Jumlah Penumpang Kapal di Karimun Menurun
Aktivitas di pelabuhan Tanjungbalai Karimun. ILHAM
KARIMUN (HK)- Jumlah penumpang kapal cepat yang turun maupun naik dari pelabuhan Karimun terjadi penurunan jika dibandingkan pada hari yang sama di 2018 lalu. Jumlah penumpang yang naik dan turun hanya sekitar 72,98 persen.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi.
Junaidi mengatakan, pada H+2 Idul Fitri 1440 Hijriyah ini, rata-rata jumlah penumpang per harinya hanya 72,98 persen. Data itu diambil berdasarkan jumlah penumpang seluruh armada kapal di embarkasi Tanjungbalai Karimun. Pihak KSOP belum bisa memprediksi penyebab turunnya jumlah penumpang tersebut.
“Berdasarkan data yang dihimpun dari petugas kami di lapangan, terjadi kecenderungan penurunan penumpang kapal hingga H+15 atau tanggal 21 Juni nanti. Sebab, sampai H+2 atau Sabtu tanggal 8 Juni 2019 lalu. Rata-rata penumpang hanya mencapai 72,98 persen,” ungkap Junaidi.
Junaidi dalam kesempatan itu menjelaskan, dari 10 pelabuhan yang berada di bawah wewenang KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, pelabuhan terpadat adalah
Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, kemudian Pelabuhan Tanjung Batu Kundur dan menyusul Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau pelabuhan KPK.
Sementara, untuk rute penumpang terpadat adalah Tanjungbalai Karimun Sekupang Batam, Tanjungbalai Karimun-Harbourbay Batam dan ketiga Tanjungbalai Karimun-Selat Panjang.
“Dari data yang ada, puncak arus mudik atau arus mudik terpadat di Tanjungbalai Karimun terjadi pada H-4 lebaran, dengan total penumpang sebanyak 16.769 jiwa. Akumulasi dari beberapa pelabuhan. Sementara untuk arus balik yang terpadat terjadi pada H+2 yakni sebanyak 24.763 penumpang,” ujarnya.
Junaidi mengatakan, puncak arus balik Idul Fitri di pelabuhan Karimun terjadi pada H+2. Hanya saja, berdasarkan intsruksi dari Kementerian Perhubungan,
pihaknya tetap akan memantau arus balik hingga H+15 mendatang. (ham)