Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Tanjungpinang Night Market Hidupkan Kota Lama

Tanjungpinang Night Market Hidupkan Kota Lama

Walikota Tanjungpinang Sosialisasikan ke Warga

TANJUNGPINANG (HK) - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menunjukkan komitmen untuk memperkuat dan menciptakan perekonomian yang merata di Kota Tanjungpinang. Salah satunya melalui program Tanjungpinang Night Market (TNM) dalam konsep Mobil Toko "Moko" di wilayah Kota Lama.
Melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini, maka pertumbuhan ekonomi tidak hanya terfokus di wilayah Bintan Center, tetapi di wilayah Kota Lama, sehingga tingkat perekonomian merata dapat tercipta di Kota Tanjungpinang.

Walikota, Lis Darmansyah, mengutarakan pemerintah terus berusaha untuk mengembangkan ekonomi di Kota Tanjungpinang. Salah satu program dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan lewat Tanjungpinang night market di wilayah Kota Lama.

"Program ini, kita lakukan sebagai upaya untuk menghidupkan ekonomi di Kota Lama, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang," kata Lis, kemarin malam.

Konsep Tanjungpinang night market sudah ada sejak 1939 hingga 1948. Untuk itulah, pemerintah Kota Tanjungpinang ingin menghidupkan kembali budaya lama yang pernah terjadi di tahun 1948 silam.

Menurutnya, keberadaan Tanjungpinang night market akan menambah peluang kerja bagi masyarakat di Kota Tanjungpinang, Selain itu, terobosan ini juga membuka ruang bagi UMKM dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), dengan menggunakan mobil toko, dengan begitu, kota akan tertata rapi.

"Konsep TNM tidak akan menghambat aktivitas warga sehari-hari, karena akan dibuka mulai dari pukul 17.00 Wib - 24.00 Wib. Untuk penempatan moko berada di lokasi Jalan Merdeka hingga Jalan Tengku Umar," ujar Lis.

Dikatakannya, akan ada 72 unit moko dari batuan dana CSR di area ini, dengan berbagai jenis usaha, seperti pakaian, aksesoris, dan lainnya. Untuk jenis makanan, hanya diperbolehkan menjual makanan yang sudah dikemas, bukan memasak di tempat, contohnya masak nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya.

"Rencananya, pedagang yang menjual makanan basah, akan kita tempatkan di lokasi parkir ex. bioskop Gembira," ujar Lis kembali.

Untuk moko ini, lanjut Walikota, warga diberi kesempatan untuk ikut dalam program ini, namun yang menjadi prioritas terlebih dahulu pemilik toko di wilayah Kota Lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota.

"Ia berharap, 2020 mendatang, seluruh pedagang kaki lima sudah berjualan fortabel dengan menggunakan moko. Kedepan, secara bertahap, pemko juga akan membenahi pasar baru dan menghidupkan kembali Bestari Mall," pungkasnya. (rco)

Share