Sabtu10212017

Last update05:00:00 AM

Back Pendidikan Wujudkan Jiwa Tri Prasetia Pelajar

Wujudkan Jiwa Tri Prasetia Pelajar

Program PPK Diterapkan di SDN 001 Lubuk Baja  

BATAM (HK) - Kepala Sekolah SDN 001 Lubuk Baja, Indra Wadhi menargetkan prilaku siswa-siswinya bisa mencerminkan tri prasetia pelajar, yakni setia, hormat, tunduk, dan taat kepada orang tua dan guru. Serta siswa-siswinya juga memiliki sopan , dan jujur dalam segala tindakan dan perbuatan serta berbakti kepada nusa, bangsa, dan agama.
Untuk mewujudkan semua itu, Indra mempola dalam konsep Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang semakin diperkuat dengan berbagai kegiatan di sekolah. "Target kita dari program PPK ini, bisa tercapai tingkah laku siswa mencerminkan tri prasetia pelajar. Serta terwujudnya slogan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) di sekolah kita ini," ujar Indra kepada Tim Pendidikan Haluan Kepri, Rabu (11/10).

Sementara program PPK lainnya, lanjut Indra, bahwa sekolahnya juga membuat program rutin, yakni dari mulai Senin hingga Kamis berupa menggalakan gerakan literasi membaca, baca yasinan, dan lainny. Sedangkan untuk program Jumat, berupa  pendidikan budi pekerti dan pentas kreatifitas siswa, serta pada Sabtu  merupakan pengembangan bakat dan minat siswa berupa olahraga.  

"Program penguatan karakter ini dari dulu telah kita terapkan, tapi sekarang lebih ditingkatkan lagi, dan hasilnya cukup lumayan, sekarang siswa lebih disiplin, seperti tidak ada lagi siswa yang menjinjing sepatu saat datang dan pulang sekolah," katanya.

Menurutnya, agar program PPK ini lebih sukses dan berhasil membentuk karakter anak didik, pihaknya tidak hanya menerapkan kegiatan semata, melainkan peran guru juga dituntut harus mampu menerapkan pendidikan karakter. Maka dari itu, Indra kerap menegaskan kepada setiap guru agar menyisipkan pendidikan karakter ini bisa disinergikan dengan mata pelajaran.

"Awalnya guru kerap bertanya dan bingung dalam menerapkan pendidikan karakter ini, terutama guru lulusan sarjana umum yang tidak punya dasar ketika masih kuliah. Namun setelah kami sharing bersama, para guru jadi mengerti dan paham menerapkan pendidikan karakter dalam kelas ketika mengajar," jelasnya.

Diakui  Indra, SDN 001 Lubuk Baja merupakan sekolah lama, namun sarana terbatas, terutama lahan sekolah sehingga pengembangan keratifitas anak didik tidak maksaimal. Namun demikian, katanya, dirinya bersama guru memaksimalkan sarana yang ada, salah satunya ketika pendidikan budi pekerti setiap Jumat, terpaksa siswa kelas I ditempatkan di lantai muka kelas karena lahan sekolah tidak muat lagi.

"Paling sesekali kegiatan kita satukan dengan SDN 004 Lubuk Baja, dengan tujuan agar terjalin kebersamaan tidak lagi saling bermusuhan. Kegiatan kita pusatkan dilapangan olahraga, dan mengundang ustazd dari luar," ucap Indra lagi. (men)

Share