Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang APBD-P Tpi Diusulkan Naik

APBD-P Tpi Diusulkan Naik

TANJUNGPINANG (HK) - Proyeksi pada rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan sebesar Rp961,496 miliar, atau naik 4,34 persen dari APBD Murni 2017.
Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul saat menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD-P 2017 dalam sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang, Selasa (12/9).

Syahrul memaparkan kenaikan itu terjadi pada bertambahnya pendapatan daerah sebesar Rp35,185 miliar dari kondisi awal sebesar Rp906,5 milyar menjadi Rp941,685 miliar. Rinciannya, pada kelompok Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami perubahan sebesar Rp35,180 milyar dari semula Rp116,448 miliar menjadi sebesar Rp151,629 miliar atau bertambah 30,21 persen.

Sementara, Dana Perimbangan yakni penerimaan daerah yang bersumber dari bagi hasil pemerintah pusat terhadap daerah, seperti bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) juga mengalami peningkatakan 0,48 persen dari APBD murni yang semula sebesar Rp721,822 miliar menjadi Rp725,282 miliar.

"Kalau untuk lain-lain pendapatan yang sah, seperti dana bagi hasil pajak dari Provinsi dan pemerintah daerah lainnya berkurang sebesar 5,06 persen atau yang semula sebesar Rp68,228 miliar menjadi Rp64,773 miliar," kata Syahrul.

Dilanjutkan Syahrul, karena dari sisi pendapatan mengalami peningkatan tentu akan berdampak terhadap belanja daerah yang bertambah Rp39,996 miliar. Dari semula sebesar Rp921,5 miliar menjadi sebesar Rp961,496 miliar atau 4,34 persen naik.

"Tentu belanja tidak langsung dan belanja langsung, juga mengalami kenaikan. Oleh karenanya, kami berharap ada masukan dari legislatif, baik menyangkut kebijakan strategis pendapatan dan belanja maupun upaya mengatasi kendala anggaran," pungkasnya.

Usai paripurna, Syahrul mengatakan Pemko Tanjungpinang tetap mengalami defisit anggaran, tidak ada penambahan. Di APBD Perubahan 2017 ini, Pemko Tanjungpinang hanya mengeser kegiatan yang belum bisa diselesaikan dengan waktu yang tersisa.

"Di APBD Perubahan ini, kita hanya menggeser tidak ada penambahan. Menggeser program yang diperlukan. Seperti digelarnya sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Itu dana sendiri tidak ada dari pusat," jelas Syahrul.

Penggeseran tersebut, kata Syahrul merupakan kebijakan dari pemerintah untuk menyesuaikan dengan sisa waktu yang tersedia hingga 24 Desember 2017 nanti. Selain itu, lanjut Syahrul juga untuk mengejar target penyerapan anggaran.

"Atrget kita 90 persen, maka kita lakukan perubahan itu. Kita geser, mata anggarannya, kemudian rekeningnya hingga sesuai. Kita geser ini karena di beberapa dinas tidak efektif seperti masalah fisik tidak bisa diselesaikan, maka kita geser dan ada juga yang menjadi SILPA," pungkasnya. (rco)

Share