Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Surat Keterangan di Pilkada Tanjungpinang Rawan Dipalsukan

Surat Keterangan di Pilkada Tanjungpinang Rawan Dipalsukan

TANJUNGPINANG (HK) - Penggunaan Surat Keterangan (suket) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang masih memiliki celah untuk bisa dipalsukan. Untuk itu, Walikota Tanjungpinang meminta peran perangkat RT dan RW lebih maksimal.
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah juga membenarkan tidak menutup kemungkinan Suket yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang masih bisa dipalsukan.

Diibaratkan Lis, tidak semua orang yang beribadah, bisa menjamin tidak melakukan suatu kebohongan. Namun ditegaskan Lis, penerbitan atau pengeluaran Suket tersebut ada peraturannya. Tidak ujuk-ujuk datang ke dinas terkait kemudian dapat Suket tersebut.

"Suket itukan dikeluarkan ada aturannya, tidak sembarang bisa dikeluarkan begitu saja. Tetapi kembali kepada petugas atau perangkatnya, jadi tinggal bagaimana, tata cara dan etika mengeluarkan serta merekomendasi Suket itu. Bisa kita kontrol, perangkatnya itu," jelas Lis di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Senin, (13/11).

Pengontrolan itu, lanjut Lis mulai dari perangkat RT dan RW, yang harus aktif ketika ada warganya yang ingin membuat KTP. Harus cek betul, apakah warga tersebut betul penduduk Tanjungpinang.

"Harus dipastikan betul warganya itu. Saya juga tidak setuju kalau hal ini digunakan untuk memenangkan salah satu calon pada Pilkada nanti," ujarnya yang menginginkan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang tahun depan 2018 berjalan kondusif.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto menjamin Suket data kependudukan paling safety di pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang, karena suket yang dimiliki masyarakat Tanjungpinang tercantum QR Code.

Jadi katanya, yang tidak memiliki e-KTP inilah yang akan menggunakan surat keterangan alias suket untuk pelihan nanti. Penerapan surat keterangan pengganti e-KTP yang disertai barcode itu untuk mengantisipasi permasalahan yang kemungkinan muncul pada Pilkada Tanjungpinang 2018.

Selain itu, surat keterangan itu juga dapat dipergunakan setiap pemohon untuk keperluan tertentu. Artinya, suket yang telah ditandatanganinya tidak bisa di palsukan oleh oknum tak bertanggung jawab nanti.

"QR COde itu bisa diuji melalui Smartphone anda, karena langsung terhubung ke pusat. Bila di cek, semua data lengkap kependudukan langsung keluar. Ini cara yang paling aman, karena di Kepulauan Riau hanya kami yang menggunakannya," ujarnya.

Ia memastikan seluruh suket yang dikeluarkan asli dan telah terverifikasi. Hingga saat ini, kata dia, ada sekitaran 5.000 an suket yang dimiliki masyarakat Tanjungpinang. "Kita memastikan betul, jika suket-suket yang dikeluarkan merupakan rekomendasi dari kami. Lalu, telah terverifikasi dalam database," jelasnya.

Ia menjelaskan, tak sembarang warga dapat mendapatkan suket. Kata Irianto, apabila ingin memiliki suket, warga harus melewati tahap verifikasi pendataan identitas, termasuk perekaman sidik jari dan retina mata.

"Hari itu juga kita berikan suket kepada masyarakat, beserta barcode-nya," pungkasnya. (rco)

Share