Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Anton Kembali Mangkir Dipanggil Jaksa

Anton Kembali Mangkir Dipanggil Jaksa

Terdakwa Kasus Penggelapan Batu Bouksit

TANJUNGPINANG (HK) - Untuk kedua kalinya, Yon Freddy alias Anton, Direktur PT Lobindo Nusa Persada, terdakwa tindak pidana kasus penggelapan hasil galian batu bouksit milik PT Gandasari Resources senilai Rp728 juta, mangkir memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Rabu (11/10).
Upaya pemanggilan secara patut oleh Kejari Tanjungpinang tersebut terkait pelaksanaan eksekusi terhadap putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) RI dengan nomor register 835/K/Pid/2017. Majelis Hakim MA akhirnya menjatuhkan vonis selama satu tahun penjara terhadap Anton.

"Yon Freddy alias Anton pada hari ini kembali tidak hadir sebagaimana surat panggilan kedua yang telah kita sampaikan kepada pihak bersangkutan sebelumnya. Alasanya sakit, sesuai surat rekaman medis dari salah satu rumah sakit di Singapuran. Surat itu baru kita terima tadi dari pihak keluarga bersangkutan," kata Kepala Kejari Tanjungpinang, Herru Ahmad Pribadi SH MH melalui Kasi Pidum Supardi SH MH.

Lebih lanjut, Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang ini belum bisa menyebutkan tentang sikap yang akan diambilnya, terkait ketidak hadiran dua kali panggilan yang telah disampaikan kepada pihak terdakwa (terpidana) kasus tindak pidana penggelapan sebagaimana keputusan MA tersebut.

"Tergantung apa perintah pimpinan nanti. Yang jelas kita siap untuk melaksanakan tugas sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku," ucap Supriadi.

Dikatakan, merujuk UU Nomor 16 tahun 2014 Pasal 30 huruf (b) menyebutkan, jaksa melaksanakan penetepan hakim dan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. "Kita minta agar yang bersangkutan koperatif untuk dapat hadir sesuai surat panggilan yang sudah kita sampaikan tersebut," ujar Supardi.

Sebelumnya, pada panggilan pertama, Kamis (5/10) lalu, Anto juga tidak hadir dengan alasan sakit melalui selembar kertas yang disampaikan salah seorang tim pengacaranya, tanpa melengkapi bukti rekaman medis sebagaimana mestinya.

"Klien kita itu masih sakit. Tadi rekaman medisnya sudah diantarkan oleh pihak keluarga ke Kejari Tanjungpinang," kata Herman sekalu salah seorang kuasa hukum Anton.

Sekedar diketahui, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Kasasi dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Tanjungpinang atas vonis bebas yang dijatihkan Pengadilan Negeri Tanjungpinang terhadap terdakwa Yon Freddy alias Anton.

MA dalam putusan tingkat Kasasi pada perkara Nomor 835/K/Pid/2017 tanggal 6 September 2017 menyatakan Anton terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dengan menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun.

Dalam perkara tersebut, MA menerima dan mengabulkan ajuan Kasasi JPU pada Kejari Tanjungpinang. Putusan MA itu sekaligus menganulir putusan bebas PN Tanjungpinang terhadap Anton.

Perkara pidana terdakwa Anton berawal dari laporan PT Gandasari Resources di Polres Bintan dengan Laporan Polisi Nomor LP B/101/XII/2014/Kepri/Res Bintan tanggal 27 Desember 2014 atas tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372, yaitu mengambil dan menjual hasil tambang berupa batu bouksit yang telah dikerjakan oleh PT Gandasari.(nel)

Share