Senin04232018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang BKIPM Tanjungpinang Terapkan PPK Onliine

BKIPM Tanjungpinang Terapkan PPK Onliine

bkipm tanjungpinangTANJUNGPINANG (HK) - Balai Karatina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Keamananan Hasil Perikanan Tanjungpinang meluncurkan penerapan Permohonan dan Pemeriksaan Karantina (PPK) Online kepada seluruh stakeholder di Tanjungpinang di Kantor BKIP Tanjungpinang, Batu Hitam Kota Tanjungpinang, Senin (16/4).

Diluncurkannya Penerapan PPK Online tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza yang didampingi Kepala BKIPM Tanjungpinang, Felix Lumban Tobing yang ditandai penarikan tirai serta disaksikan para undangan dan stakeholder di Tanjungpinang.

Usai kegiatan tersebut, mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Raja Ariza mengatakan mengkonsumsi ikan di Tanjungpinang sebanyak 52 kilogram (Kg) perhari. Lebih besar dibandingkan pusat hanya 36 Kg.

"Kita cukup tinggi, namun Batam 20 Ton/hari, makanya produksi perikanan kita masih rendah dibandingkan daerah Terenggano mencapai 1,6 juta Ton/tahun. Padahal wilayah lautnya tidak luas dari pada kita," ungkap Raja Ariza.

Dengan demikian, dikatakan Ariza untuk meningkatkan dan menambah pasokan ikan di Tanjungpinang perlu menambah armada, karena selama ini masih proses penyesuaian, dari proses trawl yang tidak diperbolehkan lagi.

"Mudahan-mudahan kalau armada kita ditambah maka dapat berpengaruh dalam peningkatan," katanya.

Selain itu, lanjut Ariza terkait telah dilaunchingnya penerapan PPK Online ini, ia berharap semua stakeholder silahkan dapat menggunakan perizinan online. Selain cepat dan mudah serta untuk biaya juga telah online.

"Saya mencoba mendukung intansi lainnya yang mengelurkan izin juga bisa berbasis online seperti ini. Hal ini juga sesuai keinginan Presiden RI, bahwa proses perizinan itu jangan sampai berbulan-bulan, berhari-hari lagi. Tetapi proses bisa selesai dengan hitungan jam saja," pungkasnya.

Kepala BKIPM Tanjungpinang, Felix Lumban Tobing juga menyampaikan setelah peralihan status BKIPM Tanjungpinang dari sebelumnya stasiun menjadi balai, otomatis pelayanan untuk stakeholder pun bisa lebih lancar. Dengan berbasis online tentu bisa cepat dan transparan karena tidak lagi tatap muka dalam prosesnya.

"Ini pelayanan perizinan sertifikasi karantina ikan, untuk kegiatan usaha ekspor maupun antar area domestik. Dalam hal ini upaya dalam menjamin mutu ikan ini adalah, dari prosesing agar stakeholder mengikuti aturan. Mulai dari awal, seperti menggunakan air bersih dalam mengolah atau membersihkan ikan," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kegitan yang serentak dilaksanakan di 47 UPT BKIPM se-Indonesia dalam Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan yang bertujuan untuk Mewujudkan Pangan Sehat Untuk Peningkatan Gizi Masyarakat.

Pada acara ini juga diberikan apresiasi dan penghargaan kepada pengguna jasa dan mitra terbaik perikanan yang selama ini telah melakukan kerja sama terbaik bersama BKIPM Tanjungpinang yaitu PT. Indonesia Marine Culture, PT. Bintan Intan Gemilang, PT. Pelunasan Putri Ayu Jaya, Johanes, Martono, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Satker Tanjungpinang dan AVSEC Bandara Raja Haji Fisabilillah. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada peserta sunat massal. (rco)

 

Share