai Penipuan

Modus Cairkan KIP Catut Nama Guru dan Kepsek

BATAM (HK) - Kepala Sekolah SDN 004 Batuaji, Sufriadi SPd mengingatkan kepada orang tua murid agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan kepsek dan guru dengan tujuan untuk mencairkan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sejauh ini baik kepsek maupun guru tidak pernah menelepon orang tua murid terkait pencairan dana KIP ini, lagi pula dana tersebut belum bisa dicairkan.