Air Terbatas, Jamaah Masjid Diimbau Wudhu di Rumah

(yudi/haluankepri.com)

ANAMBAS (HK) - Pengurus Masjid Jamik Baiturahim mengimbau kepada jamaah agar sedapat mungkin berwudhu di rumah. Hal ini disebabkan ketersediaan air yang mulai terbatas.

Doni Yusuf, salah seorang pengurus Masjid mengungkapkan, terdapat dua sumber mata air di Masjid Jamik yakni air umum dan air khusus Masjid.

“Ketika air umum ada sedikit persoalan, di air khusus untuk Masjid juga kecolongan,” ujarnya, Rabu (24/7/2019).

Ia mengatakan, untuk air khusus tersebut pipanya disuntik tanpa sepengetahuan pengurus Masjid dan membuat air tidak sampai ke tangki yang berada dibawah Kantor Kemenag.

“Sebenarnya kalau oknum yang mengambil hanya sebatas kebutuhan itu masih terpenuhi, tapi terkadang yang mengambil lupa dan itu sering terjadi,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan air Masjid baik umum ataupun khusus untuk tidak mengambil lagi, hal ini agar jamaah tidak terganggu.

Menyikapi hal itu, Bupati KKA Abdul Haris, SH, langsung memerintahkan Dinas Perkerjaan Umum (DPU) untuk menanggulangi hal itu.

“Ketika dapat kabar, kita langsung perintahkan DPU untuk menanggulanginya. Hal ini dilakukan karena pemerintah daerah sangat konsen dalam persoalan air ini,” tegasnya.

Bahkan tambah dia, saat ini pihaknya sedang membangun dua embung untuk ketersediaan air masyarakat. Untuk antisipasi paling cepat akan disediakan tong air yang akan diletakan di titik-titik starategis masyarakat agar kebutuhan air terpenuhi.

Pada kesempatan itu, Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menebang pohon agar tidak mempengaruhi resapan air.

“Insya Allah kedepan persoalan air ini akan teratasi sehingga kebutuhan dasar ini dapat terpenuhi,” tutupnya.(yud)

(Visited 101 times, 23 visits today)