Minggu09212014

Last update12:14:13 AM

Back Sijori Xin Wen Buah Jeruk untuk Ritual

Buah Jeruk untuk Ritual

TANJUNGPINANG (HK)- Banyak buah-buahan yang mengandung makna bagi warga Tionghoa. Seperti halnya buah jeruk, bagi warga Tionghoa wajib memilikinya, jika sedang melakukan ritual sembahyang. Buah jeruk banyak digunakan atau untuk hari Raya Imlek. Menurut beberapa warga Tionghoa, buah jeruk diartikan buah yang membawa rezeki.

Edi, salah seorang  warga Tionghoa di Kota Tanjungpinang mengatakan, sejak zaman dulu, buah jeruk dengan warna kuning keemasan, memiliki arti kekayaan. Kata dia, hingga saat ini warga Tionghoa masih berharap agar perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek, mendapatkan banyak rezeki. "Dari dulu, buah jeruk sudah diartikan buah pembawa rezeki, karena memiliki warna kuning keemasan," kata Edi, beberapa waktu lalu.

Disamping memiliki keberuntungan, buah jeruk juga selalu dilambangkan sebagai buah keharmonisan untuk sebuah rumah tangga, serta berharap agar tumbuh secara bersama-sama, dan menyatu hingga akhir hayat.

Dikatakannya, tidak hanya pada perayaan Tahun Baru Imlek saja buah jeruk selalu dibeli oleh warga Tionghoa, tetapi makna lainnya yang terkandung di dalam buah jeruk ialah, di waktu selesainya pernikahan pengantin perempuan akan diberikan dua buah jeruk dari keluarga mertua.

"Bagi pengantin perempuan yang mendapatkan buah jeruk dari mertuanya, melambangkan bahwa mereka telah siap untuk hidup sebagai pasangan suami istri," katanya.(cw53)

Share