Rabu05242017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Berkas Slamet Dilimpahkan ke Kejari

Berkas Slamet Dilimpahkan ke Kejari

Kasus Pungli Sewa Kios Pasar

TANJUNGPINANG (HK)- Berkas Slamet, tersangka dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) sewa kios di Pasar Bintan Center KM 9 Tanjungpinang telah dilimpahkan oleh jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang kemarin.
Saat ini berkas tersangka karyawan PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang itu, masih ditangan pihak JPU Kejari Tanjungpinang dan belum di limpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Dalam kasus ini, juga melibatkan Direktur PT TMB BUMD Tanjungpinang, Asep Nana Suryana sebagai tersangka. Namun berkas yang bersangkutan masih ditangani penyidik Polda Kepri dan belum dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Kepri.

"Berkas berikut tersangka Slamet tersebut sudah kita limpahkan ke JPU pada Kejari Tanjungpinang, Rabu (17/5) kemaren. Nantinya berkas itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang," kata Kasipenkum Kejati Kepri, Wiwin Iskandar SH, Kamis (18/5).

Disampaikan, dalam penanganan perkara tersangka tersebut, pihanya telah menunjuk dua orang JPU, untuk meneliti pemberkasan dari penyidik Polda Kepri, kemudian dibantu JPU dari Kejari Tanjungpinang dalam pelaksanaan sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang nantinya.

"Jadi dalam penanganan sidang perkara terhadap terdakwa Slamet itu nantinya di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, telah ditunjuk sebanyak lima orang JPU. Dua dari Kejati Kepri dan tiga orang dari Kejari Tanjungpinang,"ungkapnya.

Lebih lanjut, Wiwin belum bisa memastikan kapan pelimpahan berkasan tesebut ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, karena masih menunggu kelengkapan administrasi lainnya. Kendati demikian, pihaknya menyatakan siap untuk pelaksanaan sidang nantinya.

"Prinsipnya kita telah siap dalam pelaksanaan sidang terhadap tersangka Slamet tersebut," ucap Wiwin  

Sebagaimana diberitakan, dugaan kasus tersebut bermula tertangkapnya Slemet, oknum pegawai PT TMB BUMD Tanjungpinang dalam OTT Tim Saber Pungli di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang Timur, Jumat (17/2) lalu.

OTT ini setelah polisi mendapat komplain dan keluhan warga masyarakat kecil. Warga yang berjualan dan menyewa kios/lapak di Pasar Bintan Center KM 9 Tanjungpinang itu mengeluh mahalnya biaya sewa kios/lapak serta banyaknya pungutan terhadap para pedagang di pasar tersebut.

Berdasarkan informasi tersebut, didapatkan fakta bahwa yang menjadi koordinator Pasar Bintan Center tersebut adalah Slamet, oknum pegawai BUMD Tanjungpinang. Saat dilakukan penyelidikan, tim mendapati Slamet, sedang menerima uang dari seseorang. Di mana uang tersebut diduga sebagai uang Pungli terkait penyewaan Kios/lapak di pasar tersebut.

Kemudian Slamet langsung diamankan, berikut barang bukti, termasuk melakukan penggeledahan guna pengembangan kasus tersebut ke kantor PT TMB BUMD Kota Tanjungpinang, di kawasan jalan Potong Lembu, Tanjungpinang.

Berdasarkan data dari Polda Kepri, Barang Bukti (BB) yang diamankan/disita di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni uang tunai sejumlah Rp8 juta, 1 lembar fotocopy KTP, 2 lembar foto warna ukuran 3X4, 1 lembar materai Rp6 ribu, 2 Handphone merk Nokia dan Samsung warna hitam silver.

Praktek pungli ini diduga telah berjalan sejak tahun 2014 lalu, namun para pedagang tidak ada yang berani melaporkan karena takut akan diusir dari kios dan lapaknya karena tidak memiliki tempat untuk berjualan lagi.

Kasus yang melibatkan dua oknum pegawai BUMD Tanjungpinang termasuk dalam ranah hukum tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dan diancam Pasal 11, juncto Pasal 12 huruf (a) dan Pasal 12 huruf (e) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tidak pidana korupsi, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (nel)

Share