Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Ingin Lingga jadi Kawasan Pertambangan

Ingin Lingga jadi Kawasan Pertambangan

TANJUNGPINANG (HK) - Belasan mahasiswa hinterland asal Kabupaten Lingga menuntut perubahan perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRW) Provinsi Kepri dan memasukkan Kabupaten Lingga sebagai kawasan pertambangan dengan  mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri Dompak, Selasa (12/9).
Penanggungjawab aksi Siswandi mengatakan bahwa Kabupaten Lingga sudah sejak lama dikenal sebagai kawasan pertambangan. "Sejak dahulu Singkep dan beberapa kawasan di Lingga dikenal dengan tambangnya. Namun sekarang justru dalam RTRW Provinsi, kawasan pertambangan di Lingga tidak ada," kata Siswandi.

Mahasiswa Lingga lainnya Sapar meminta agar RTRW ditinjau kembali. Dengan masuknya pertambangan di Lingga, maka aktivitas pertambangan dapat berjalan kembali. "Masyarakat juga bisa sejahtera. Lingga kembali bergairah," kata Sapar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang menerima kedatangan mereka menjelaskan bahwa untuk merubah Perda RTRW membutuhkan waktu. Karena berdasarkan aturan yang ada RTRW baru dapat disahkan jika sudah lima tahun. Sedangkan untuk perda RTRW Kabupaten Lingga sudah berjalan lima tahun.

"Maka dari itu, Perda nomor 3 Tahun 2013 Kabupaten Lingga sudah dapat direvisi," kata Jumaga.

Hal yang sama juga ditambahkan anggota Pansus RTRW Tawarich. Ia mengatakan, Perda RTRW Kepri hanya mengadopsi dari perda RTRW kabupaten/kota. "Kami tidak bisa menambahkan karena itu domain dari pemerintah kabupaten dan kota," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima anggota pansus RTRW lainnya Irwansyah, bahwa saat ini Pemkab Lingga sudah mengajukan Peninjauan Kembali perubahan perda tersebut. Sehingga nantinya, perda Kabupaten dapat dirubah untuk bisa dijadikan acuan perubahan Perda RTRW Provinsi Kepri. (efr)

Share