Kamis08172017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Dewan Panggil Pertamina

Dewan Panggil Pertamina

spbuPremium Langka di Tanjungpinang-Batam

TANJUNGPINANG (HK) - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang akan memanggil PT Pertamina Region I Batam untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), membahas kelangkaan Premium.

"Kita akan mengirim surat ke Pertamina Region I Batam, untuk RDP bersama intansi terkait pada minggu depan. Hal ini juga sudah dibicarakan bersama dengan anggota dewan lainnya," ungkap anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Syahrial, Kamis (18/5).

Syahrial menyebutkan, Pertamina mengeluarkan kebijakan mengurangi kuota Premium hingga 70 persen di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mengalihkan pemasarannya ke Pertalite.

"Kebijakan pengurangan kuota Premium tersebut, sangat tidak tepat pada saat ini. Dan menyayangkan, pihak Pertamina tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu ke Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemko Tanjungpinang. Karena ini menyangkut langsung ke masyarakat, jadi jangan melangkahi pemerintah daerah," ujar Syahrial.

Ditegaskan dia, Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang meminta kebijakan tersebut ditunda. Dan tetap memenuhi kuota Premium seperti sebelumnya. Apabila hal ini tidak digubris pihak Pertamina, DPRD Kota Tanjungpinang terus memperjuangkan penundaan tersebut hingga ke pemerintah pusat.

"Kita terus berjuang, untuk meminta ditunda. Karena waktunya tidak pas, dan akan memicu inflasi. Kestabilan harga bahan pokok pasti terganggu, terlebih saat ini menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Ditambah masuknya ajaran baru bagi dunia pendidikan dan naiknya tarif listrik," ujarnya.

Menurut dia, kalaupun pengurangan kuota Premium ini merupakan kebijakan secara nasional, pihaknya memahami. Jadi pihak Pertamina harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agar bisa dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami harapkan pihak Pertamina memahami situasi saat ini, agar bisa ditunda pengurangan kuota Premium hingga usai Hari Raya Idul Fitri nanti," pungkasnya.

Diketahui, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan Premium di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang beberapa hari terakhir. Beberapa SPBU menyatakan Premium habis dan menggantikan dengan BBM jenis pertalite yang harganya terpaut lumayan jauh dari harga BBM Premium.

Sebelumnya, menanggapi hal tersebut Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah juga menyayangkan hal tersebut. Apabila ada pergantian Premium ke Pertalite sebaiknya dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, karena menurutnya kebijakan sepihak ini sangat merugikan masyarakat.

"Masyarakat subsidi jenis Premium ini jadi merasa dirugikan. Seharusnya ada koordinasi antara Pemprov Kepri dengan Pemko Tanjungpinang, jika ada pergantian BBM," ujar Lis.

Selain itu, kata Lis, masyarakat juga perlu disosialisasikan tentang pergantian Premium ke Pertalite. Sehingga, masyarakat tidak kaget dan merasa dirugikan.
"Masyarakat kecil biasa menggunakan BBM bersubsidi jenis Premium. Jika memang keputusan Pemprov Kepri, paling tidak secara bertahap dilaksanakannya," ungkap Lis.

Dikatakan Lis juga, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SPBU di Tanjungpinang. Menurut Lis, ada kesepakatan yang diberikan Pertamina apabila SPBU bisa menjual BBM jenis Pertalite sesuai dengan target yang telah ditentukan.

"Informasinya mendapatkan 30 persen bonusnya, apabila mencapai target penjualan jenis Pertalite. Selain itu, meskipun pengawasan distribusi sudah menjadi kewenangan Provinsi. Tetapi, untuk meredam reaksi di tengah masyarakat persoalan ini harus dituntaskan," tutupnya.

Di Batam, kelangkaan Premium juga sudah berlangsung sejak hampir sebulan lalu. Di hampir semua SPBU, pengendara hanya dilayani mengisi Pertalite. Kondisi ini sangat dikeluhkan pengendara. "Pertamina tidak transparan, ada hal yang  ditutup-tutupi. Saya dengar kuota Premium dikurangi," kata Randi, salah seorang pengendara dijumpai di SPBU Coco Seiladi, beberapa waktu lalu. (rco)

 

Share