Kamis08212014

Last update12:00:00 AM

Back Pendidikan Hari Libur Sekolah Giatkan Pesantren Kilat

Hari Libur Sekolah Giatkan Pesantren Kilat

Article Index
Hari Libur Sekolah Giatkan Pesantren Kilat
Komentar
All Pages

Ajang Pembinaan Mental dan Spiritual Siswa
Hari ini, Selasa (10/8), merupakan hari pertama libur sekolah dalam memasuki  bulan Suci Ramadhan, dan sekolah mulai beraktifitas kembali pada 18 Agustus mendatang hingga tanggal 25 Agustus 2010. Hanya saja aktifitas sekolah dalam proses belajar mengajar (PBM) waktunya agak dikurangi 10 menit per mata pelajaran. Begitu pula jam masuk sekolah lebih lambat 30 menit seperti biasanya, yakni dimulai pukul 8.00 WIB. Selanjutnya pada tanggal 26 Agustus 2010, sekolah kembali meliburkan siswanya dalam rangka menyambut Hari Raya idul Fitri atau lebaran.

Meski diliburkan, namun sekolah tetap mengadakan kegiatan kerohaniaan berupa pesantren kilat yang akan diadakan selama 3 hari, yakni dimulai 13 Agustus hingga 16 Agustus 2010. Serta kegiatan lainnya berupa tadarusan, buka bersama dan bakti sosial lainnya selama bulan puasa berlangsung. Bahkan siraman rohani berupa ceramah keagamaan, serta pembinaan mental dan spiritual sengaja mendatangkan ustadz dari luar.

Seperti pelaksanaan pesantren kilat yang akan digelar di SMPN 31 Batam, pelaksanaan digelar mulai 13 Agustus hingga 16 Agustus dengan materi yang berkaitan akhlak dan budi pekerti yang akan mendatangakan ustadz dari Persatuan Mubalig Batam (PMB). Selain itu juga, acara tadarusan melibatkan semua guru yang beragama muslim.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, bahwa pesantren kilat diadakan bagi kalangan pelajar ini merupakan bentuk pembinaan mental spiritual, khususnya berkaitan dengan akhlak, keimanan, etika, tauhid, fiqih, ibadah dan lainnya. Selama kegiatan pesantren kilat, setiap sekolah dapat mengefektifkan semua guru agama yang memberikan pelajaran terutama akidah dan ibadah, dan diperbolehkan mendatangkan ustadz dari luar.     

Karena menurutnya, dengan cara demikian seluruh peserta yang mengikuti pesantren kilat ini, benar-benar dapat memahami makna dari pelajaran yang diberikan khususnya pendidikan agama Islam.  Disamping itu juga, katanya, penceramah ataupun ustadz yang akan mengisi pesantren kilat disetiap sekolah bisa menanamkan kaidah Islam yang kuat, sehingga akhlak dan budi pekerti pelajar setelah selesainya mengikuti pesantren kilat ini bisa mempraktekkannya didalam kehidupan sehari-hari.

Namun bagi yang beragama non muslim, bisa  menyesuaikan belajar agama selama pesantren kilat berlangsung. Bisa saja dilaksanakan di sekolah ataupun di rumah ibadah di luar sekolah, tentunya  dengan dibimbing oleh masing-masing guru agamanya. Muslim juga menghimbau kepada seluruh siswa selama menjalankan ibadah puasa, volume belajar jangan sampai dikurangi dan tetap terus melaksanakan belajar yang efektif seperti biasanya.  

Sementara untuk  jam pelajaran ekstra kurikuler di luar jam sekolah selama bulan puasa ini, disarankan Muslim harus ditiadakan. Namun kegiatan yang menyangkut dengan ibadah seperti tadarus bersama tetap dilaksanakan baik di mesjid, musholla muapun di sekolah-sekolah.

Belajar Seperti Biasa
Mengacu pada kalender pendidikan, sekolah tetap berjalan seperti biasanya, hanya saja jam belajar lebih dipercepat 1 jam dari bisanya. "Selama bulan Ramadhan, sekolah tetap berjalan seperti biasanya, yang kita liburkan yakni siswa kelas I, II dan III SD saja. Sedangkan kelas IV, V, dan kelas VI, tetap belajar seperti biasa, dan mengikuti kegiatan Ramadhan seperti pesantren kilat itu," ujar Kepala Sekolah SDN 006 Bengkong, Sufriadi menjawab Sijori Mandiri.

Menurut Sufriadi, jika sekolah dilibur akan bermasalah dengan Hari  Belajar Efektif (HBE) dan harus diganti dengan hari yang lain. Begitu pula jadwal sekolah ini berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan (Disdik), selain hari belajar efektif juga selama Ramadhan pesantren kilat harus diaktifkan. Paling tidak ada kegiatan keagamaan satu jam dalam satu hari.

Ditegaskan Sufriadi, tidak ada pengurangan jam pelajaran selama berlangsung bulan penuh hikmah itu. Keluarnya ketentuan Disdik ini, sekaligus memenuhi instruksi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) agar sekolah memenuhi kewajiban menyelenggarakan pendidikan 242 jam setiap tahun.

"Kami ingin agar KBM (kegiatan belajar-mengajar) di sekolah tetap berjalan sebagaimana biasanya. Tentunya sambil mengalakan budi pekerti/pesantren kilat sebagai ilmu tambahan selama puasa,” kata Sufriadi lagi lagi.

Memang kegiatan Pesantren kilat ini, diadakan mulai hari ini,Selasa oleh setiap sekolah dari jenjang SD, SMP hingga SMA dengan menyajikan berbagai materi, mulai pengenalan akidah, ahlak, Al Qur’an, Asmaul Husna, pengetahuan tentang tarikh Rasulullah, dan sebagainya. Waktunya cukup singkat, hingga  16 Agustus mendatang. Namun pesantren kilat ini merupakan momentum tepat untuk sekolah menggembleng siswa lebih mendekatkan pada ajaran Islam yang selama ini hanya diperkenalkan guru agama dengan sambil lalu saja. Sebab di bulan-bulan di luar Ramadhan jam pelajaran agama Islam hanya dua jam pelajaran, sama porsinya dengan pelajaran diluar yang di Ujian Nasional (UN) kan.

Dapat dibayangkan, dengan jam pelajaran yang begitu terbatas, bagaimana mungkin para siswa bisa lebih paham tentang agamanya, bagaimana mungkin mereka akan bisa memaknai kitab sucinya, serta apakah mereka akan sampai dapat mengaplikasikan pelajaran agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari? Maka dengan pesantren kilat ini, waktunya sekolah menerapkan ajaran agama Islam yang sesungguhnya. Apalagi sekolah sendiri akan mendatangkan Ustadz dan penceramah dari luar.

Kegiatan pesantren kilat ini merupakan tradisi setiap bulan Ramadhan. Momen ini dinilai tepat dalam membangun mentalitas anak didik untuk bekal kehidupan religius dan mentalitas menghadapi persaingan pergaulan zaman yang cukup pesat ini. (sm/aa)

 



Fokus

Enam Tahun Menjual Bendera

Minggu, 10 August 2014
 Enam Tahun Menjual Bendera

TANJUNGPINANG (HK) -  Ibarat jamur di musim hujan. Setiap mendekati momen hari k...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...