Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Demokrat Sesalkan Pernyataan Ahars

Demokrat Sesalkan Pernyataan Ahars

TANJUNGPINANG (HK)- Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepri, Husnizar Hood kesal dengan pernyataan Ahars Sulaiman di media. Staf Khusus Gubernur Kepri mengatakan ingin membatalkan nama Agus Wibowo, dari pencalonan Wakil Gubernur Kepri.
"Sebagai seorang  Staf Khusus Gubernur Kepri,  Ahars Sulaiman tidak pantas mengeluarkan  statment seperti itu di media.  Ia tidak memiliki kapasitas terkait proses pemilihan  wakil Gubernur Kepri," ujar Husnizar saat jumpa pers bersama AMPK dan Garda Raja Fisabilillah di Kedai Kopi Pelaut Tanjungpinang, Rabu (13/9) siang.

Menurut Husnizar, pernyataan Ahars sama saja mengobok-obok Partai Demokrat. "Saya tidak akan diam bila partai kami diobok-obok oleh orang lain. Padahal peran partai Demokrat sangat strategis di partai pengusung 'Sanur' saat itu," tegas  wakil Ketua DPRD Kepri itu.

Dikatakan, pada 27 Desember 2016 lalu telah disepakati bersama ke lima partai pengusung (Nasdem, PPP,  PKB, Gerindra dan Demokrat) Sani-Nurdin terkait pencalonan Wagub Kepri.

"Yang memimpin saat  itu Nurdin Basirun dihadiri Ketua Partai Tingkat Provinsi Kepri seperti Apri Sujadi dan saya dari Partai Demokrat, Sarafudin Aluan dari PPP,  Abdul Basid dari PKB hingga Rocky Daulay serta Raja Ariza sebagai notulen.  Tetapi dari pengakuan Raja Ariza bahwa notulen dan absensinya hilang," katanya sambil mengerinyitkan dahi.

Menurut Husnizar, untuk menarik dua nama yang diajukan seperti  Isdianto dan Agus Wibowo tidak boleh sembarangan, karena panitia pemilihan (panlih) cawagub sudah terbentuk. "Apakah seorang Ahars Sulaiman tidak mengerti aturan,  ini sama saja tidak menghormati  Panlih DPRD Kepri.  Biarkanlah dulu Panlih bekerja,  bila memang ada kekurangan pasti dikembalikan," ujarnya.

Lanjut Husnizar, posisi  Wagub sangat penting  untuk membantu tugas Gubernur Kepri yang tidak bisa bekerja  sendiri.

"Dulu jabatan Wagub itulah yang dikejar-kejar oleh seorang Nurdin Basirun, termasuk mendaftarkan dirinya di Partai  Demokrat. Jadi ia harus ketahui dan hormati jabatan Wagub. Bukan memperlambat proses ini, " tegasnya.

Saudara kandung dari tokoh sentral pendiri Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H Huzrin Hood ini juga melihat ada upaya untuk memperlambat proses pemilihan Wagub.  ini sama seperti di Sumatera  Utara dan Riau.

"Saya juga terus berkoordinasi dengan Pak Apri Sujadi selaku Ketua DPD Partai Demokrat  Provinsi  Kepri yang sekarang  berada di Jatinangor,  Kampus IPDN. Saya terus melaporkan  situasi dan perkembangan  di sini," tambahnya.

Atas nama  Partai Demokrat,  Husnizar meminta penjelasan  dari partai  pengusung lainnya,  bukan menyuruh PKB untuk menggugat.

"Saya tidak ingin berandai-andai bila memang terjadi penarikan nama Cawagub di Panlih DPRD Kepri.  Mereka terutama Gubernur Kepri yang juga selaku Ketua Nasdem Provinsi Kepri memberikan  penjelasan  ada apa,  bukan melalui seorang Ahars Sulaiman," pungkasnya. (nel)

Share