Selasa12122017

Last update12:00:00 AM

Back Pendidikan Bantah Sekolah Katrol Nilai UN

Bantah Sekolah Katrol Nilai UN

BATAM (HK) - Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, DR Muhd Dali MM, membantah anggapan sekolah telah mengkatrol nilai ujian nasional (UN) siswa, baik berbasis kertas maupun komputer. Ditegaskan dia, bahwa nilai UN itu murni dari hasil kerja keras siswa selama ujian, dan pemeriksaan lembar jawaban UN siswa juga dilakukan pihak pusat bukan oleh Panitia UN daerah.
"Tidak ada itu sekolah melakukan pengkatrolan nilai UN siswa, mana bisa kita melakukannya itu karena hasil dari lembar jawaban UN siswa itu sendiri diserahkan ke Panitia UN pusat. Jadi tidak benar kalau beranggapan nilai UN bisa di katrol sekolah," ujar Muh Dali menepis pernyataan disampaikan Irwan Siregar saat memberikan sambutan pada pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kota Batam, Senin (18/9).

Menurut Irwan saat itu, bahwa sejauh ini banyak nilai UN siswa yang di katrol pihak sekolah dalam upaya meningkatkan nilai rata-rata/passing grade  siswa. Sehingga kata dia, saat siswa masuk perguruan tinggi tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa itu sendiri.

Selain membantah,  Muh Dali juga menjelaskan lebih rinci,  perlu dipahami bahwa sistem pembelajaran siswa itu berujungnya pada akumulasi nilai yang telah dievaluasi sejak pembelajaran siswa dari mulai tahuan ajaran baru hingga berakhir UN. Begitu pula untuk angka kelulusan siswa ini ditentukan oleh nilai akhir dari akumulasi nilai sekolah ditambah dengan nilai UN.

"Kalau nilai sekolah mungkin bisa saja berubah, misalnya nilai siswa itu jelek maka diberi kesempatan untuk memperbaiki dengan cara remidial hingga benar-benar mencukupi KKM yang telah ditentukan sekolah. Tapi kalau nilai UN, mana mungkin kita bisa merubahnya, karena merupakan nilai murni didapat siswa selama UN hasil dari proses pemeriksaan pihak pusat," katanya.

Lebih lanjut Muh Dahli menguraikan, bahwa untuk meluluskan siswa kelas XII SMK tersebut tak hanya berpatokan pada nilai sekolah  dan nilai UN semata, namun juga harus menempuh uji kompetensi/keahlian (UKK) yang mana tim penguji dilakukan oleh pelaku usaha dan industri, serta asosiasi profesi. Dengan kata lain, baik nilai kompetensi siswa maupun hasil nilai UN dijamin kemurniannya bisa dipetanggungjawabkan. "Apalagi Provinsi Kepri dalam UN maupun UNBK meraih penghargaan dari Kemendikbud sebagai daerah dengan  Indeks Integritas UN kejujuran tertinggi se Indonesia," jelasnya.

Terpilih Pendidikan Vokasi

Sementara dalam waktu dekat  SMK di Kepri juga akan ditunjuk sebagai sekolah kejuruan yang menerapkan Program Pendidikan Vokasi Industri  ke arah demand driven sesuai instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 dalam revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas SDM dalam membuat peta jalan pengembangan SMK dan menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match).

"Jadi nantinya kurikulum diterapkan di SMK ini sangat faksible mengikuti keinginan industri, dan ini telah kita terapkan di SMKN 1 Batam dan SMKN 6 Batam sebagai SMK kawasan industri yang telah membuka kelas industri," ucapnya panjang lebar. (men)

Share