Kamis12142017

Last update12:00:00 AM

Back Pendidikan Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini

Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini

BATAM (HK) - Pendidikan tidak lagi sekedar memberikan pembelajaran kepada anak didik, tetapi pendidikan dituntut dapat menumbuhkan karakter anak sejak dini. Demikian disampaikan oleh Umi Kalsum, S.Pd, guru di SD Negeri 002 Bengkong.
"Pendidikan harus menumbuhkan karakter anak usia dini, karakter sejak dia duduk di level pendidikan terendah," ungkap Umi Kalsum ke Haluan Kepri, Kamis (28/9).

Karenanya, lanjut Cikgu yang akarab disapa Umi ini, pendidikan itu harus memuat pengembangan potensi diri, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Dijelaskan, bahwa untuk menghasilkan anak didik yang berkarakter, menurutnya peran guru sangat penting dalam membangun karakter peserta didik. Sebab guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

"Peran guru sangat penting, dan menjadi penentu dalam pembentukan karakter anak didik," terangnya.

Karenanya menurut Umi, proses  pembelajaran tidak menitikberatkan aspek kognitif semata, atau kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, hingga pada kemampuan memecahkan masalah. Tetapi murid diharapkan memahami apa yang dipelajari.

"Tidak boleh menitikberatkan pada pemecahan masalah, tetapi yang terpenting murid itu sendiri harus mengerti apa yang mereka pelajari," jelasnya.

Masih kata Umi, bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan dan dapat berupa berbagai kegiatan yang dilakukan secara intra kurikuler maupun ekstra kurikuler. "Yang terpenting lagi, harus dilakukan melalui sikap keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, suasana konduksif, integrasi dan internalisasi serta pembinaan," ujarnya.

Terakhir disampaikan, bahwa untuk menumbuhkan karakter anak usia dini tidak semata-mata menjadi tanggungjawab guru dan sekolah, tetapi merupakan kerja bersama secara sinergi antara orangtua, keluarga, sekolah dan juga masyarakat. (ays)

Share