Selasa09232014

Last update12:00:00 AM

Back Tajuk Oknum Guru di Batam Jadi Pengedar Narkoba

Oknum Guru di Batam Jadi Pengedar Narkoba

Seorang oknum guru honorer di salah satu sekolah swasta di Batam tertangkap polisi bersama 45 pengedar narkoba lainnya. Berita yang muncul di Haluan Kepri hari ini tentu menyentak lagi keprihatinan kita atas gurita jaringan narkoba yang bahkan menerobos hingga ke para pendidik.

Data yang disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Agus Rohmat bahwa, oknum guru ini tertangkap tangan membawa 8 gram ganja yang dibungkus kertas kado berwarna putih. Ia ditangkap di kawasan Lubuk Baja, Batam, Kamis (24/1) kalu sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan sementara, oknum guru ini diduga tidak hanya sebagai konsumen atau pemakai, tetapi juga diketahui sebagai pengedar.

Kasus oknum guru ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua. Hal ini mengingat pelaku adalah guru yang seharusnya mendidik siswanya agar tidak terjerumus narkoba malah ia terlibat dalam jaringan narkoba.

Apalagi guru itu seorang publik figur. Artinya pada dirinya melekat integritas dan etika publik, sehingga ada yang membatasi ruang geraknya untuk yang boleh dan tidak boleh dilakukannya.

Lalu bagaimana menyikapi keadaan ini?. Dengan adanya penangkapan guru ini perlu kita jadikan pengingat bahwa pekerjaan teramat berat masih harus dilakukan untuk memberantas narkoba. Apalagi Kepri termasuk dalam jajaran lima besar Indonesia yang dijadikan lahan menggiurkan untuk bisnis narkoba.

Untuk menangkal masuknya narkoba di Kepri, maka perbatasan laut harus terproteksi secara ketat. Begitu juga di darat dan pengawasan di pelabuhan laut. Kemudian perlu ada regulasi dan tindakan hukum yang ketat, serta diperkuat pula dengan ketahanan internal masyarakat.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi secara massif Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkoba. Berdasarkan UU itu, pemakai diperlakukan sebagai korban yang harus disembuhkan dan tidak ditindak seperti pelaku kriminal.

Kesadaran masyarakat akan UU tersebut bisa mendorong warga untuk semakin progresif mendukung upaya pemerintah memberantas jaringan narkoba. Dukungan masyarakat dengan dilandasi kesadaran hukum sangat penting mengingat mafia peredaran narkoba di Tanah Air sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan dan bahkan menakutkan.

Politik pemberantasan narkoba harus dimulai dengan menempatkan narkoba sebagai prioritas selain korupsi jika tidak ingin masa depan masyarakat hancur. Indonesia bisa belajar dari Thailand yang secara ketat menerapkan program itu dan kini telah menuai hasil. Namun, harus diingat pula bahwa pemberantasan narkoba tidak akan pernah berakhir. (aldi)

Share