Rabu09242014

Last update12:00:00 AM

Back Politik 45 Anggota DPRD Kepri versi Haluan Kepri

45 Anggota DPRD Kepri versi Haluan Kepri

Nama Beken Masih Mendominasi

BATAM (HK) - Harian Umum Haluan Kepri kembali merilis hasil kajian terhadap calon anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) yang berpeluang duduk sebagai anggota DPRD Kepri jika Pemilu dilaksanakan hari ini, Kamis (5/12). Sebagian nama-nama yang muncul dari hasil kajian Tim Haluan Kepri merupakan nama-nama beken yang populer di daerah pemilihan masing-masing di Kepulauan Riau. Para pesohor itu berasal dari anggota DPRD Kepri yang masih menjabat, anggota DPRD kabupaten/kota, mantan birokrat dan mantan wakil rakyat yang saat ini tengah pensiun. Hanya sebagian kecil dari tokoh masyarakat ataupun pemuda.

Sebut saja di Daerah Pemilihan Tanjungpinang (Kepri 1). Nama istri Walikota Tanjungpinang yang populer selama ini sebagai srikandi PDIP Kota Gurindam, peluangnya untuk jadi wakil rakyat masih kokoh. Walau begitu, Habdi Sugeng Kumoro, Basyaruddin Idris bisa saja menyalip elektabilitas Weni.

Sementara itu, sederetan nama kondang di Partai Golongan Karya, bakal menyajikan pertarungan sengit. Peluang para calon legislatif yang maju di dapil ini bisa dikatakan sama. Penentunya tinggal sejauh mana caleg yang bertarung itu maksimal memanfaatkan tenggat waktu empat bulan ini untuk berlari, menjemput para calon pemilih, supaya dipilih pada pemilu 2014 nanti.

Dalam kajian Haluan Kepri, Hendry Frankim menjadi sosok yang unggul pada bulan ini. Mantan anggota DPD RI ini menyisihkan Syahniar Usman (anggota DPRD Kepri) dan Eddy Wijaya yang notabenenya mantan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau dan mantan calon wakil gubernur.

Cuma saja jangan remehkan kehadiran tokoh muda Golkar, Tenddy Jun Askara yang booming di Tanjungpinang. Dalam kajian Haluan Kepri, ada kecendrungan para pemilih pemula dan pemilih muda Golkar bakal ikut gerbongnya Teddy. Apalagi, Teddy juga dikenal sebagai politisi yang merakyat.

Selanjutnya pertarungan masih satu ikatan perkawinan masih tersaji di Partai Demokrat. Rebutan kursi antara Husnizar Hood dan Andi Rivai Siregar akan menjadi catatan sejarah tersendiri. Siapakah yang terlempar pada 2014 nanti, tentu sebuah fakta yang ditunggu masyarakat.

Namun pada bulan November 2013, Andi Rivai masih unggul dari Husnizar. Kendatipun Nizar sapaan akrab Husnizar ketua partai, tapi Andi yang lebih lama jam terbangnya sampai terakhir kali menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan akan merepotkan peluang Nizar. Apalagi saat ini, Andi sudah daulat sebagai anggota DPRD Kepulauan Riau menggantikan Edi Siswoyo yang menyeberang ke Partai Gerindra.

Sedangkan pertarungan kursi keempat dari lima kursi tersedia di Dapil Kepri 1 ini adalah pertarungan internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adalah mantan Ketua DPRD Bintan, Andi Anhar Chalid bisa menyalip posisi sebagai pemenang. Endri Sanopaka sepertinya bukanlah lawan sepadan Andi, soalnya selain sarat pengalaman, Andi memang dikenal sebagai figur berpengaruh di Tanjungpinang.

Selanjutnya, Partai Nasional Demokrat (NasDem) agaknya mulai melihatkan keberadaannya. Perlahan tapi pasti, partai besutan Surya Paloh ini mulai merangsek ke posisi lima besar.

Partai yang menjagokan mantan Walikota Batam, Drs. Nyat Kadir sebagai calon DPR RI ini, mulai menggeser peluang Partai Hanura di Tanjungpinang. Bersama-sama dengan caleg lainnya, Raja Izharruddin bakal melabeli satu kursi DPRD Kepri untuk partainya.

