Edi, salah seorang warga Tionghoa di Kota Tanjungpinang mengatakan, sejak zaman dulu, buah jeruk dengan warna kuning keemasan, memiliki arti kekayaan. Kata dia, hingga saat ini warga Tionghoa masih berharap agar perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek, mendapatkan banyak rezeki. "Dari dulu, buah jeruk sudah diartikan buah pembawa rezeki, karena memiliki warna kuning keemasan," kata Edi, beberapa waktu lalu.
Disamping memiliki keberuntungan, buah jeruk juga selalu dilambangkan sebagai buah keharmonisan untuk sebuah rumah tangga, serta berharap agar tumbuh secara bersama-sama, dan menyatu hingga akhir hayat.
Dikatakannya, tidak hanya pada perayaan Tahun Baru Imlek saja buah jeruk selalu dibeli oleh warga Tionghoa, tetapi makna lainnya yang terkandung di dalam buah jeruk ialah, di waktu selesainya pernikahan pengantin perempuan akan diberikan dua buah jeruk dari keluarga mertua.
"Bagi pengantin perempuan yang mendapatkan buah jeruk dari mertuanya, melambangkan bahwa mereka telah siap untuk hidup sebagai pasangan suami istri," katanya.(cw53)Share
Newer news items:
- Minta Berkah di Kelenteng Sam Po Khong
- Warga Padati Kelenteng Sam Po Khong
- Sekolah Minggu Vihara Bentuk Budi Pekerti
- Kuburan Juga Punya Feng Shui
Older news items:
- Kungfu Shaolin Perlu Dilestarikan
- Kain Merah Dipajang Tanda Peresmian
- Bagikan Air Tahu Buat Buka Puasa
- Vegetarian Tingkatkan IQ