Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Pendidikan Menjamin Mutu Pendidikan dengan 8 Standar

Menjamin Mutu Pendidikan dengan 8 Standar

BATAM (HK) - Untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dapat diwujudkan dengan terlaksananya pengelolaan sekolah yang menerapkan 8 standar nasional pendidikan.
Demikian disampaikan oleh Siti Istikomah guru SMK Negeri 7 Batam ke Haluan Kepri, Rabu (4/10) sebagai upaya menjawab tantangan tujuan pendidijan nasional yang diamanatkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Delapan standar yang dimaksudkan, yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan dan Standar Penilaian Pendidikan.

"Kalau delapan standar ini dilaksanakan, maka bisa dipastikan mutu pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa bisa dicapai," ungkap Cikgu yang akrab disapa Isti ini. Kenapa demikian, lanjut Isti, karena 8 standar ini menjadi dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Lebih jauh diuraikan, pengelolaan sekolah melalui 8 standar nasional pendidikan mengandung sebuah kewajiban, dimana sekolah sebagai lembaga pendidikan berkewajiban membekali peserta didik dengan kompetensi minimal, misalnya pada SMK dituntut untuk membekali peserta didik kompeten sesuai dengan kompetensi kejuruan masing-masing.

Terlebih juga tuturnya sebagai guru jika hanya mengandalkan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada tentunya upaya pencapaian “KOMPETEN” akan sulit.  Kreativitas  dan keaktifan guru dalam  mengelola penggunaan sarana dan prasarana, dengan memanfaatkan segala sumber yang ada disekitar sebagai sarana praktik perlu diupayakan.

Contohnya saja, sebagai guru matematika, jika saya hanya mengandalkan penggunaan rumus rumus, mungkin siswa tertidur atau malas masuk kelas. Penggunaan media permainan, atau melalui curah pendapat dimana siswa diminta untuk memahami konsep matematika sebelum mengerjakan soal latihan yang cukup banyak.

Keberagaman bentuk dan pola soal juga berperan dalam menggerakkan minat siswa. Siswa saat ini lebih cenderung bosan jika hanya mengandalkan papan tulis, OHP, apa lagi ceramah. Mereka lebih senang jika mereka yang diminta banyak mengambil peran dalam proses pembelajaran. Peng”aku”an keberadaan mereka sangat mereka sukai.

Untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik tentunya perlu perencanaan proses pembelajaran yang , memang sangat memerlukan kejelian dan ketelitian memilah dan memilhnya. Terakhir dijelaskan, ketersediaan sarana dan prasarana, memang menjadi unsur penentu dalam ketercapaian hasil pendidikan baik sarana prasarana yang langsung berhubungan dengan proses pembelajaran maupun penunjang, tetapi itu bukan harga mati bagi seorang guru yang mau berupaya melakukan perubahan perubahan. Misalnya peralatan praktik, media pendidikan, jalan, lahan, sarana ibadah maupun taman sebagai sarana rekreasi dan bermain. (ays)

Share