Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Opini

Opini

Hijrah Sebagai Etos Pembangunan Umat

Umar Natuna, Ketua STAI Natuna, tinggal di Ranai

Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah adalah kekuatan sejarah yang tidak ada tandingannya- kemudian melahirkan peradaban dunia yang gemilang. Masyarakat jahiliyah kemudian berubah menjadi masyarakat yang beradab. Suatu masyarakat yang tertib, dinamis, inspiratif, penuh keharmonisan, demokratis, aman dan produktif.

Apa yang Salah dengan Pemekaran Daerah?

Hasrul Sani Siregar, Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Provinsi Riau

Hingga kini Pemerintah belum memiliki solusi yang tepat dalam usaha memecahkan masalah Pemekaran Daerah. Pemerintah masih melakukan Moratorium (penghentian sementara) pemekaran daerah dan hingga kini pula Pemerintah belum ada upaya untuk mengakhiri moratorium tersebut. Selama Moratorium berjalan, Pemerintah, DPR dan DPD terus menerima aspirasi dari daerah dalam hal ini Pemekaran Daerah, baik aspirasi dari provinsi, kabupaten, dan kota.

Agus Dilaporkan Korupsi, Hehehe

Agus Dilaporkan Korupsi, Hehehe
Oleh: Moh Mahfud MD, Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN), Ketua MK (2008-2013)

BANYAK yang terkejut ketika tiba-tiba ada berita, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dilaporkan ke Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi dalam proyek KTP Elektronik atau e-KTP. Berita ini terasa gila dan sensasional karena dua hal.

Melawat ke Natuna, Menyelami Mitos Pulau Senua

Suhardi, Dosen dan Peneliti Sastra Lisan UMRAH Tanjungpinang

Provinsi Kepri selain memiliki sumber daya alam yang banyak, ternyata juga menyimpan berbagai kekayaan jenis mitosnya. Mitos-mitos tersebut tersebar di setiap kabupaten dan kota. Bagi peneliti sastra, khususnya sastra lisan, hal ini tentunya sangat mengagetkan dan menggiurkan. Mengagetkan karena tidak menyangka sebelumnya akan demikian.

Pendidikan di Tengah Era Digital

Anas Rullah Simanjuntak, Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, STAI Ibnu Sina Batam

Kebebasan berpendapat di ruang publik saat ini benar-benar terbentang luas. Setiap orang dapat mengekspresikan gaya hidup manusia per-individu ataupun golongan.

Kampung Segeram Milik Siapa?

Kampung Segeram Milik Siapa?
(Melacak Akar Sejarah Melayu di Pulau Bunguran (2))
Oleh: Umar Natuna, Ketua STAI Natuna sekaligus Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Kampong Segeram

Persoalan Kampung Segeram
Dari berbagai dialog dan perbincangan rombongan dan saya dengan masyarakat setempat, terutama dengan Pak Mukhtar Hadi, salah seorang Guru SD setempat, maka didapati beberapa informasi yang menarik. Pertama, soal penguasaan tanah. Jadi tanah sekitar jalan menuju Segeram, Semala dan Nyit-Nyit sebagian besar sudah di kuasai oleh para orang berduit, baik dari Pribumi yang ada di Ranai maupun dari tauke Cina dari Sedanau. Maka, ketika ditanya tanah untuk pengembangan pendidikan dan fasilitas umum lainnya, boleh dikatakan tidak ada, "memang tidak disiapkan," katanya. Saya pun mulai terenyuk. Karena kampung yang penuh nilai sejarah ini akan segera hilang dan lenyap di kemudian hari. Apalagi setelah melihat beberapa makam yang digali orang yang tak bertanggung jawab. Perbincangan untuk mencari lokasi untuk Posko STAI di sana pun mengalami jalan buntu.

 

Kapan Pemilihan Cawagub Kepri Berakhir?

Kapan Pemilihan Cawagub Kepri Berakhir?

Oleh: Raja Dachroni, Direktur Gurindam Research Centre (GRC: Research & Consuliting)

Sekitar setahun rasanya masalah pemilihan Calon Wakil Gubernur (cawagub) Kepri belum terselesaikan. Hingga beberapa hari yang lalu terbentuklah panitia pemilihan dan tatib untuk pemilihan Cawagubkepri. Apa sebabnya? Kapan cerita ini berakhir? Nah, ibarat sinetron yang memiliki episode yang sangat panjang. Episode demi episodenya sangat menarik untuk diikuti walau kadang dibuat penasaran dan sedikit memberikan luka kepada penontonnya. Barangkali itulah analogi yang pas untuk pemilihan Cawagub Kepri yang saat ini sedang dibahas oleh Pansus Cawagub DPRD Kepri yang dipimpin Surya Makmur Nasution yang juga merupakan politisi Demokrat.

