Sabtu10212017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Pembunuh Wanita di Lorong Bintan Dituntut 8 Tahun

Pembunuh Wanita di Lorong Bintan Dituntut 8 Tahun

TANJUNGPINANG (HK)-Heri Bin Bakri ( 25), terdakwa dugaan kasus pembuhan terhadap Tina Sumartini alias Nami, wanita disinyalir pekerja seks komersial (PSK) di Jalan Bintan, Lorong Bintan, Tanjungpinang pada Rabu (17/5) 2017 lalu, dituntut selama 8 tahun oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Zaldi Akri SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (10/10).
JPU menilai, terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembuhan terhadap korban sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP. Terhadap tuntuan JPU tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya Muhammad Nur akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya.

Dalam sidang dipimpin majelis hakim Endah Karmila Dewi SH MH didampingi Iriaty Khairul Ummah SH dan Corpioner SH terungkap, berawal saat terdakwa berada di rumah saksi jeli di jalan Kuantan, Gang Putri Cempaka V mengajak saksi untuk jalan ke Jalan Bintan, Lorong Bintan menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R warna hitam.

Sampai di Lorong Bintan, terdakwa dan saksi bertemu dengan dua wanita dan salah satunya, korban Tina. Kemudian menggil korban dan menyakan, berapa sekali main. Selanjutnya dijawab korban Rp150 Ribu.

Setelah ditawar terdakwa, akhirnya disepakati Rp120 ribu, dan mereka masuk ke kamar korban di Lorong Bintan, sambil bercerita selama beberapa menit, sebelum melakukan persetubuhan. Berselang kemudian, alat kemaluan terdakwa ternyata tidak bisa hidup lagi, lalu korban menjadi kesal sambil mengomel dan melontarkan perkataan  yang membuat terdakwa menjadi tersinggung.

Selanjutnya korban dan terdakwa mengenakan pakain kembali. Setelah itu, korban menyakan kepada terdakwa, apakah mau menginap. Setelah disepakati harga, terdakwa akhirnya menyetujui. Namun korban kembali melntarkan perkataan yang mebuat terdakwa tersinggung, karena barangnya tidak mau hidup.

Mendengar perkataan korban tersebut, terdakwa lalu mengambil bantal guling dan seprai kasur yang ditempati sambil membekap mulut dan hidung korban. Setelah mendapati korban tidak bergerak lagi, lalu terdakwa keluar dari kamar sambil mengambil handpon korban, dan menemui saksi Jeli sembari mengajaknya untuk pulang ke rumah.

Kejadian tersebut akhirnya terungkap setelah aparat Posek Tanjungpinang Kota dan tim identifikasi Satreskrim Polres Tanjungpinang datang ke tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan dan  menangkap terdakwa. (nel)

Share