Sabtu08232014

Last update12:00:00 AM

Back Sijori Xin Wen PSMTI Maksimalkan Peran Generasi Muda

PSMTI Maksimalkan Peran Generasi Muda

FredyTANJUNGPINANG (HK)-Generasi muda merupakan salah satu komponen stakeholders yang perlu dilibatkan dalam pembangunan daerah, karena memiliki sumber daya yang potensial untuk mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, PSMTI Tanjungpinang dan Bintan akan memaksimalkan peranan generasi muda dalam berbagai rencana kegaiatannya.


"Potensi yang ada dalam generasi muda seringkali belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan pelibatan generasi muda pun cenderung dimobilisasi untuk kepentingan tertentu. Padahal, dari segi kuantitas, generasi muda sebenarnya merupakan satu representasi dari kekuatan politik tersendiri yang mampu mempengaruhi pembuatan kebijakan. Dan PSMTI akan memanfaatkan secara optimal potensi tersebut," kata Fredy Sekretaris PSMTI Tanjungpinang dan Bintan, pada Haluan Kepri, kemarin.

Menurut dia, dalam upaya mempersiapkan, membangun dan memberdayakan generasi muda agar mampu berperan serta sebagai pelaku-pelaku aktif pembangunan, maka akan dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan, misalnya dengan munculnya berbagai permasalahan sosial yang melibatkan atau dilakukan generasi muda seperti tawuran dan kriminalitas lain, penyalahgunaan narkoba dan zat adiktiflain, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/Aids dan penyakit menular, penyaluran aspirasi dan partisipasi, serta apresiasi terhadap kalangan generasi muda.

"Apabila permasalahan tersebut tidak memperoleh perhatian atau penanganan yang sesuai dengan konsepsinya, maka dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang luas dan mengganggu kesinambungan, kestabilan dalam proses pembangunan,"ujarnya.

Permasalahan lainnya terkait dengan generasi muda, lanjut Fredy adalah ketahanan budaya dan kepribadian, khususnya di Tanjungpinang yang notabene berada didaerah perbatasan sangat rentan dengan pengaruh budaya asing. Saat ini di kalangan generasi muda sudah semakin luntur, yang disebabkan cepatnya perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi, derasnya arus informasi global yang berdampak pada penetrasi budaya asing. Hal ini mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda.

"Persoalan tersebut dapat dilihat dari kurang berkembangnya kemandirian, kreativitas, serta produktivitas dikalangan generasi muda, sehingga generasi muda kurang dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan yang sesuai dengan karakter daerah,"ungkapnya.

Sementara yang tidak kalah pentingnya adalah era globalisasi yang terjadi diberbagai aspek kehidupan yang sangat mempengaruhi daya saing generasi muda. Sehingga generasi muda baik langsung maupun tidak langsung dituntut untuk mempunyai keterampilan, baik bersifat keterampilan praktis maupun keterampilan yang menggunakan teknologi tinggi untuk mampu bersaing dalam menciptakan lapangan kerja atau mengembangkan jenis pekerjaan yang sedang dijalaninya.

"Dengan memberi porsi untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuannya kita berharap generasi muda kita akan lebih tangguh dalam mengahdapi kemajuan dunia dengan tetap mencintai budaya daerahnya," tandas Fredy.(rul)


 

Share