Senin12182017

Last update12:00:00 AM

Back Pendidikan Sejumlah Kegiatan Sekolah Dipangkas

Sejumlah Kegiatan Sekolah Dipangkas

Akibat Pencairan Dana BOS Nontunai

BATAM (HK) - Sejumlah kepala sekolah SD dan SMP mengaku, sejak pencairan dana BOS nontunai banyak kegiatan yang dipangkas. Hal ini dikarenakan, rumitnya mekanisme pencairan dana BOS untuk kegiatan siswa yang sifatnya dadakan. "Terpaksa banyak kegiatan yang kita hentikan dan tidak ikut, karena tidak ada anggarannya. Meski kita anggarkan sifatnya untuk ektrakurikuler yang telah termuat dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang dibuat pada triwulan lalu. Kalau sifatnya dadakan kaya ikut lomba, atau kegiatan lainnya siswa tidak bisa kita ikutkan, karena tidak dianggarkan," ujar salah seorang kepala sekolah SD yang enggan disebutkan namanya.

Diakuinya, bahwa pola penganggaran dana BOS lewat RKAS tidak selalu kegiatan itu melulu, karena sifatnya hanya perkiraan. Padahal kegiatan siswa itu dinamis yang setiap saat selalu berubah-rubah, terutama kegiatan lomba-lomba di luar sekolah. "Masa anak mau lomba hari ini atau besok harus kita anggarkan triwulan mendatang. Begitu pula kalau guru ada kegiatan di luar, masa hanya Rp50 ribu harus kita trasfer pula, kan repot kalau gitu lebih besar biaya adm bank ketimbang dana yang kita trasfer," katanya.

Selain kegiatan siswa,  sejumlah pembelanjaan sulit tercover oleh belanja nontunai. Meski diakuinya, bahwa pembayaran sistem nontunai ini lebih terbuka dan berstandar, namun sebaiknya tidak semua dilakukan nontunai bagi kegiatan atau kebutuhan yang sifatnya dadakan. "Masih bingung juga untuk bayar gaji honor dan lainnya. Begitu pula dengan perawatan kecil-kecilan  biasanya dilakukan secara internal dengan pembelanjaan yang minim. Kalau perawatan besar yang memang membutuhkan banyak dana, tak masalah bentuknya nontunai," jelasnya.

Sementara pencairan dana BOS juga setiap triwulan lambat cairnya. Hal ini membuat sekolah resah, karena sulit memenuhi kebutuhan operasional harian. Terpaksa agar kegiatan lancar, kepala sekolah menghutang dulu sana-sinim dan memakai uang pribadi. "Habis gimana lagi, kalau tak seperti ini semua kegiatan tidak akan jalan," ucapnya.

Seperti sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap dengan adanya pembiayaan dana BOS nontuai ini untuk mendorong penguatan tata kelola keuangan pendidikan, yaitu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas belanja pendidikan, sehingga mendorong perbaikan kualitas belanja pendidikan.

Disamping itu juga kata  Muhadjir, salah satu tujuan jangka panjang dari kebijakan belanja BOS secara nontunai ini adalah mendorong transparansi belanja pendidikan, dengan penyediaan dan keterbukaan informasi atas rincian transaksi belanja pendidikan yang bisa diakses pihak pemangku kepentingan. (Tim Pendidikan Haluan Kepri)

Share