Kamis12142017

Last update12:00:00 AM

Back Pendidikan Rancang Kurikulum Kerjasama DUDI

Rancang Kurikulum Kerjasama DUDI

SMKN 4 Batam Jalankan Inpres Nomor 9 Tahun 2016

BATAM (HK) - SMKN 4 Batam saat ini tengah gencar menjalin kerjasama berbagai pihak, baik dengan dunia usaha dan industri (DUDI) maupun instansi lainnya. Meski sejauh ini dirasakan sudah banyak kerjasama, namun dalam rangka menjalankan  Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, serta dalam upaya peningkatan kualitas dan sumber daya manusia (SDM) lulusan, kerjasama tersebut lebih ditingkatkan lagi salah satunya merancang penyelarasan kurikulum.

"Tadinya kan kerjasama itu hanya bidang prakerin saja, tapi sekarang kerjasama kita lebih ditingkatkan mengajak perusahaan turut terlibat dalam konsep kurikulum yang kita terapkan sesuai dengan program pendidikan vokasi industri yang link and match antara industri dengan SMK.

Kebetulan akan launching program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Sumatera bagian Utara meliputi D.I. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau pada awal Oktober 2017 di Medan," ujar Kepala Sekolah SMKN 4 Batam Ahmad Tahir, Rabu (28/9).

Sementara saat ini yang tengah dirancang SMKN 4 Batam, yakni kerjasama dengan DUDI tak sekedar siswa prakerin dan mendatangkan pihak perusahaan memberikan pengarahan kepada anak didik saja, akan tetapi lebih kepada membuat peta jalan pengembangan SMK, yakni menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum di SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan link and match yang dibutuhkan DUDI.

"Setelah MoU kita lakukan dengan DUDI, saat ini sedang kita pola merancang menyelaraskan kurikulum SMK dengan DUDI, salah satunya sedang dibangun bersama perusahaan yang ada di Muka Kuning. Kedepannya akan membuat kelas industri, serta mendatangkan guru tamu dari perusahaan. Salah satunya yang sudah jalan bersama PT Laptek untuk program RPL yang cocok berupa Multimedia. Sedangkan untuk jurusan kimia kita kerjasama dengan  Surveyor Indonesia," katanya.

Namun demikin, lanjut Tahir, bahwa langkah-langkah dalam melakukan revitalisasi di SMKN 4 Batam telah mulai dilakukan, selain penyelerasan kurikulum, juga sejak tahun ajaran baru telah menerapkan program sistem kelulusan siswa wajib belajar (wajar) 4 tahun. Program ini  diterapkan untuk jurusan Kimia yang dipola hanya satu kelas yang diisi 24 siswaan bekerjasama Surveyor Indonesia dan industri kimia lainnya.

"Program wajar 4 tahun ini nanti siswa prakerim di perusahaan selama 1 tahun, dan kembali lagi ke sekolah belajar 1 tahun hingga ujian nasional. Dan program ini sebelum tahun ajaran baru, telah kita sosialisasikan kepada orang tua, mereka cukup mendukung karena tujuan akhirnya siswa memiliki skill yang baik serta menadapat pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki," jelasnya. (men)

Share