Beralih ke daerah pemilihan Kepri 2 (Bintan-Lingga). Seperti bulan lalu, peta kekuatan di daerah ini masih berimbang. Enam partai bakal berbagai satu kursi di daerah yang disebut-sebut lumbung suara Partai Golkar ini.

Partai itu adalah, Partai Demokrat, Golkar, PAN, Gerindra, NasDem dan PDIP.

Untuk pemilik kursi PD sepertinya untuk Apri Sudjadi. dominasi Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, Apri Sudjadi sulit digoyangkan. Walau nama seperti Darwin, Syarifah Elvyzana dan Dewi Anggraeni

Selanjutnya kursi Golkar milik Dewi Komalasari (Partai Golkar), Edi Siswoyo (Partai Gerindra), Susilawati (Partai NasDem), Tawarich (PDIP) dan Manimpo Simamora.

Yang menarik dalam kajian Haluan Kepri adalah, dominasi PKS yang sempat memproyeksikan kadernya sebagai Bintan 2, lewat kehadiran kadernya Mastur Taher, mulai tergerus oleh kehadiran partai baru dan menguatnya partai-partai lainnya seperti PD dan Partai Gerindra.

Memasuki daerah pemilihan Kepri 3 (Karimun). Sebagai daerah baru yang mulai terbuka, secara politik Kabupaten Karimun pun mulai dinamis. Kajian Haluan Kepri menemukan kalau dinamika politik di daerah ini berubah-ubah. Terutama persaingan antara Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Buktinya jika pada bulan lalu, tim menemukan Partai Demokrat melempem, pada bulan ini, Partai Demokrat kembali bangkit. Perlahan tapi pasti, peran-peran anggota DPRD Kepri, Joko Nugroho asal Karimun yang saat ini menempati Ketua Komisi III DPRD Kepri mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang bintang mercy tersebut.

Joko yang memperjuangkan pembangunan tanggul dari Urung ke Telukradang kemudian dari urung ke Tanjungbatu menggerek popularitas dirinya. Joko dianggap sosok yang aspiratif.

Oleh karenanya tidak salah jika tim menilai, Joko Nugroho bakal merengkuh satu kursi DPRD Kepri.

Selanjutnya. Ketua DPRD Karimun, Raja Bahtiar dari Partai Golkar bisa mengamankan posisinya.

Sedangkan Partai Gerindra juga diprediksi bisa menyumbang kursi di daerah ini. Hj Suraya berpeluang besar dalam kesempatan tersebut. Sosok mantan politisi PDIP ini dikenal sangat merakyat di daerah ini. Ia juga saat ini sebagai anggota DPRD Kepri.

Dari Partai Hanura, nama Zulfikar disalip incumbent DPRD Kepri dari partai ini, dr Jusrizal. Jusrizal dalam kajian Haluan Kepri memang sangat berpotensi memenangkan pertarungan di internal mereka.

Tapi lagi-lagi politik, para caleg satu partai Jusrizal sangat punya selera ingin mengkudeta posisi Jusrizal pada 2014 mendatang.

Selanjutnya, kursi DPRD Kepri dari Karimun milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rocky M Bawole akan berjuang untuk jadi. Ia mesti melampui dukungan Sabari Basirun yang merupakan adik Nurdin Basirun, Bupati Karimun.

Masuk ke Kepri 4 atau daerah pemilihan Batam A yang meliputi, Batuampar, Bengkong, Lubukbaja dan Batamkota.

Dapil ini merupakan daerah pemilihan yang memiliki pemilih cerdas. Daerah ini perlu cara tersendiri untuk menaklukkannya. Walau pun sebagian besar sesungguhnya masih memiliki karakter pemilih yang sama dari daerah lain.

Dalam kajian Haluan Kepri, terdapat tiga partai politik yang bisa merekuh dua kursi di daerah ini. Partai itu antara lain, PDIP, Partai Gerindra dan Partai Golkar. Sementara Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Hanura dan NasDem berbagi satu kursi.

