Minggu07272014

Last update12:00:00 AM

Back Tanjungpinang Lingga Juara Parade Tari Daerah

Lingga Juara Parade Tari Daerah

Gubernur Kepri HM Sani menyerahkan piala kepada tim pemenang dalam Parade Tari Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (18/5) malam. (SUTANA/HALUAN KEPRI)TANJUNGPINANG (HK) — Sanggar Tari Megat Syah Alam dari Kabupaten Lingga, menyabet juara umum dalam ajang Parade Tari Daerah Kepri 2013 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (18/5) malam. Tim ini nantinya akan mewakili Kepri dalam ajang seni tari di tingkat nasional yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Sanggar tari tersebut berhak membawa pulang piala bergilir Gubernur Provinsi Kepri, piala tetap dan uang tunai sebesar Rp20 juta. Tahun sebelumnya piala bergilir tersebut berada di tangan Sanggar Tari Sri Bintan Telani dari Tanjungpinang.

Sementara, sanggar seni dari Kabupaten Lingga lainnya yakni, Sanggar Seni Kemilau Nilam Suri, dinobatkan menjadi penyaji tari terbaik dua dengan membawakan Tari Bangsal Cine. Sedangkan penyaji tari terbaik III diperoleh Sanggar Tari Seri Batam tari berjudul Rampai Mahkota, disusul Sanggar Tari Bintan dengan tari berjudul Ngenang, dan Sanggar Dendang Serantau Natuna yang membawa tari berjudul Kampil sebagai penyaji terbaik V.

Selian itu, dewan juri menetapkan Sanggar Rampai Mahkota sebagai penata busana terbaik, penyaji musik terbaik diberikan kepada Anggara Satrian dan Jumiran dari Sanggar Seni Megat Syah Alam dan penata tari terbaik diperoleh Sunardi juga dari Sanggar Seni Megat Syah Alam.

Gubernur Provinsi Kepri Muhammad Sani dalam sambutanya meminta pemenang bisa mempersiapkan diri dengan matang untuk mewakili Kepri di ajang Parade Tari Nusantara di TMII nanti.

Menurut Sani, pesna penting acara ini adalah agar budaya Melayu bisa tetap tumbuh dan berkembang di tengah intimidasi budaya barat yang semakin tak terbendung masuk menggerogoti budaya lokal.

"Kegiatan ini kita lakukan setiap tahun dan diharapkan pelaksanaannya setiap tahun semakin besar dan menyentuh. Budaya Melayu adalah budaya yang seharusnya bisa dijadikan benteng untuk membendung lajunya budaya asing yang semakin gencar masuk ke Indonesia," ujar Sani.

Gubernur juga mengingatkan agar Dinas Kebudayaan terus melakukan pembinaan terhadap sanggar-sanggar yang ada di daerah, supaya bisa meningkatkan perannya. Begitu juga agar setiap sanggar yang ada terus meningkatkan kreativitas dan inovasinya dalam mengembangkan budaya khas Melayu, baik dalam bentuk tari, musik, maupun lagu.

"Pada bulan Oktober mendatang akan diadakan juga pagelaran seni Melayu dengan kapasitas yang lebih besar, yakni Tamaddun Melayu yang akan diikuti 14 Provinsi dan 7 negara. Ini juga tujuannya untuk memupuk persaudaraan serta mengembangkan budaya Melayu. Sehingga cita-cita untuk menjadikan Kepri sebagai bunda tanah Melayu bisa kita wujudkan. Kami juga butuh dukungan penuh dari masyarakat agar kegiatan itu bisa sukses nantinya,” kata Sani.

Sementara itu, Ketua Panitia Parade Tari Daerah Kepri 2013 H Arifin nasir  menyampaikan, parade tari ini diikuti 14 sanggar dari seluruh kabupaten/kota serta diikuti oleh tiga sanggar ekspedisi, masing-masing dari Singapura, Malaysia dan Sumatera Selatan.

"Kegiatan ini merupakan seleksi untuk mencari siapa sanggar yang berhak mewakili Kepri nanti di ajang parade Nusantara yang akan digelar di TMII di Jakarta. Sejak tahun 2010 hingga 2012 Kepri selalu mendapatkan peringkat terbaik kedua secara nasional. Kita harap di 2013 ini bisa mempertahankannya dan bila perlu lebih lagi prestasi yang kita peroleh," kata Arifin. (sut)

Share