Kampung Segeram Milik Siapa?

(Melacak Akar Sejarah Melayu di Pulau Bunguran (1))
Oleh: Umar Natuna, Ketua STAI Natuna sekaligus Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Kampong Segeram

Beban sejarah serasa terbayar sudah ketika kaki menginjakkan di Kampong Segeram, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, tepatnya pukul 06.15 menit malam hari. Hari itu, Sabtu, 12 Agustus 2017 lalu. Betapa tidak, Segeram yang memiliki nilai sejarah tentang Pemerintah Melayu  pertama di Pulau Bunguran, Natuna ini begitu sarat dengan kisah sejarah, peninggalan masa lalu, salah satunya berupa makam-makam tua, cerita lisan, dan sejumlah fakta sejarah lainnya. Namun, kampong ini boleh dikatakan tidak tersentuh oleh kemajuan seiring percepatan pembangunan Natuna. Berbagai warisan sejarah dan artifak budaya disana tidak terpihara, bahkan hilang disamun/dicuri orang. Kisah sejarah masa lalunya pun putus bagaikan kapal tenggelam di telan gelombang. Hampir tidak ada penududuk yang tahu cerita atau sejarah dan daya tarik Segeram itu sendiri.

Pramuka Sebagai Solusi Penguatan Pendidikan Karakter

Oleh Said Edy Wibowo, Pengiat Pramuka Tingkat Kwaran

Pendidikan karakter memang harus dilakukan sejak dini, menanamkan nilai karakter budaya pendidikan, bahkan sejak dalam usia dini yang menurut pada ahli berada pada usia lahir hingga 6 (enam) tahun, atau bisa disebut masa keemasan (the golden age). Masa ini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak, sekaligus masa kritis yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Itu sebabnya pendidikan karakter akan lebih tepat apabila dilakukan sejak dalam Pendidikan Anak Usia Dini.

Manfaat Paguyuban Orang Tua Siswa

Oleh Agus M. Irkham, Pengiat Pendidikan

Untuk menjembati komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa yang langsung berkaitan dengan substansi pendidikan dan teknis pembelajaran, seyogianya dapat dibentuk forum atau paguyuban orang tua siswa sebagai wujud nyata upaya untuk turut aktif terlibat dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari ekosistem.

Problematika Mengelola Radio Daerah Perbatasan

Muhith, M.Ag, Koordinator Isi Siaran KPID Kepri, Dosen STIQ Kepri

Secara Nasional, jumlah radio, baik radio swasta maupun pemerintah terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah radio yang mendapatkan izin yang dikeluarkan Kominfo, yakni, IPP Prinsip sebanyak 1720, dan IPP Tetap sebanyak 2014, sehingga radio yang mengudara di Indonesia sebanyak 3.734 radio.

Titik Kritis Pemotongan Hewan Kurban

drh. Iwan Berri Prima, Ketua Komisi Kesehatan, Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam MUI Bintan

“Bagi umat muslim, Hari raya Idul Adha atau lebih dikenal dengan hari raya kurban merupakan ibadah yang bukan hanya menyangkut hubungan antara seorang hamba dengan pencipta-Nya, tetapi juga menyangkut hubungan sosial antar sesama manusia. Hal ini ditunjukkan dengan perintah melakukan pengorbanan berupa memotong hewan kurban. Oleh sebab itu, proses pemotongan hewan kurban harus mematuhi kaidah-kaidah tertentu”

Memanusiakan Kota

Memanusiakan Kota

Oleh: Dr Apriyan D Rakhmat, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau, Pekanbaru

Judul tulisan di atas muncul seturut kegelisahan dan kecemasan saya tentang kehidupan kota masa kini, khususnya kota-kota besar di Tanah Air, dengan semakin meningkatnya kuantitas dan kualitas kriminalitas: pencurian, penodongan, perampokan, pembunuhan, penggunaan narkoba dan ekstasi, pelecehan seksual, pemerkosaan, perdagangan manusia, pemalsuan; termasuk juga caci maki, fitnah, kabar bohong, hoax, ujaran kebencian, dan sejenisnya yang semakin berseliweran di dalam kehidupan masyarakat urban.