Untuk kursi PDIP, tidak banyak berubah pada bulan lalu. Diprediksi, peluang adik Soerya Respationo yakni Widiastadi sangat besar. Menguntit di bawahnya kekuatan Wirya Putra Silalahi.

Kendati begitu Iik sapaan akrab Widiastadi dan Wirya harus mewaspadai gerakan Anggelinus (tokoh Indonesia Timur) yang mulai menggeliat. Pendirian Anggelinus Centre mesti menjadi warning caleg lain akan kekuatan dan energi besar yang miliki Anggel.

Belum lagi, hasrat politik mantan Ketua DPC PDIP Batam, Sahat Sianturi yang tengah membuncah untuk duduk kembali sebagai wakil rakyat selepas pensiun beberapa tahun ini, mesti juga diwaspadai. Apalagi Sahat kian mapan secara ekonomi dan jaringan politik.

Selanjutnya Husrinaldi, I Wayan Citrayasa dan mantan anggota DPRD Batam dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Zilzal bukan tidak punya selera jadi wakil rakyat. Mereka pun siap bangkit bahkan bisa mematahkan prediksi banyak orang.

Selanjutnya dua kursi untuk Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Berstatus sebagai partai yang tengah menikmati tren kenaikan elektabilitas, Partai Gerindra dalam kajian Haluan memiliki energi sangat besar untuk merebut kursi. Bahkan untuk Dapil Kepri 4 ini, Gerindra bisa memaksimalkan energinya untuk merengkuh dua kursi.

Adapun Hj Asnah dan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri, Hendri diprediksi bakal merengkuh kursi DPRD Kepri. Hj Asnah yang saat ini anggota DPRD Kepri memang lebih berpeluang unggul karena memang telah membuktikan diri.

Sedangkan Hendri punya motivasi sangat tinggi karena posisi orang nomor dua di Gerindraq Kepri jadi tantangan tersendiri. Sebagai politisi debutan, Hendri pun menikmati bulan madu Gerindra dengan pemilih saat ini.

Terbukti pengakuan Hendri ke Haluan Kepri jika sangat mudah menjual Gerindra ke calon pemilih. Hendri mengaku masyarakat sangat menerima Gerindra sebagai partai masa depan.

Sedangkan partai ketiga yang bakal merengkuh dua kursi adalah Partai Golkar. Thomas Suprapto dan Iskandar Alamsyah agaknya dua nama yang menguat. Thomas mampu menggeser nama besar Nur Syafriadi yang kokoh bertahan beberapa bulan.

Sedangkan Iskandar Alamsyah mendepak peluang Asmin Patros yang sempat bertahan beberapa bulan. Kendati begitu, dua nama ini mesti mewaspadai Nazief Susila Dharma, Asmin Patros sendiri, Nur Syafriadi dan Firman Bisuwarno.

Selanjutnya, Partai Demokrat tidaklah berlebihan jika mengeloleksi kursi di daerah ini.

Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepri, Surya Makmur Nasution adalah caleg yang menonjol dan berpeluang merengkuh kursi itu. Walau begitu Surya tidak boleh lengah. Kendati peluangnya sangat besar untuk terpilih, alumni IAIN Sumatera Utara ini harus mewaspadai kekuatan, mantan Ketua DPD PD Kepri, Abdul Azis, Tengku Helmi Hatta, Karina (kerabat Ketua DPRD Batam, Surya Sardi) Alib Munirman (Ketua Paguyuban Pacitan), Dede Suparman (Ketua Paguyuban Pasundan) dan Imelda Bangsawan.

Sedangkan Partai Amanah Nasional (PAN), besar kemungkinan bisa meraih satu kursi. Tokoh urang awak, H Kasri tetap kokoh.

Belum terlihat pergerakan luar biasa dari caleg lain yang bisa mengancam dominasi Kasri di wilayah ini. Nama-nama seperti Danir, Hetdin Manurung, Huzer Zul, Indra Gobel sangat ditunggu pergerakannya. Sanggupkah mereka mengalahkan tokoh gaek urang awak itu?

Selanjutnya, Partai Hanura bisa menyerahkan kursi DPRD Kepri kepada kader terbaiknya, Sukhri Farial. Sukri merupakan anggota DPRD Kepri dan ia merupakan satu-satunya anggota DPRD Hanura yang duduk di Kepri dari daerah pemilihan Batam, di 2009.

