Kamis04242014

Last update12:00:00 AM

Back Sosok dr Nina SpOG, Dokter Kandungan di Graha Hermin

dr Nina SpOG, Dokter Kandungan di Graha Hermin

dr Nina SpOG, Dokter Kandungan di Graha Hermin

Sabar Dalam Suka Duka

Menjalani profesi sebagai seorang dokter tidaklah seenak dan semudah apa yang dibayangkan banyak orang. Karena, pekerjaan dokter tersebut penuh tantangan dan resiko dalam penangani pasien yang sedang menderita sakit.

Sehingga, untuk menjadi seorang dokter, diperlukan ketabahan, sabar serta berani dalam mengambil keputusan dalam menghadapi penyakit yang diderita seorang pasien yang datang untuk berobat.

Begitu juga halnya yang dijalani dan dihadapi Dr Nina SpoG setiap hari. Dengan profesi sebagai seorang dokter ahli kandungan semenjak 2006 silam ini, tentunya Nina selalu siap dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk terhadap kondisi pasiennya.

Selama ini, setiap hari, ia tidak pernah absen untuk memberikan pelayanan kesehatan kehamilan dan pemeriksaan kandungan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

"Suka dan duka selalu ada silih berganti. Rasa suka akan muncul apabila bisa menangani pasien dengan baik dan sukses dalam proses persalinan. Sedangkan rasa duka, lantaran mendapat komplin dari pasien yang merasa tidak puas atas pelayanan, meskipun kita sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik," ungkap wanita kelahiran Batusangkar, 01 Juli 1967 silam ini.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang angkatan 2006 ini juga mengatakan, selama menjalankan profesi sebagai seorang dokter ahli kandungan, yang menjadi kendalanya adalah waktu.

Dimana, ada kalanya seorang dokter tidak bisa menangani pasien dengan tuntas lantaran harus segera menangani pasien yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat atau urgent. Kemudian, ada kalanya dokter itu diminta cepat dan dapat menangani dua pasien sekaligus di dua tempat yang berbeda dalam waktu bersamaan. Kalau tidak bisa menganbil keputusan yang tepat, tentunya hal itu akan menjadi masalah bahkan musibah bagi pasien.  

"Kadang-kadang waktu 24 jam sehari itu tidak cukup rasanya. Namun, saya akan tetap berupaya sebaik mungkin untuk dapat memberikan pelayanan, serta berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan. Di antaranya, dengan banyak-banyak membaca buku ilmu-ilmu kedokteran, mengikuti setiap pelatihan kesehatan, maupun seminar-seminar tentang kesehatan dan kedokteran," ujar Nina, yang meniliki semboyan hidup "Berupaya bekerja sambil beramal" ini.

Istri dari dokter umum Salman ini juga mengungkapkan, juga ada hal lain yang juga harus menuntut kesabaran dan ketabah seorang dokter dalam menghadapi pasien.

Yaitu, bagaimana bisa memberikan suatu pemahanan dan perhatian terhadap seseorang pasien yang mengalami gangguan, kelainan bahkan ada kemungkinan bayi mengalami kecacatan dalam kandungannya. Sehingga ada kalanya seorang ibu itu tidak bisa menerima keadaan tersebut.

"Sebagai seorang dokter, juga harus teruji ketabahan dan kesabarannya dalam memberikan penjelasan kepada orang tua bayi mengenai kondisi bayi sebenarnya dan menerangkan kemungkinan penyebabnya serta akibatnya. Serta berupaya memberikan saran agar bisa melakukan pemeriksaan kepada dokter spesialis yang lebih berkompeten," pungkas Nina yang juga hobi memelihara kucing Anggora dan kucing Persia ini.(cw41)

Share