Ketua orang Pariaman, Batam ini bakal mendapatkan perlawanan sengit dari Togi Sinaga, Reinhard Hutabarat (anggota DPRD Kepri dari Partai Damai Sejahtera) dan Kalper (petinggi PDIP Batam)

Sementara itu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) diprediksi bisa menyumbangkan satu kursi. Ketua DPW Partai NasDem, H Muhammad Amin sepertinya lebih kuat dari yang lain.

Sedangkan, Irwandi Umar, Berto Izaak Doko dan Emerson adalah figur yang bisa menyalip suara mantan anggota DPRD Kepri ini.

Masuk daerah pemilihan Kepri 5 atau Batam B (Sekupang, Batuaji, Sagulung dan Belakangpadang). Di dapil ini, Partai Golkar sepertinya bakal mendominasi.

Sosok Rizki Faisal merupakan kader Golkar yang menggerek suara di dapil ini. Kiprahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat patut diacungkan jempol.

Ini bisa dilihat di sebagian besar wilayah Sagulung, Batuaji dan Sekupang tersentuh oleh Rizki Faisal. Banyak aspirasi masyarakat di daerah ini diperjuangkan secara maksimal oleh mantan aktifis 98 ini.

Yang menjadi pembeda Rizki dengan politisi lain, anak muda ini memang dikenal dekat dengan rakyat. Hampir setiap hari masyarakat terbuka datang ke rumahnya. Rizki pun membuka pinti selebar-lebarnya bagi masyarakat tersebut.

Tingginya perhatian Rizki terhadap masyarakat di daerah ini, memunculkan penilain jika dapil Kepri (5) lima itu, Dapil Rizki. Dapilnya OR (orang Rizki).

Yang diuntungkan oleh pergerakan maksimal Rizki ini adalah caleg Golkar lainnya. Diantara caleg Golkar yang bertarung, Rinaldi Landen Nababan disebut-sebut lebih dominan. Walau begitu, Alfan Suhaeri, Juldefi tidak mau jadi pecundang. Mereka ini terus bergerak.

Kursi ketiga saja milik PDIP. Tim mengkaji malah PDIP bisa meraih dua kursi di daerah ini. Wakil Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dan anggota DPRD Kepri, Dewi Andriani bisa meraihnya. Namun pengacara kondang, Masrur Amin, Wardi, Eko Haryanto, Abdul Karim tidak bisa dipandang remeh.

Untuk kursi kelima, bisa saja milik Partai Amanah Nasional (PAN). Peluang anggota DPRD Kepri, Alex Guspeneldi mendapat tantangan dari mantan wartawan, Rizal Pandri. Untuk bulan ini, kiprah Rizal yang rajin turun mengangkat pamornya sebagai kandidat pemilih kursi DPRD Kepri.

Rizal mesti kuat menghadapi gempuran pengaruh Chablullah Wibisono yang merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Batam. Apalagi Chablullah juga Ketua DPW Muhammadiyah Kepri, akademisi dan mantan pejabat Otorita Batam.

Selanjutnya pada kursi keenam bisa saja milik PPP. Mantan penguasa PPP Batam Irwansyah berpeluang besar meraih kursinya. Kendati Gafaruddin Ibrahim, rivalnya Irwan di internal PPP sesungguhnya bukanlah petarung biasa.

Gafar dikenal politisi yang mudah bersosialisasi ke masyarakat. Gafar yang hijrah daerah pemilihan ini sudah mulai membumi di wilayah Sekupang, Batuaji dan Belakangpadang.

Partai Gerindra sepertinya tidak ingin jadi pecundang. Satu kursi dalam hitungan tim Haluan Kepri bisa direngkuh partai yang dipimpin Suhadi ini.

Anggota DPRD Kepri, Onward Siahaan memang berpeluang jadi. Tapi nama anyer, Edison dan Srikandi Gerindra, Lidya Darmayani bisa mengancam Onward.

Kedua politisi ini, pergerakannya memang tidak terlihat. Namun mereka melakoni perjalan mencari suara dengan sistematis, terukur dan massif. Apalagi salah satu diantaranya disebut-sebut didukung pengusaha besar.

Selanjutnya, balap-balapan terjadi antara Wakil Ketua DPRD Kepri, Hotman Hutapea dan anggota DPRD Kepri, Hj Titin Nurbaini.

Walau Titin pernah unggul pada Pemilu 2009 lalu, namun Hotman tidak gentar. Dengan kesiapannya, Hotman mengaku sudah menata proses pemenangan dirinya. Saat ini, Hotman tengah serius memetakan para pemilih di daerah ini.

Nah, di tengah pertarungan sengit Hotman dan Titin, mantan Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, Suhermanto dan politisi senior PD, Imran Purnama juga tidak bisa dipandang remeh.

Kedua sosok ini merupakan pengusaha muda yang ulet dan terkenal dekat dengan masyarakat.

Kursi di dapil ini juga milik PKS. Anggota DPRD Kepri, Suryani masih kuat. Walau begitu ke Amri Beddu bukannya tidak berselera. Soalnya, Amri kian menguat belakangan ini.

Terakhir, Partai Hanura tidak mau ketinggal. Ketua DPD Partai Hanura, dr Amir Hakim Siregar harus mengakui pergerakan anggota DPRD Batam, Suwandi.

Pada bulan ini, dr Hakim mesti legowo harus didepak Suwandi. Label Ketua DPD Partai Hanura menjadi tantangan tersendiri bagi Suwandi untuk memacu andranalinnya dalam mengandaskan impian mantan calon walikota Batam tersebut.

Pindah ke Kepri 6 atau Batam C. Dalam kajian tim, lima partai yang bakal mendapatkan kursi itu antara lain, Gerindra, Demokrat, PKS, PDIP dan PPP.

Kursi Partai Demokrat bisa diraih oleh dr Afrizal Dachlan. Afrizal dalam kajian Haluan mesti menghitung pergerakan Burhanuddin Nur yang dikenal sebagai tokoh muda kreatif dan sangat dekat dengan masyarakat.

Demikian juga perebutan kursi di PDIP. Walau Wakil Ketua DPRD Batam, Ruslan sangat berpeluang duduk  tapi Saproni bakal membuat Ruslan tidak nyenyak tidur.

Untuk kursi Gerindra, peluang Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, Ririn W SE sangat besar. Didukung faktor muda, cerdas dan dinamis, Ririn juga dikenal politisi yang bersahaja.

Namun Ririn jangan buru-buru senang. Sebab Andi Tajudin bukan petarung sembarangan. Dengan pengalaman politiknya, Andi bisa saja menjungkalkan prediksi banyak orang tentang Ririn tersebut.

Kursi PPP adalah milik anggota DPRD Kepri, Ahars Sulaiman. Cuma saja, Ahars terkesan sangat dominan. Sehingga sulit mencari tandingannya di internal. Lagian juga dikhawatirkan, Ahars kerja sendiri karena caleg lain berpikir mereka tidak mungkin menjungkalkan Ahars.

Terakhir, kursi di daerah ini adalah milik PKS. Siapa yang jadi, dari telusuran dan kajian tradisi PKS, mereka lebih mengedepankan kader senior. Dalam konteks ini, bisa saja Warya Burhanuddin nomor urut 1 bakal jadi.

Terakhir untuk daerah pemilihan Kepri 7 (Natuna-Anambas). Dalam kajian Haluan Kepri untuk daerah ini kursinya milik PAN, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Kursi PAN bisa saja milik anggota DPRD Kepri saat ini Fahmi Fikri. Sementara itu untuk Partai Demokrat bisa saja jadi kepunyaan Wan Norman dan Partai Golkar, Sofyan Syamsir.

Lagi-lagi, ketiga partai ini tidak boleh berpangku tangan. PDIP masih menguntit posisi ketiga. Sebab, PDIP dulunya pemilik kursi di dapil Utara Indonesia ini. Termasuk juga, eforia para kader Gerindra yang terus bergerak. Sehingga bisa saja peta politik 2014 mengubah peluang PD, PAN dan Golkar tadi. (tim)

Share